Cegah Penurunan Fungsi Irigasi, Kementerian PUPR Tingkatkan Sistem Irigasi Way Tebu di Lampung Peninggalan Kolonial Belanda

Wednesday, 15 September 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA) tengah melakukan pekerjaan peningkatan Daerah Irigasi Way Tebu System yang berada di Kabupaten Pringsewu dan Kabupaten Tanggamus Provinsi Lampung.

“Pekerjaan irigasi Way Tebu sejauh ini sudah cukup baik tapi masih perlu dilakukan secara hati-hati, terutama pada lining saluran irigasinya. Perlu diperhatikan kembali tanah dasarnya, kalau tanahnya pasir harus pakai lining,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

Daerah Irigasi Way Tebu System merupakan peninggalan kolonial Belanda yang dibangun pada tahun 1926. Sejak pertama kali dibangun, sistem irigasi tersebut belum pernah mendapat perbaikan menyeluruh. Oleh karena itu, Kementerian PUPR mulai melakukan pekerjaan untuk memperbaiki dan meningkatkan Daerah Irigasi Way Tebu System pada tahun 2019 sampai sekarang guna menghindari penurunan fungsi irigasi. Melalui perbaikan daerah irigasi tersebut meningkatkan pola tanam dari 150 persen menjadi 180 persen dan peningkatan produksi pertanian.

“Daerah irigasi Way Tebu System terbagi menjadi 3 yaitu Irigasi Way Tebu I – II, Irigasi Way Tebu III, dan Irigasi Way Tebu IV. Melihat letaknya, Irigasi Way Tebu IV (dibangun tahun 1938) berada ditengah antara Irigasi Way Tebu I (dibangun tahun 1926) dan Irigasi Way Tebu III (dibangun1927). Irigasi Way Tebu IV terakhir dibangun untuk menambah debit dengan menampung air dari Way Napal disamping suplesi air dari Bendung Way Tebu I dan II . Daya tampung bendung di setiap daerah irigasi bisa mencapai kurang lebih 180 ribu m3. Air dari Way Tebu ini bisa mengalir sampai Sungai Way Sekampung melalui Sungai Way Bulok. Saat ini kinerja Daerah Irigasi Way Tebu Sistem mencapai kurang lebih 80%,” kata Kepala Bidang Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air (PJPA) Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung I Komang Sudana.

See also  Cek Persiapan dan Kesiapan Pilkada Serentak 2024, DPD RI Sambangi Bali

Tiga Daerah Irigasi (D.I) Way Tebu tersebut berfungsi menyediakan air irigasi dengan potensi 5.298 Ha, saat ini fungsionalnyam seluas 4188 Ha. D.I Way Tebu I – II yang dibangun pada tahun 1926 memiliki luas potensi 488 Ha, luas fungsi 488 Ha, dan panjang saluran induk 5200 m. Bendung Way Tebu I – II merupakan bendung tipe tetap dengan konstruksi pasangan batu yang terletak di Pekon Banjar Agung Udik, Kecamatan Pugung, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung. Luas area bendung Way Tebu II kurang lebih 4 Ha. Bendung Way Tebu I – II berfungsi menampung air dari Sungai Way Tebu yang dimanfaatkan untuk pengairan irigasi pada Sistem Daerah Irigasi Way Tebu.

Sedangkan D.I Way Tebu III yang dibangun tahun 1927 memiliki luas potensi 2150 Ha, luas fungsi 1514 Ha, dan panjang saluran induk 4552 m. Bendung Way Tebu III merupakan bendung tipe tetap dengan konstruksi pasangan batu yang terletak di Pekon Bumiratu, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pringsewu Provinsi Lampung. Luas area bendung Way Tebu III sekitar 5 Ha. Bendung Way Tebu III terkoneksi dengan bendung Way Tebu IV melalui saluran induk yang disuplesi ke Way Semah (Bendung Way Tebu III membendung sungai Way Semah), Bendung Tebu Way IV yang terkoneksi dengan Bendung Way Tebu I-II melalui saluran induk yang disuplesi melalui sungai Way Napal, sehingga debit air yang ada pada Bendung Way Tebu III terpengaruh dari bukaan pintu pada Bendung Way Tebu IV dan Bendung Way Tebu I – II.

Terakhir adalah D.I Way Tebu IV yang dibangun tahun 1938 dengan luas potensi 2660 Ha, luas fungsi 2186 Ha, dan panjang saluran induk 6052 m. Bendung Way Tebu IV merupakan bendung tipe tetap dengan konstruksi pasangan batu yang terletak di Pekon Sukawangi, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung. Bendung Way Tebu IV memiliki luas area sekitar 2 Ha. Bendung Way Tebu IV terkoneksi dengan bendung Way Tebu I – II melalui saluran induk yang disuplesi ke sungai Way Napal (Bendung Way Tebu IV membendung sungai Way Napal) sehingga debit air yang ada pada Bendung Way Tebu IV juga tergantung dari bukaan pintu pada Bendung Way Tebu I – II. (*)

Berita Terkait

Pelajar Wonosobo: Indonesia Tak Kekurangan Orang Pintar, Tapi Butuh Integritas.
Dari Lingga, Pelajar Serukan Anak Muda Jangan Jadi Penonton Indonesia Emas
Rakornas Dukcapil 2026, Dukcapil Kepulauan Seribu Sabet Peringkat Tertinggi Capaian IKD
GKR Hemas: RUU Bahasa Daerah Jadi Langkah Strategis Menjaga Warisan Budaya di Era AI
PLN Icon Plus Resmikan Kantor Pelayanan Manado, Perkuat Jangkauan Layanan di Sulawesi Utara
GKR Hemas Gandeng Kemendagri Dorong Percepatan RUU Daerah Kepulauan
Irman Gusman Ajak Perantau Lambah Bangkitkan Ekonomi Nagari
Bayar Pajak Tanpa KTP, Warga Jabar Tetap Diminta Bikin Pernyataan

Berita Terkait

Tuesday, 11 August 2026 - 17:22 WIB

Pelajar Wonosobo: Indonesia Tak Kekurangan Orang Pintar, Tapi Butuh Integritas.

Tuesday, 11 August 2026 - 16:55 WIB

Dari Lingga, Pelajar Serukan Anak Muda Jangan Jadi Penonton Indonesia Emas

Monday, 3 August 2026 - 16:20 WIB

Rakornas Dukcapil 2026, Dukcapil Kepulauan Seribu Sabet Peringkat Tertinggi Capaian IKD

Sunday, 2 August 2026 - 18:19 WIB

GKR Hemas: RUU Bahasa Daerah Jadi Langkah Strategis Menjaga Warisan Budaya di Era AI

Monday, 20 July 2026 - 22:10 WIB

PLN Icon Plus Resmikan Kantor Pelayanan Manado, Perkuat Jangkauan Layanan di Sulawesi Utara

Berita Terbaru

foto ist

News

BNPB Imbau Warga Jauhi Pantai Pascagempa M7,7 di NTT

Saturday, 15 Aug 2026 - 22:56 WIB

Berita Terbaru

Bidik Investasi Rp2.322 T pada 2027, Keminveshil/BKPM Genjot Perizinan

Saturday, 15 Aug 2026 - 22:46 WIB

Ekonomi - Bisnis

Investasi Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi, Target 2027 Capai Rp2.322 Triliun

Saturday, 15 Aug 2026 - 21:12 WIB

Nasional

Menteri PU Kerahkan Alat Berat Tangani Longsoran Pasca Gempa NTT

Saturday, 15 Aug 2026 - 17:03 WIB