Kejar Target Transisi Energi, Pertamina Pastikan Dukungan Investor

Tuesday, 29 June 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Mengantisipasi perubahan global megatrend energi, PT Pertamina (Persero) terus mengejar target implementasi program transisi energi agar berjalan sesuai waktu yang direncanakan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah memastikan dukungan positif dari kalangan investor.

Pada acara Pertamina Investor Day 2021, Direktur Strategi, Portofolio, dan Pengembangan Usaha Pertamina Iman Rachman memaparkan bahwa dunia saat ini menghadapi disrupsi permintaan yang signifikan, baik jangka pendek akibat COVID-19 maupun jangka panjang. Ke depan, permintaan energi fosil global diprediksi akan tetap tumbuh dan mencapai puncaknya pada 2030 sebelum kemudian menurun seiring pertumbuhan Energi Baru dan Terbarukan (EBT) yang pesat.  

Adapun di Indonesia, permintaan energi diproyeksi akan pulih pasca COVID-19 di 2022 dan kemudian tumbuh sekitar 2,1% per tahun hingga 2040. 

Secara nasional, bauran energi akan mendukung penurunan emisi dengan target 29% di 2030 dengan tetap memenuhi kebutuhan energi nasional yang mencapai 7 juta Tera Joule.

“Saat ini, kita sedang proses menuju transisi energi. Untuk itu, portofolio energi Pertamina akan diselaraskan dengan target bauran energi yang tertuang dalam grand strategy Energi Nasional tahun 2025. Sebagian besar energi yang dipasok masih bahan bakar fosil, namun pertumbuhan EBT akan lebih agresif,” ujar Iman. 

Adapun target bauran energi Pertamina secara umum adalah mengurangi porsi penggunaan BBM dan LPG menjadi 64%  dan meningkatkan porsi penggunaan gas menjadi 19% serta EBT menjadi 17% dari total bauran energi di 2030. 

Dalam rangka mencapai target bauran energi tersebut, tutur Iman, Pertamina akan membangun rantai pasok migas yang terintegrasi dan secara aktif membangun portofolio EBT dengan memanfaatkan sumber daya dalam negeri. 

“Dengan strategi tersebut, pada tahun 2030 Pertamina akan memasok sekitar 71% dari total kebutuhan energi Indonesia,” tambahnya. 

See also  Belajar Dari Tiongkok, Kementrans Nilai Papua Selatan Potensial Menjadi Pusat Layanan Kesehatan

Sebagai BUMN Energi yang diamanahkan untuk menjaga ketahanan dan kemandirian energi nasional, Pertamina tetap berupaya meningkatkan produksi minyak dan gas melalui optimasi lapangan eksisting dan lapangan potensial yang bernilai tinggi (Crown Jewels), menjalankan EOR melalui kemitraan, melaksanakan operasional yang terdigitalisasi, akselerasi aset pengembangan dan eksplorasi serta mendorong program inisiatif lainnya secara selektif. 

Selain itu, Pertamina juga tetap melanjutkan sejumlah proyek strategis diantaranya Refinery & Development Masterplan, peningkatan kapasitas panas bumi menjadi 1.128 MW di 2026, Grass Root Refinery dan Petrokimia serta membangun Green Refinery dengan kapasitas 6 – 100 KTPA dan juga Etanol dalam 50 MT per tahun pada 2025. Pertamina juga terlibat dalam Battery Company untuk memproduksi baterai 140 GWh pada tahun 2029 serta mengembangkan ekosistem baterai EV termasuk bisnis swapping & charging. 

Menurut Iman, adaptasi terhadap transisi energi juga diwujudkan Pertamina dengan membangun transmisi dan distribusi gas baru serta membangun pabrik Metanol untuk gasifikasi berkapasitas 1.000 KTPA di 2025 

Inisiatif transisi energi lain yang dijalankan Pertamina yakni melakukan revitalisasi rencana bisnis yang terkait gas kota untuk 30 juta rumah tangga, mengembangkan bisnis dan niaga LNG, dan meningkatkan portofolio di sektor kelistrikan melalui pembangkit berbahan bakar gas, panas bumi dan surya.

Dengan inisiatif bisnis tersebut, Pertamina akan mengalokasikan sekitar 9% dari CAPEX periode 2020-2024 khusus untuk pengembangan EBT. Nilai ini lebih tinggi dari investasi EBT perusahaan energi internasional yang rata-rata hanya sebesar 4,3%. 

Sejumlah proyek Pertamina tersebut merupakan Proyek Strategis Nasional yang dilakukan selama 2020-2024, baik di sektor hulu, hilir maupun energi terbarukan. Hal ini berpotensi dikolaborasikan untuk memperkuat fondasi perekonomian Nasional. 

See also  Ketua KIP: Pertamina sebagai Role Model Keterbukaan Informasi Publik Sektor Energi

“Peluang kemitraan lainnya juga dapat dilakukan dalam proyek-proyek strategis Pertamina dan rencana unlocking values dalam rangka optimalisasi nilai Pertamina Group,” tandas Iman.

Berita Terkait

Menteri Dody Dorong Penguatan Jaringan Irigasi Air Tanah di Rote Ndao, Perluas Layanan Irigasi dan Dukung Pertanian Wilayah 3T
Pembangunan Sekolah Rakyat di Maluku Utara Libatkan Ratusan Tenaga Kerja Lokal dan Dukung Perputaran Ekonomi Masyarakat
Hutama Karya Catat 126 Ribu Kendaraan Melintas di JTTS saat Libur Panjang
Teknologi AR/VR di Hutama Karya Mengantar Pengawasan Proyek ke Fase Baru
Mendes Hadiri Penyembelihan Kurban Seribu Domba di Serang
Menteri Dody Apresiasi Dukungan Danantara dan TNI untuk Percepatan Sekolah Rakyat
321 Ribu Kendaraan Tinggalkan Jabotabek Saat Libur Iduladha
Hutama Karya Siaga Libur Panjang, Trafik Tol Trans Sumatera Dipantau Padat

Berita Terkait

Saturday, 30 May 2026 - 17:23 WIB

Menteri Dody Dorong Penguatan Jaringan Irigasi Air Tanah di Rote Ndao, Perluas Layanan Irigasi dan Dukung Pertanian Wilayah 3T

Saturday, 30 May 2026 - 16:39 WIB

Pembangunan Sekolah Rakyat di Maluku Utara Libatkan Ratusan Tenaga Kerja Lokal dan Dukung Perputaran Ekonomi Masyarakat

Saturday, 30 May 2026 - 07:05 WIB

Hutama Karya Catat 126 Ribu Kendaraan Melintas di JTTS saat Libur Panjang

Friday, 29 May 2026 - 13:49 WIB

Teknologi AR/VR di Hutama Karya Mengantar Pengawasan Proyek ke Fase Baru

Friday, 29 May 2026 - 01:32 WIB

Mendes Hadiri Penyembelihan Kurban Seribu Domba di Serang

Berita Terbaru

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno / foto ist

Megapolitan

Jakarta Gelar Indonesia World Dance Festival 2026

Saturday, 30 May 2026 - 16:46 WIB