Kemen PPPA Bersama Tokopedia Gelar Pelatihan Bisnis Online

Friday, 22 October 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) bekerja sama dengan Tokopedia kembali menggelar pelatihan penguatan kapasitas perempuan pelaku usaha. Pelatihan yang dilaksanakan sebagai tindaklanjut dari perjanjian kesepakatan bersama Kemen PPPA bersama Tokopedia ini, bertujuan untuk memperkuat pemberdayaan ekonomi perempuan pelaku usaha dalam mendukung pemulihan perekonomian keluarga yang berdampak pada perekonomian bangsa di tengah pandemi Covid-19.

“Pelatihan bisnis online ini, merupakan bentuk sinergi kerjasama pemerintah dengan pihak swasta, dalam hal ini Tokopedia yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas perempuan. Upaya ini mengacu pada komitmen global untuk mempercepat kesetaraan gender khususnya melalui penguatan ketahanan ekonomi yaitu CEDAW, Beijing Declaration and Platform for Actions, tujuan kelima SDGs, maupun komitmen nasional untuk mendukung agenda utama pembangunan bangsa dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024,” jelas Deputi Bidang Kesetaraan Gender Kemen PPPA, Lenny N. Rosalin dalam acara Pelatihan ‘Mencapai Pemberdayaan: Langkah Memulai Bisnis Online Bersama Tokopedia’ yang dilaksanakan secara virtual (21/10).

Lenny menjelaskan terdapat tiga indeks yang mengukur keterlibatan perempuan dalam pembangunan nasional, yaitu Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Indeks Pembangunan Gender (IPG), dan Indeks Pemberdayaan Gender (IDG). Berdasarkan data dari tren ketiga indeks ini, menunjukkan masih tingginya kesenjangan gender di Indonesia, khususnya di bidang ekonomi. Tingkat partisipasi angkatan kerja perempuan juga 30 persen lebih rendah dibandingkan dengan partisipasi angkatan kerja laki-laki. Hal ini menegaskan belum banyak perempuan yang produktif secara ekonomi.

“Padahal penguatan ekonomi merupakan salah satu entry point untuk melakukan intervensi dalam mencapai kesetaraan gender di Indonesia. Untuk itu, Kemen PPPA menjalankan lima program prioritas yang merupakan arahan Presiden RI, Joko Widodo, salah satunya meningkatkan pemberdayaan ekonomi perempuan melalui kewirausahaan berperspektif gender. Upaya ini juga diharapkan dapat menangani berbagai permasalahan lainnya yang juga menjadi program prioritas Kemen PPPA, yaitu meningkatkan peran ibu dan keluarga dalam pengasuhan dan pendidikan anak, menurunkan kekerasan terhadap perempuan dan anak, menurunkan pekerja anak, dan mencegah perkawinan anak,” tegas Lenny.

See also  Pembangunan Fasilitas Observasi/ Penampungan/Isolasi untuk Pengendalian Infeksi Penyakit Menular di Pulau Galang Ditargetkan Rampung 28 Maret 2020

Lenny menambahkan pandemi Covid-19 telah memperparah kesenjangan gender, hampir 1.200 industri rumahan (IR) mengalami penurunan usaha, kecuali perempuan pelaku usaha yang bisa beradaptasi lebih elastis dan mampu berinovasi menggencarkan bisnis mereka secara online. Hasil survei UN Women juga melansir bahwa 86 persen perempuan pelaku usaha terkena dampak negatif Covid-19, bahkan 34 persen harus menutup usahanya karena sulit bertahan.

“Untuk itu, diperlukan peningkatan kemampuan pelaku usaha misalnya dalam memasarkan produk secara online. Covid-19 mendorong semua proses usaha yang serba go-digital. Platform digital inilah yang menjadi peran kunci dalam membantu perempuan pelaku usaha ultra mikro, mikro, maupun usaha kecil dapat menyelamatkan usahanya di masa pandemi,” tutur Lenny.

Lenny mengungkapkan sekitar 54 persen perempuan pelaku usaha yang mendominasi usaha online di masa pandemi, mampu beradaptasi dan lebih elastis dengan berpindah profesi dan berpindah produk, namun strategi ini seringkali tidak dapat berjalan optimal khususnya bagi perempuan pelaku usaha di pedesaan, karena terbatasnya pelatihan offline dan jaringan internet di desa.

“Salah satu kendala infrastruktur inilah yang memerlukan aksi khusus dan telah menjadi agenda Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk memperkuat infrastruktur di daerah 3T (terdepan, terpencil dan tertinggal) di Indonesia. Kemen PPPA juga terus berinovasi dengan memperhatikan data yang ada, agar dapat lebih memfokuskan dan menetapkan prioritas,” jelas Lenny.

Lebih lanjut, Lenny menyampaikan terima kasih kepada Tokopedia yang sudah membantu pemerintah dan perempuan Indonesia agar lebih berdaya. “Ini bentuk sinergi nyata antara pemerintah dan dunia usaha. Semoga pelatihan ini menunjukkan hasil menggembirakan, memberikan dampak positif, membantu sebanyak mungkin perempuan, serta mengangkat ekonomi mereka yang akan berdampak pada ekonomi keluarga, sekaligus turut mengurangi kesenjangan gender di bidang ekonomi,” pungkas Lenny.

See also  ASN Balai TANAGUPA Raih Ashton Award for Student Research 2020

Pada kesempatan yang sama. Head of PPGR Tokopedia Hilmi Adrianto menyambut baik terselenggaranya pelatihan sebagai bentuk kerjasama Tokopedia dengan Kemen PPPA dalam mendorong pemberdayaan ekonomi perempuan untuk mendukung bangkitnya perekonomian bangsa Indonesia. “Tokopedia memiliki visi yang sama dengan Kemen PPPA yaitu mendukung pemerataan ekonomi dan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas di seluruh lapisan masyarakat, baik laki-laki maupun perempuan dari segala usia. Hal ini merupakan sebuah kesempatan yang bisa dilakukan bersama-sama untuk membangkitan perekonomian Indonesia,” jelas Hilmi.

Hilmi menambahkan Tokopedia memiliki tujuan untuk menciptakan ekonomi yang inklusif, tidak hanya bagi kalangan tertentu tapi juga seluruh lapisan masyarakat. “Untuk itu, melalui pelatihan ini, kami harap dapat membantu perempuan pelaku usaha lokal di berbagai daerah agar dapat mandiri secara ekonomi, dan secara jangka panjang mewujudkan pemerataan ekonomi di Indonesia,” terang Hilmi.

Sementara itu, Senior Corporate Social Responsibility Tokopedia, Fardhan Ramzy menyampaikan beberapa cara yang dapat dilakukan untuk memulai bisnis impinan melalui online, tentunya harus diawali dengan semangat untuk memulai saja dulu, dengan begitu para pelaku usaha khususnya perempuan pelaku usaha dapat melihat peluang besar yang tersedia dari bisnis online tersebut. Adapun materi pelatihan yang disampaikan terkait apa saja hal-hal yang perlu dipersiapkan untuk memulai berjualan online, tips penting untuk memulai berjualan online, dan tips dalam mengembangkan toko online.

Berita Terkait

Teknologi AR/VR di Hutama Karya Mengantar Pengawasan Proyek ke Fase Baru
Mendes Hadiri Penyembelihan Kurban Seribu Domba di Serang
Menteri Dody Apresiasi Dukungan Danantara dan TNI untuk Percepatan Sekolah Rakyat
321 Ribu Kendaraan Tinggalkan Jabotabek Saat Libur Iduladha
Hutama Karya Siaga Libur Panjang, Trafik Tol Trans Sumatera Dipantau Padat
Meningkat Setiap Tahun, Hutama Karya Salurkan Hewan Kurban pada Momentum Idul Adha 1447 H
Perempuan Indonesia Maju Perkuat Jejaring Global, Kukuhkan Pengurus PIM Amerika Serikat.
Perkuat Koordinasi Lintas Sektor, Menteri Dody Targetkan Sekolah Rakyat Tahap II Fungsional Juli 2026

Berita Terkait

Friday, 29 May 2026 - 13:49 WIB

Teknologi AR/VR di Hutama Karya Mengantar Pengawasan Proyek ke Fase Baru

Friday, 29 May 2026 - 01:32 WIB

Mendes Hadiri Penyembelihan Kurban Seribu Domba di Serang

Friday, 29 May 2026 - 01:30 WIB

Menteri Dody Apresiasi Dukungan Danantara dan TNI untuk Percepatan Sekolah Rakyat

Thursday, 28 May 2026 - 14:30 WIB

321 Ribu Kendaraan Tinggalkan Jabotabek Saat Libur Iduladha

Wednesday, 27 May 2026 - 23:19 WIB

Hutama Karya Siaga Libur Panjang, Trafik Tol Trans Sumatera Dipantau Padat

Berita Terbaru

Berita Utama

Indonesia Resmi Gabung Kampanye Digital Global 50-in-5

Friday, 29 May 2026 - 16:48 WIB

News

Libur Iduladha, 469 Ribu Kendaraan Tinggalkan Jabotabek

Friday, 29 May 2026 - 16:45 WIB

foto ist

Megapolitan

HBKB 31 Mei Ditiadakan Saat Waisak 2570

Friday, 29 May 2026 - 16:40 WIB