Cofiring Biomassa PLN Nusantara Power Tekan Emisi Karbon 590,9 Ribu Ton pada Semester I 2026

Thursday, 16 July 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karyawan PLN Nusantara Power melakukan monitoring pencampuran biomassa dengan batubara di PLTU Rembang. Sepanjang semester 1 tahun 2026 PLN NP berhasil menghasilkan 490,5 GWh energi hijau dari cofiring pada 25 PLTU di seluruh Indonesia.

Karyawan PLN Nusantara Power melakukan monitoring pencampuran biomassa dengan batubara di PLTU Rembang. Sepanjang semester 1 tahun 2026 PLN NP berhasil menghasilkan 490,5 GWh energi hijau dari cofiring pada 25 PLTU di seluruh Indonesia.

daelpos.com  — 16 Juli. PLN Nusantara Power (PLN NP) mencatatkan kontribusi positif dalam mendukung pengembangan pembangkit listrik rendah emisi melalui pelaksanaan program cofiring biomassa. Sepanjang semester I tahun 2026, program tersebut mampu menghasilkan energi hijau sebesar 490,5 Gigawatt hour (GWh).

Implementasi cofiring biomassa juga memberikan dampak nyata terhadap upaya pengendalian emisi. Hingga akhir Juni 2026, pemanfaatan biomassa sebagai campuran bahan bakar batu bara di pembangkit PLN NP berhasil menurunkan emisi karbon sebesar 590,9 ribu ton CO2e.

Direktur Utama PLN Nusantara Power, Ruly Firmansyah, mengatakan bahwa cofiring biomassa menjadi salah satu strategi transisi energi yang dapat dijalankan secara bertahap dengan memanfaatkan infrastruktur pembangkit yang telah beroperasi.

“Melalui program cofiring biomassa, PLN Nusantara Power berupaya mengoptimalkan aset pembangkit eksisting agar dapat menghasilkan energi yang lebih bersih tanpa mengurangi keandalan sistem kelistrikan. Program ini merupakan bagian dari komitmen kami dalam mendukung percepatan transisi energi nasional,” ujar Ruly.

Cofiring dilakukan dengan mencampurkan biomassa ke dalam bahan bakar batu bara pada pembangkit listrik tenaga uap. Penerapan metode tersebut memungkinkan pengurangan konsumsi energi fosil sekaligus menekan emisi karbon secara bertahap, tanpa membutuhkan perubahan besar pada infrastruktur pembangkit yang telah tersedia.

Kinerja semester I 2026 melanjutkan capaian positif yang telah dibukukan PLN NP pada tahun sebelumnya. Sepanjang 2025, program cofiring biomassa telah diterapkan secara komersial di 25 PLTU dan menghasilkan energi hijau sebesar 1.041 GWh.

Pada periode yang sama, pemanfaatan biomassa tersebut turut berkontribusi terhadap penurunan emisi karbon sebesar 1,17 juta ton CO2e. Capaian ini menunjukkan bahwa cofiring dapat menjadi salah satu instrumen penting untuk meningkatkan porsi energi bersih dalam proses pembangkitan listrik nasional.

See also  PLN Nusantara Power dan BKKBN Bersinergi Wujudkan Generasi Unggul Melalui Program TAMASYA

Ruly menjelaskan bahwa penerapan cofiring pada 25 PLTU menjadi bukti bahwa transformasi menuju sistem pembangkitan rendah emisi dapat dilaksanakan secara terukur, dengan tetap menjaga kontinuitas dan keandalan pasokan listrik kepada masyarakat.

Selain memberikan manfaat terhadap lingkungan, program cofiring biomassa juga memiliki potensi untuk menggerakkan perekonomian daerah. Pengembangan rantai pasok biomassa membuka peluang keterlibatan masyarakat, pelaku usaha, dan mitra lokal dalam menyediakan bahan baku yang dibutuhkan oleh pembangkit.

Biomassa yang digunakan dapat berasal dari berbagai sumber daya lokal, termasuk produk samping pertanian, perkebunan, kehutanan, serta limbah organik yang dapat diolah menjadi bahan bakar pembangkit. Pemanfaatan tersebut dapat meningkatkan nilai tambah sumber daya lokal sekaligus mendukung penerapan ekonomi sirkular.

“Produksi energi hijau sebesar 490,5 GWh pada semester pertama tahun 2026 menjadi modal penting untuk terus meningkatkan kontribusi PLN NP dalam menghadirkan pembangkitan yang lebih ramah lingkungan. Kami akan terus memperkuat implementasi cofiring dengan memastikan aspek keandalan, efisiensi, dan keberlanjutan rantai pasok biomassa,” tambah Ruly.

Ke depan, PLN Nusantara Power akan terus mendorong inovasi pada sektor pembangkitan, meningkatkan efektivitas program cofiring, serta memperkuat kolaborasi dengan para pemangku kepentingan dalam mengembangkan ekosistem biomassa yang berkelanjutan.

Langkah tersebut menjadi bagian dari dukungan PLN NP terhadap transformasi sektor ketenagalistrikan nasional dan pencapaian target Net Zero Emissions Indonesia.bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung transformasi sektor ketenagalistrikan nasional serta pencapaian target Net Zero Emissions Indonesia.

Berita Terkait

Dirut PLN Kawal Langsung Kelistrikan Nasional Jelang HUT ke-81 Kemerdekaan RI dari Posko NTT
PLN Nusantara Power Resmikan HRS Merah Putih Muara Tawar, Perkuat Kemandirian Teknologi Hidrogen
Pengembangan Hydropower, 9,2 GW Proyek PLTA dan PLTM Masuk Tahapan Eksekusi
Cerita Perubahan dari Berbagai Daerah, Program TJSL PLN Hadirkan Manfaat bagi Masyarakat dan Lingkungan
Jaga Keamanan Ekosistem Digital, PLN Icon Plus Raih Indonesia Cyber Security Summit 2026
Penyempurnaan Fitur PGN Mobile, Pelanggan Bisa Catat Meter Mandiri Semakin Akurat
Berikan Pengalaman Kerja bagi Talenta Muda, Pertamina Terima 539 Peserta Internship 2026
Semangat Kemerdekaan, PLN Icon Plus Sumbagsel Perkuat Akses Pendidikan Digital bagi Anak Indonesia
Tag :

Berita Terkait

Sunday, 16 August 2026 - 09:28 WIB

Dirut PLN Kawal Langsung Kelistrikan Nasional Jelang HUT ke-81 Kemerdekaan RI dari Posko NTT

Friday, 14 August 2026 - 17:28 WIB

PLN Nusantara Power Resmikan HRS Merah Putih Muara Tawar, Perkuat Kemandirian Teknologi Hidrogen

Friday, 14 August 2026 - 14:48 WIB

Pengembangan Hydropower, 9,2 GW Proyek PLTA dan PLTM Masuk Tahapan Eksekusi

Friday, 14 August 2026 - 14:41 WIB

Cerita Perubahan dari Berbagai Daerah, Program TJSL PLN Hadirkan Manfaat bagi Masyarakat dan Lingkungan

Friday, 14 August 2026 - 14:34 WIB

Jaga Keamanan Ekosistem Digital, PLN Icon Plus Raih Indonesia Cyber Security Summit 2026

Berita Terbaru

News

Menteri PU Menuju NTT Bawa 50.000 Paket Sembako Presiden

Sunday, 16 Aug 2026 - 12:26 WIB

foto ist

News

BNPB Imbau Warga Jauhi Pantai Pascagempa M7,7 di NTT

Saturday, 15 Aug 2026 - 22:56 WIB