Mentrans Iftitah: Komoditas Unggulan Perkuat Swasembada Pangan Nasional

Tuesday, 14 July 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

daelpos.com – Masa depan swasembada pangan Indonesia tidak hanya ditentukan peningkatan produksi, tetapi juga kemampuan mengembangkan komoditas unggulan yang memberikan nilai tambah bagi petani. Karena itu, penguatan berbagai komoditas sesuai potensi setiap daerah dinilai menjadi bagian penting untuk memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Hal itu disampaikan Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara saat meninjau demplot pisang Edo Farm di Sentul, Jawa Barat, Senin (13/7). Demplot tersebut dikelola oleh Rusli dan menjadi salah satu contoh pengembangan komoditas pisang bernilai ekonomi tinggi.

Menurut Menteri Iftitah, arahan Presiden untuk mewujudkan swasembada pangan harus diwujudkan dengan mengoptimalkan seluruh potensi pangan yang dimiliki Indonesia.

“Arahan Presiden sangat jelas, yaitu mewujudkan swasembada pangan. Beras tentu tetap menjadi komoditas utama, tetapi Indonesia juga memiliki banyak komoditas pangan lain yang potensinya sangat besar untuk memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Menteri Iftitah.

Ia menilai paradigma pembangunan pertanian perlu terus diarahkan pada penciptaan nilai tambah, sehingga keberhasilan suatu komoditas tidak hanya diukur dari besarnya produksi, tetapi juga dari manfaat ekonomi yang dirasakan petani dan masyarakat.

“Ketahanan pangan harus berjalan beriringan dengan kesejahteraan petani. Kalau petaninya tidak sejahtera, ketahanan pangan tidak akan berkelanjutan,” ujarnya.

Salah satu komoditas yang dinilai memiliki prospek besar adalah pisang. Permintaan pasar domestik maupun internasional terus meningkat, sementara potensi pengembangannya tersebar di berbagai wilayah Indonesia, termasuk kawasan transmigrasi. Dengan potensi tersebut, pisang dinilai layak menjadi salah satu komoditas strategis untuk memperkuat diversifikasi pangan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan.

Namun demikian, Menteri Iftitah menegaskan bahwa membangun komoditas unggulan tidak cukup hanya dengan meningkatkan produksi. Yang lebih penting adalah membangun ekosistem usaha yang utuh, mulai dari penguatan kelembagaan petani melalui koperasi, pengolahan hasil, penyimpanan, logistik, hingga kepastian pasar melalui kemitraan dengan off-taker.

See also  Kementerian PUPR Terus Dorong Peningkatan Peran Kontraktor Swasta Nasional Menengah dan Kecil

“Kita ingin petani tidak hanya mampu menghasilkan produk yang berkualitas, tetapi juga memiliki kepastian pasar. Ketika pasar terbuka, harga menjadi lebih baik, investasi ikut bergerak, pendapatan petani meningkat, dan kesejahteraan masyarakat ikut terangkat,” katanya.

Sebagai langkah awal, Kementerian Transmigrasi tengah menjajaki pengembangan sentra pisang di Lampung. Model tersebut diharapkan menjadi percontohan pengembangan komoditas berbasis potensi daerah yang mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus melahirkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan transmigrasi.

Selain itu, Kementerian Transmigrasi juga memperluas kolaborasi dengan perguruan tinggi, dunia usaha, dan pemerintah daerah untuk memperkuat riset, inovasi, transfer teknologi, serta pengembangan komoditas unggulan berbasis potensi lokal. Sinergi tersebut diharapkan mampu melahirkan model pertanian modern yang produktif, berdaya saing, berkelanjutan, dan membuka lebih banyak lapangan kerja di kawasan transmigrasi.

Berita Terkait

Kementerian PU Tuntaskan Pembangunan Infrastruktur Utama SPAM Mamminasata Tahap I, Siap Layani 40.000 SR
Hutama Karya Tutup Sementara Pengoperasian Tol Fungsional Seksi 1 (Padang Tiji-Seulimeum) Tol Sigli – Banda Aceh Mulai 9 September 2026 Pukul 07.00 WIB
Gunung Sinabung Siaga, Kementerian PU Cek Kesiapan Infrastruktur Pengendali Lahar
Menteri PU Perluas Tugas Satgas Tanggap Darurat Infrastruktur Tangani seluruh Wilayah RI
Kementerian PU Pastikan Konektivitas Jalan Nasional dan Daerah di NTT Pulih Pascagempa
Jalur Tol Palembang-Indralaya Sempat Berlakukan Sistem Buka-Tutup
Tol JORR-S Padat Imbas Pekerjaan, Hutama Karya Lakukan Penanganan
Ketika Gaza Ingin Dipindahkan, Anak-anaknya Hanya Ingin Pulang
Tag :

Berita Terkait

Tuesday, 8 September 2026 - 17:25 WIB

Kementerian PU Tuntaskan Pembangunan Infrastruktur Utama SPAM Mamminasata Tahap I, Siap Layani 40.000 SR

Tuesday, 8 September 2026 - 15:39 WIB

Hutama Karya Tutup Sementara Pengoperasian Tol Fungsional Seksi 1 (Padang Tiji-Seulimeum) Tol Sigli – Banda Aceh Mulai 9 September 2026 Pukul 07.00 WIB

Monday, 7 September 2026 - 19:48 WIB

Gunung Sinabung Siaga, Kementerian PU Cek Kesiapan Infrastruktur Pengendali Lahar

Monday, 7 September 2026 - 00:01 WIB

Menteri PU Perluas Tugas Satgas Tanggap Darurat Infrastruktur Tangani seluruh Wilayah RI

Sunday, 6 September 2026 - 14:57 WIB

Kementerian PU Pastikan Konektivitas Jalan Nasional dan Daerah di NTT Pulih Pascagempa

Berita Terbaru

Berita Utama

Hilirisasi Kelapa Masuki Babak Baru, 2.900 Tenaga Kerja Siap Diserap

Tuesday, 8 Sep 2026 - 19:02 WIB