KPK Dorong Upaya Pemangkasan Waktu dan Biaya di Pelabuhan

Monday, 15 November 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Untuk menghindari adanya penyimpangan, ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri mengajak berbagai pihak untuk bersama-sama mengupayakan pemangkasan waktu dan biaya di pelabuhan agar seluruh arus barang, arus logistik terjamin tepat waktu, dan tepat sasaran dengan biaya yang sangat efisien.

“Dari kajian KPK melalui Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Staranas PK), kami mengidentifikasi bahwa peran dan fungsi yang terpenting dalam pengelolaan kawasan pelabuhan terbagi menjadi 3 kelompok persoalan. Pertama adalah peran pemerintah dimana instansi pemerintah mengeluarkan peraturan dalam hal ini adalah port of regulator. Kedua port of operator karena ini terkait dengan BUMN, BUMD dan kawan-kawan kalangan swasta, yang ketiga adalah port of communities yaitu pelaku usaha jasa pelabuhan,” jelas Firli saat membuka kegiatan Webinar Bincang Stranas PK bertema “Memangkas Waktu dan Biaya di Pelabuhan” Kamis kemarin (11/11).

Acara Bincang Stranas PK ini dibuka langsung oleh Ketua KPK selaku Tim Nasional Pencegahan Korupsi Firli Bahuri dan menghadirkan Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi  Luhut Binsar Pandjaitan, Deputi Bidang Pencegahan dan Monitoring KPK selaku Koordinator Pelaksana Stranas PK Pahala Nainggolan dan Direktur Utama PT. Pelabuhan Indonesia Arif Suhartono serta Dirjen Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan Arif Toha Tjahjagama.

Kajian Stranas PK pada periode tahun 2021-2022 menemukan bahwa tingginya biaya logistik di Indonesia dipicu oleh banyak faktor. Salah satunya di kawasan pelabuhan. Birokrasi dan layanan di pelabuhan laut yang tidak terintegrasi dan tumpang tindih termasuk banyaknya instansi pemerintah yang terlibat, diperburuk dengan koordinasi yang tidak berjalan yang berujung pada inefisiensi. Stakeholders pelabuhan laut mengeluhkan banyaknya praktik suap karena pelayanan yang tidak berbasis sistem informasi teknologi, sehingga rendahnya transparansi dan akuntabilitas dalam proses operasionalnya. Belum lagi hilangnya potensi penerimaan negara bukan pajak (PNBP) karena sistem yang masih manual pada beberapa titik.

See also  KPK Kembali Tahan Tersangka Penerima Suap Proyek di Papua

Sebelumnya Data Asosiasi Logistik Indonesia tahun 2020 menunjukkan biaya logistik di Indonesia mencapai 26.4% dari total Produk Domestik Bruto (PDB), yang tergolong biaya logistik tinggi. Perbandingan dengan negara lain terlihat dari rendahnya peringkat Indonesia di Logistic Performance Index yang dikeluarkan oleh World Bank tahun 2018 dimana Indonesia berada di rangking 46 dari 160 negara.

Firli menambahkan setidaknya ada empat permasalahan yang ditemukan oleh Tim Stranas PK di Pelabuhan diantaranya, pertama masih ditemukan Otoritas Pelabuhan dan Kesyahbandaran yang tidak menggunakan sistem aplikasi INAPORTNET dalam pemberian layanan, yang mengakibatkan hilangnya potensi penerimaan negara bila proses layanan jasa kepelabuhanan tidak terlaporkan ke dalam sistem. Kedua masih ditemukan pemberian layanan jasa kepelabuhanan yang tidak direkam ke dalam sistem (manual) dan tidak sesuai yang dibayarkan oleh pengguna jasa

“Selanjutnya adalah masih ditemukan ketidaksesuaian kebutuhan, kualifikasi, kelembagaan, dan proses implementasi kerja pada proses bongkar muat di pelabuhan. Hal ini tidak hanya merugikan pengguna jasa tetapi juga merugikan tenaga kerja bongkar muat itu sendiri sebagai akibat dari panjangnya birokrasi dalam pemberian layanan jasa bongkar muat. Terakhir masih ditemukan layanan jasa kepelabuhanan yang belum terintegrasi satu sama lain (seperti layanan karantina) dan belum tersedia 24/7 sebagai akibat dari keterbatasan SDM,” ungkap Firli.

Menanggapi paparan tersebut, Luhut menyampaikan bahwa pihaknya mendapat laporan masih terdapat sistem pelayanan yang tumpang tindih karena adanya dual system interinaportnait, SOP dan pelayanan kapal barang di pelabuhan.

“Kemarin dalam rapat itu kami sepakati bahwa ini sumber korupsi yang besar, jadi saya minta Pak Firli beserta jajaran di KPK bersama kami bekerjasama bahu-membahu mengatasi ini. Kita bisa buat satu sistem kedepannya. Selain itu Presiden juga memerintahkan supaya dilakukan efisiensi di semua pelabuhan dan kita akan lakukan dengan digitalisasi serta menindak tegas pihak-pihak yang tidak perform,” ujar Luhut.

See also  Penyerahan Tahap 2 Kasus Perdagangan Kura-Kura Moncong Babi (Carettochelys insculpta)

Firli menyambut baik komitmen berbagai pihak dalam mengupayakan pemangkasan waktu dan biaya di pelabuhan, “Ini adalah tugas kita bersama dan saya berharap melalui forum ini strategi nasional pencegahan korupsi bisa kita optimalkan sehingga pelayanan jadi mudah, waktu semakin pendek, biaya semakin murah, sehingga kita mampu menanamkan investasi untuk negara kita,” pungkasnya.

Berita Terkait

Kasus Ijazah Palsu, Wagub Babel Hellyana Diberhentikan Sementara
Disorot Ombudsman, Perabotan Lapas Cibinong Dicopot
Hakim Banding Pangkas Vonis Nadiem Makarim Jadi 9 Tahun
Operasi ODOL Digelar, 46 Truk Diperiksa, 12 Kena Tilang
Bank Mandiri Buka Blokir Rekening Aktivis Pati Botok
Mas Botok Dibawa Polisi dari Depan DPR, Warga Sempat Kepung Petugas
OTT KPK Bongkar Dugaan Korupsi Penerimaan Mahasiswa Baru Unsoed
KPK Tahan Eks Pejabat Pajak, Tersangka Gratifikasi di Lingkungan DJP

Berita Terkait

Tuesday, 29 September 2026 - 17:16 WIB

Kasus Ijazah Palsu, Wagub Babel Hellyana Diberhentikan Sementara

Monday, 28 September 2026 - 22:17 WIB

Disorot Ombudsman, Perabotan Lapas Cibinong Dicopot

Thursday, 24 September 2026 - 18:24 WIB

Hakim Banding Pangkas Vonis Nadiem Makarim Jadi 9 Tahun

Friday, 28 August 2026 - 15:30 WIB

Operasi ODOL Digelar, 46 Truk Diperiksa, 12 Kena Tilang

Wednesday, 26 August 2026 - 17:05 WIB

Bank Mandiri Buka Blokir Rekening Aktivis Pati Botok

Berita Terbaru

Berita Utama

Mendes Yandri Minta Pendamping Desa Jadi Agen Perlindungan Sosial

Wednesday, 30 Sep 2026 - 22:54 WIB

Berita Utama

ITPLN Luncurkan Tiga Buku Ajar untuk Perkuat Kampus Transisi Energi

Wednesday, 30 Sep 2026 - 12:59 WIB