Praktisi: Mentan SYL Berhasil Membangun Pertanian di Masa Pandemi Covid 19

Tuesday, 20 July 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Praktisi ekonomi pertanian dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Prima Gandhi mengapresiasi capaian program Kementerian Pertanian (Kementan) di tengah masa pandemi covid 19. Merujuk data BPS, nilai ekspor produk pertanian selama Januari – Desember 2020 sebesar Rp 451,8 triliun, meningkat 15,79 persen dibandingkan tahun 2019 senilai Rp 390,2 triliun dan pada periode Januari – April 2021, ekspor pertanian mencapai Rp 189,09 triliun, tumbuh 34,97 persen dibanding periode yang sama.

“Patut diapresiasi pertumbuhan sektor pertanian dari waktu ke waktu. Perlahan tapi pasti, pertanian menjadi sebuah jawaban sekalibus harapan dalam membangkitkan ekonomi nasional. BPS pun melaporkan nilai ekspor sektor pertanian pada bulan Juni 2021 mengalami kenaikan 33,04 persen (M-to-M) atau 15,19 persen secara (Y-on-Y),” demikian dikatakan Prima Gandhi di Bogor, Selasa (20/7/2021).

Oleh karena itu, pria yang akrab disapa Gandhi menilai Menteri Pertanian (Mentan) Sayhrul Yasin Limpo berhasil mengejewantahkan arahan Presiden Jokowi betapa strategisnya sektor pertanian saat pandemi seperti sekarang dalam menyelematkan perekonomian nasional. Apalagi, selain capain ekspor, Nilai Tukar Petani (NTP) Januari–Desember 2020 sebesar 101,65 dan hingga Mei 2021, NTP sebesar 103,39 atau meningkat 0,44 persen.

“Siapa bilang kerja Mentan Syahrul tidak berhasil. Ini datanya valid, sehingga menjadi ukuran nyata menilai sebuah kinerja. Menilai kinerja itu jangan asal bunyi, harus bersandar pada data yang jelas,” tegasnya.

Sementara itu, Gandhi menyebutkan di tengah pandemi ini tercatat produksi 2020 ditambah stok awal dan dikurangi konsumsi, memiliki stok beras akhir Desember 2020 sebesar 7,39 juta ton,” paparnya.

Kemudian pada Musim Tanam (MT) I 2021, dikatakan Gandhi, terdapat stok awal 7,39 juta ton, produksi 17,56 juta ton dan konsumsi 14,67 juta ton, sehingga ada stok akhir Juni 10,29 juta ton. Pada MT-II 2021, terdapat stok awal Juli 10,29 juta ton, prognosa produksi 14,25 juta ton dan konsumsi 14,91 juta ton sehingga stok akhir Desember 2021 sebesar 9,63 juta ton.

See also  Badan Litbang Kemendagri Gelar Seminar Bahas Hasil Kajian Konflik Pertanahan

“Dengan melihat data ini, kinerja Kementerian Pertanian di bawah komando Syahrul Yasin Limpo patut dibanggakan karena menjadi satu-satunya sektor yang menyelamatkan pertumbuhan perekonomian di masa pandemi ini. Sehingga sangat disayangkan akan adanya yang gagal paham,” tuturnya.

Berita Terkait

Kementerian PU Tangani Longsor di Jalur Pantai Selatan Tulungagung
Berdayakan Ekonomi Desa, Peternak Ayam Di Parigi Moutong, Sulteng, Dilatih Untuk Lebih Produktif
Pemerintah Siapkan Keppres Pemberhentian Listyo Sigit dari KSP
Kementerian PU Kebut Pemulihan Sanitasi Permanen Pascabencana Tapanuli dan Sibolga
Di Tengah Keterbatasan Guru, TEP Unhas Nyalakan Semangat Belajar Anak Parudongka
Mendes Yandri Siap Dukung Poliran Lewat Program Desa Tematik dan Desa Ekspor
Melayani Sepenuh Hati, Hutama Karya Ajak Pengguna Jalan Jaga Kebersihan Rest Area demi Kenyamanan Bersama
Menteri Dody Susuri 3,5 Km Kali Angke, Instruksikan Normalisasi dan Pelebaran Sungai untuk Kurangi Risiko Banjir

Berita Terkait

Wednesday, 4 November 2026 - 21:32 WIB

Berdayakan Ekonomi Desa, Peternak Ayam Di Parigi Moutong, Sulteng, Dilatih Untuk Lebih Produktif

Wednesday, 4 November 2026 - 13:38 WIB

Pemerintah Siapkan Keppres Pemberhentian Listyo Sigit dari KSP

Monday, 2 November 2026 - 17:50 WIB

Kementerian PU Kebut Pemulihan Sanitasi Permanen Pascabencana Tapanuli dan Sibolga

Monday, 2 November 2026 - 13:12 WIB

Di Tengah Keterbatasan Guru, TEP Unhas Nyalakan Semangat Belajar Anak Parudongka

Sunday, 1 November 2026 - 00:08 WIB

Mendes Yandri Siap Dukung Poliran Lewat Program Desa Tematik dan Desa Ekspor

Berita Terbaru