Investor Rusia Ditantang Genjot Investasi di Indonesia

Sunday, 26 September 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Kementrian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menantang investor Rusia meningkatkan investasinya di Indonesia. Hal tersebut diutarakan Anggota Komite Investasi Kementerian Investasi/BKPM Rizal Calvary Marimbo, usai melakukan pertemuan dengan beberapa pimpinan dan manajemen Russian Railways dan The Russian Business Counsil (RBC) di Moskow, Rusia, baru-baru ini.

Pihak Russian Railways diwakili Alexander Popov (Deputy Executive Director Russian Railways) dan Dmimitry Alekseev (Head of Directorate Foreign Project Russian Railways). Sedangkan pihak RBC, hadir antara lain Mikhail Kuritsyn (CEO Spectrum Group) dan Alexander Pogoreiskiy (Chairman ICG Investconsult).

“Tadi kita tidak hanya petakan potensi investasi Rusia di Indonesia. Tapi kita tantang juga dia. Jangan mau kalah dari China, Korsel dan negara negara lain,” ujar Rizal, yang hadir di Rusia bersama sejumlah anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dan Bupati Morowali Utara, usai melakukan pertemuan baru baru ini di Moskow.

Rizal mengatakan, secara akulatif, Foreign Direct Investment (FDI) Rusia dari 2016 hingga 2021 hanya sebesar USD 46,82 juta. FDI Rusia tersebar di lima sektor yakni industri kimia dan farmasi, hotel dan restoran, real estates, perdagangan dan layanan dan lain-lain. Rentang 2016 hingga 2021, Rusia berinvestasi di wilayah Bali dan Nusa Tenggara, Sumatra, Jawa dan Kalimantan. “Sebesar 57 3 % investasi Rusia di Bali dan Nusa Tenggara, Sumatra 34%, Jawa hanya 7,3 %, Sulawesi 2 4%, ” ucap Rizal.

Rusia saat ini menempati peringkat 39, FDI di Indonesia. Dengan posisi tersebut, posisi Rusia masih tertinggal dalam hal FDI di Indonesia dibandingkan dengan beberapa negara Eropa lainnya seperti Belanda dan Swiss.

Rizal mengatakan, pihaknya optimis investasi Rusia akan berkembang ke depan, mengingat berbagai reformasi yang telah dilakukan untuk mempermudah kemudahan berusaha dan berinvestasi. Pihaknya juga mensosialisasikan UU Cipta Kerja, Sentralisasi Perizinan, Kebijakan insentif dan fasilitas fiskal serta perbaikan lainnya di era kepemimpinan Menteri Bahlil Lahadalia.”Arahan Pak Menteri Bahlil, bahwa perbaikan iklim investasi dilakukan secara sistematis, terarah  dan fundamental dilakukan di Tanah Air. Dan ini memang yang investor tunggu-tunggu,” ucap Rizal.

See also  Respon Perubahan Iklim, Kilang Kasim Dorong Ketahanan Pangan melalui Pertanian Berkelanjutan

Rizal mengatakan, investor Rusia tertarik berinvestasi di sektor infrastruktur dan energi. “Utamanya mereka banyak tanya tanya soal prospek Kereta Api di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua serta kelistrikan pembangkit tenaga nuklir,” ucap Rizal.(*)

Berita Terkait

Menteri Rosan: Kolaborasi Riset dan Industri Jadi Kunci Hilirisasi Bernilai Tambah
Danantara Resmi Satukan Hotel-Hotel BUMN
OJK Terbitkan POJK Financial Influencer, Perkuat Perlindungan Konsumen
Wamen Investasi Percepat Proyek Bioetanol di Lampung
Harga Emas Antam Turun Rp31 Ribu Jadi Rp2,754 Juta per Gram
BRI Gandeng Syailendra Capital di BRImo
Dua Mesin Ekonomi Digeber, Pemerintah Paksa Perbankan Salurkan Kredit
BTN-KAI Kembangkan 5.400 Hunian TOD di Kawasan Strategis

Berita Terkait

Sunday, 28 June 2026 - 21:19 WIB

Menteri Rosan: Kolaborasi Riset dan Industri Jadi Kunci Hilirisasi Bernilai Tambah

Wednesday, 24 June 2026 - 18:23 WIB

OJK Terbitkan POJK Financial Influencer, Perkuat Perlindungan Konsumen

Wednesday, 10 June 2026 - 14:25 WIB

Wamen Investasi Percepat Proyek Bioetanol di Lampung

Thursday, 28 May 2026 - 14:43 WIB

Harga Emas Antam Turun Rp31 Ribu Jadi Rp2,754 Juta per Gram

Tuesday, 26 May 2026 - 23:17 WIB

BRI Gandeng Syailendra Capital di BRImo

Berita Terbaru