B50 Tembus 6.050 SPBU, 28 Terminal Masih Transisi

Wednesday, 16 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

foto ist

foto ist

daelpos.com – Program implementasi biodiesel 50 persen atau B50 terus dikebut pemerintah. Sejak 1 Juli 2026, campuran biodiesel 50 persen telah mengalir bersama solar ke tangki kendaraan di berbagai wilayah Indonesia.

Hingga pertengahan September 2026, penyaluran B50 telah menjangkau 6.050 dari total 6.412 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) atau sekitar 94 persen.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan proses transisi menuju penerapan penuh B50 terus dikawal, termasuk dari sisi kualitas bahan bakar, kesiapan terminal, hingga kesesuaian dengan kendaraan yang digunakan masyarakat.

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Eniya Listiani Dewi mengatakan, koordinasi dengan industri otomotif menjadi salah satu bagian penting dalam memastikan implementasi B50 berjalan optimal.

Hal tersebut disampaikan Eniya saat membuka Sosialisasi Aspek Teknis Implementasi B50 Sektor Otomotif di Tangerang Selatan, Selasa (15/9).

Menurut Eniya, pemerintah membuka ruang komunikasi secara berkelanjutan dengan pelaku industri otomotif untuk membahas berbagai persoalan teknis maupun keluhan yang muncul selama penggunaan B50.

“Nah yang pasti kita semua saling menginfokan untuk keluhan-keluhan di otomotif itu apa saja sih ayo kita diskusikan dan forum ini kami buka terus. Kami buka terus untuk kita saling berkomunikasi,” ujar Eniya.

Di sisi distribusi, dari 104 terminal titik serah, sebanyak 76 terminal telah menyalurkan B50. Sementara 28 terminal lainnya masih menjalani proses transisi dari skema B40 menuju B50.

ESDM menargetkan seluruh persiapan dapat dituntaskan sebelum memasuki Oktober 2026.

“Dan sebentar lagi ya, tanggal 30 September itu merupakan deadline untuk kita melakukan relaksasi. Jadi persiapan semua sosialisasi, semua kegiatan mengenai implementasi B50 ini harus benar-benar kita siapkan menjelang nanti per 1 Oktober,” kata Eniya.

See also  Keandalan dan Keterjangkauan Listrik Hadirkan Multiplier Effect bagi Masyarakat, PLN Raih Apresiasi Literasi Nusantara 2025

Tak hanya distribusi, pemerintah juga memperketat spesifikasi teknis B50 dibandingkan B40. Sejumlah persyaratan mutu diperkuat, antara lain dengan menurunkan batas maksimum kandungan air serta meningkatkan persyaratan stabilitas oksidasi.

Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kualitas bahan bakar sekaligus mendukung keandalan penggunaannya pada kendaraan.

Dalam forum sosialisasi, pemerintah bersama pemangku kepentingan turut membahas pengawasan kualitas, hasil pengujian B50, pedoman umum penanganan dan penyimpanan, hingga instruksi kerja teknis untuk sektor otomotif.

Penyamaan pemahaman dinilai penting agar penerapan B50 tidak hanya berjalan dari sisi distribusi, tetapi juga memiliki dukungan teknis yang memadai bagi industri dan pengguna kendaraan.

Untuk memperkuat basis data teknis, Eniya juga mendorong kolaborasi dengan industri otomotif melalui pengumpulan data penggunaan B50 pada kendaraan hingga jarak tempuh 100.000 kilometer.

Pengujian akan dilakukan menggunakan kendaraan yang digunakan dalam aktivitas sehari-hari. Pemeriksaan dilakukan pada sejumlah titik jarak tempuh, dengan dukungan pengujian dari Lembaga Minyak dan Gas Bumi (LEMIGAS).

Di sisi lain, pemerintah masih harus menyelesaikan sejumlah pekerjaan, terutama penyempurnaan masa transisi pada terminal-terminal yang belum sepenuhnya beralih ke B50.

Penguatan informasi teknis kepada masyarakat juga menjadi perhatian. ESDM mendorong agar hasil kajian dan informasi teknis yang dapat dikonsumsi publik dipublikasikan melalui situs web sehingga bisa menjadi rujukan masyarakat maupun pemangku kepentingan.

Implementasi B50 sendiri menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan pemanfaatan sumber energi domestik untuk memenuhi kebutuhan solar nasional.

Dengan cakupan distribusi yang telah mencapai sekitar 94 persen SPBU, pemerintah kini memasuki tahap penting untuk memastikan aspek mutu, kesiapan infrastruktur, pengujian kendaraan, serta komunikasi dengan industri berjalan beriringan.

Pemerintah berharap seluruh proses tersebut dapat memastikan penerapan B50 berlangsung secara terukur sekaligus menjaga keandalan kendaraan yang digunakan masyarakat sehari-hari.

Berita Terkait

Pertamina Perkuat Ketahanan Energi melalui Integrasi Portofolio dan Infrastruktur LNG
PGN Perluas Edukasi Gas Bumi Lewat City Gas Tour 2026
Pertamina Dorong Pengembangan Bioetanol Berbasis Multi-Feedstock dan Multi-Generation
PLN Icon Plus Dukung Pelestarian Ekosistem Laut melalui Penanaman Mangrove di Sungai Siak
Dirut PLN Pimpin Langsung Peningkatan Pasokan Sistem Kelistrikan Sulawesi Bagian Selatan
Kurangi Penggunaan BBM, PLN EPI Siapkan Gasifikasi di Nusa Tenggara
Terima Kunjungan Delegasi Swedia, Pertamina Paparkan Strategi Transformasi dan Digitalisasi
PLN EPI Raih Tiga TOP GRC Awards, Bukti Tata Kelola Makin Kuat
Tag :

Berita Terkait

Wednesday, 16 September 2026 - 13:36 WIB

B50 Tembus 6.050 SPBU, 28 Terminal Masih Transisi

Wednesday, 16 September 2026 - 10:06 WIB

Pertamina Perkuat Ketahanan Energi melalui Integrasi Portofolio dan Infrastruktur LNG

Tuesday, 15 September 2026 - 19:44 WIB

PGN Perluas Edukasi Gas Bumi Lewat City Gas Tour 2026

Tuesday, 15 September 2026 - 18:41 WIB

Pertamina Dorong Pengembangan Bioetanol Berbasis Multi-Feedstock dan Multi-Generation

Tuesday, 15 September 2026 - 16:20 WIB

PLN Icon Plus Dukung Pelestarian Ekosistem Laut melalui Penanaman Mangrove di Sungai Siak

Berita Terbaru

foto ist

Energy

B50 Tembus 6.050 SPBU, 28 Terminal Masih Transisi

Wednesday, 16 Sep 2026 - 13:36 WIB