Ingin Bangun MPP, Pemda Harus Keluar dari Zona Nyaman

Friday, 25 June 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Kehadiran Mal Pelayanan Publik (MPP) secara perlahan berhasil menggeser ‘jebakan’ zona nyaman yang selama ini melekat pada penyelenggara pelayanan publik. Asisten Deputi Koordinasi Pelaksanaan, Kebijakan, dan Evaluasi Pelayanan Publik Wilayah I Kementerian PANRB Jeffrey Erlan Muller mengungkapkan, sebelum adanya MPP, pelayanan perizinan dan nonperizinan terpisah-pisah sehingga kerap kali masih terdapat ego sektoral.

“Karena terpisah-pisah jadi ada zona nyaman yang kalau (sistemnya) diubah, mereka menjadi terganggu. Ini yang ingin kita hilangkan,” ungkap Jeffrey dalam kegiatan Studi Tiru Penyelenggaraan MPP Kabupaten Badung, di Badung, Bali, Kamis (24/06).

Penyelenggaraan MPP memaksa penyelenggara pelayanan publik untuk mengubah kebiasaan kerja yang konvensional menuju digital. Selain itu, komitmen untuk memberikan yang terbaik dalam melayani masyarakat ( excellence in service ) pun harus ditanamkan dengan kuat. Saat ini pemerintah daerah berlomba-lomba untuk membangun MPP sebagai pusat pelayanan modern terpadu di wilayahnya. Untuk itu Kementerian PANRB selaku instansi pembina pelayanan publik memfasilitasi pemda yang ingin membangun MPP, dengan melakukan studi tiru ke beberapa MPP percontohan.

Sebelumnya, Kementerian PANRB telah memboyong Kota Tangerang dan Kota Tasikmalaya untuk studi tiru ke MPP Surakarta. Kali ini Kementerian PANRB memfasilitasi Kota Cimahi, Kota Tebing Tinggi, dan Kab. Manggarai Barat studi tiru ke MPP Badung.

Jeffrey berharap agar peserta studi tiru tidak hanya terfokus pada gedung yang baru atau megah. Namun yang terpenting adalah praktik baik di berbagai aspek dalam pembentukan dan  penyelenggaraan MPP Badung. “Jangan melihat MPP yang sudah ada sekarang, tapi liat prosesnya. Bagaimana menyatukan sistem dan menyatukan spirit kerja diantara tenan-tenan yang ada,” ujar Jeffrey.

Hal senada disampaikan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kab. Badung I Made Agus Aryawan. Peningkatan kualitas pelayanan publik dimulai dari mindset dan paradigma SDM. Menurutnya, dua hal tersebut mudah diucapkan, namun sulit untuk dilakukan. “Tidak mungkin Bapak/Ibu melakukan perubahan kalau SDM tidak berubah,” imbuh Agus.

See also  Gegara Gelar Hajatan saat PPKM Darurat Lurah Pancoran Mas Dicopot

Reformasi pelayanan telah dilakukan MPP Badung dengan cara yang cukup menarik. Untuk mengubah image pelayanan yang kaku dan tidak ramah, MPP Badung menggandeng lulusan baru perguruan tinggi dari berbagai bidang ilmu untuk menjadi sukarelawan ( volunteer ). Mereka diberikan pelatihan dan dijadikan agen perubahan untuk menunjukkan Budaya Melayani 5S (Salam, Senyum, Sapa, Sopan dan Santun). Transformasi layanan berbasis teknologi informasi (TI) pun dilakukan dengan merekrut lulusan TI untuk menggerakkan aplikasi Layanan Perizinan Online (Laperon).  

Ia memberikan catatan kepada para peserta studi tiru agar melakukan pemetaan kondisi dan kebutuhan masyarakat. Hal ini bertujuan agar layanan yang diberikan memang menjawab kebutuhan masyarakat di daerahnya, mengingat kebutuhan masyarakat di setiap wilayah berbeda-beda.

Ia juga berpesan agar pemda tidak menjadikan pembangunan MPP sekadar seremonial belaka. Menurutnya, ketika MPP sudah diluncurkan, artinya semua pelayanan harus sudah bisa berjalan dengan baik. Jika pelayanan tidak berjalan dengan baik, maka kepercayaan masyarakat akan hilang. “Tolong jangan di-launching kalau belum siap. Jadi matangkan dulu kesiapan daripada dipaksa di-launching tapi belum siap,” tukasnya.

Salah satu peserta Studi Tiru MPP, Sekretaris Daerah Kota Tebing Tinggi Muhammad Dimiyathi, mengaku mendapat banyak masukan dan wawasan terkait praktik baik penyelenggaraan MPP dari Kab. Badung. Menurutnya, kehadiran MPP Kab. Badung merupakan komitmen dari Pemkab Badung untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakatnya.

“Kami akan jadikan MPP Kab. Badung ini menjadi ATM (Amati, Tiru, Modifikasi). Tidak mungkin sama persis karena kebutuhan setiap daerah berbeda,” pungkasnya.

Berita Terkait

Bayar Pajak Tanpa KTP, Warga Jabar Tetap Diminta Bikin Pernyataan
Kementerian PANRB Dorong Percepatan MPP dan MPP Digital di Daerah
Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Banda Aceh, Darwati Soroti Peran Ibu dalam Menjaga Persatuan
Dukung Kelancaran Mudik, Hutama Karya Fungsionalkan Tol Palembang–Betung Seksi Kramasan–Pangkalan Balai
Darwati A. Gani Siap Dukung Kegiatan Kaum Muda Aceh yang Bermanfaat
Penutupan Sementara Ruas Jalan Tol Terbanggi Besar–Pematang Panggan –Kayu Agung
DPD RI Kawal Implementasi UU Cipta Kerja di Bogor
Susun DIM, Komite I DPD RI Kunker ke Kantor Gubernur Jabar untuk Inisiasi Revisi UU Penataan Ruang

Berita Terkait

Wednesday, 8 April 2026 - 13:22 WIB

Bayar Pajak Tanpa KTP, Warga Jabar Tetap Diminta Bikin Pernyataan

Saturday, 4 April 2026 - 16:23 WIB

Kementerian PANRB Dorong Percepatan MPP dan MPP Digital di Daerah

Tuesday, 17 March 2026 - 09:52 WIB

Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Banda Aceh, Darwati Soroti Peran Ibu dalam Menjaga Persatuan

Saturday, 14 March 2026 - 12:35 WIB

Dukung Kelancaran Mudik, Hutama Karya Fungsionalkan Tol Palembang–Betung Seksi Kramasan–Pangkalan Balai

Tuesday, 17 February 2026 - 19:04 WIB

Darwati A. Gani Siap Dukung Kegiatan Kaum Muda Aceh yang Bermanfaat

Berita Terbaru

Olahraga

Bhayangkara Presisi Taklukkan Zhaiyk di AVC 2026

Wednesday, 13 May 2026 - 19:20 WIB