Pemberdayaan Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim pada Fase Baru

Wednesday, 29 December 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Di dalam COP26 UNFCCC Glasgow, para negosiator dari negara-negara UNFCCC, berhasil menyelesaikan perundingan untuk menyepakati berbagai hal, khususnya Paris Rules Book. Dokumen ini menjadi petunjuk pelaksanaan implementasi Perjanjian Paris dalam berbagai lini, termasuk dalam Pengelolaan Hutan Lestari.

Dari perspektif perubahan iklim, Indonesia yang mempunyai luas wilayah dan letaknya yang strategis, termasuk potensi kawasan hutannya, dinilai sangat penting dalam upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim global. Dengan kekayaan sumber daya alam berupa hutan, laut, mineral, energi, gambut dan sebagainya, potensi serapan dan simpanan karbon Indonesia sangat luar biasa.

“Sehingga harapannya dengan pengelolaan hutan lestari, kita dapat berkontribusi, termasuk penyelesaian solusi perubahan iklim global khususnya dalam mengejar target Paris Agreement,” ujar Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Lestari (PHL) KLHK Agus Justianto saat Webinar Indonesia Climate Change Virtual Expo (ICCVE) Seri IV, yang digelar secara virtual di Jakarta, Selasa (28/12/2021).

Terkait hal tersebut, Agus menyampaikan pihaknya telah menyusun strategi implementasi pengelolaan hutan lestari dalam mencapai ketahanan perubahan iklim.

Ditjen PHL turut berkontribusi pada kegiatan aksi pencapaian target NDC melalui penerapan praktik pengelolaan hutan lestari pada Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH), khususnya penerapan teknik SILIN dan Reduced Impact Logging-Carbon (RIL-C). Melalui PBPH ini, para pihak termasuk investor dan masyarakat diberikan kesempatan untuk bisa mengikuti skema perizinan multiusaha.

“Melalui multiusaha kehutanan, diharapkan dapat mendukung efisiensi pemanfaatan hutan dan memberikan kontribusi positif terhadap target NDC,” kata Agus.

Pada webinar dengan tema “Aksi Pemberdayaan Menuju Adaptasi Fase (Normal) Baru” ini, Penasehat Senior Menteri LHK Sarwono Kusumaatmadja menjelaskan variabel-variabel pokok atau kondisi terkini yang sedang melanda dunia. Perubahan iklim menjadi salah satu variabel yang perlu diantisipasi pada fase (normal) baru kehidupan manusia ke depan. Variabel lainnya yaitu situasi pandemi yang belum pasti kapan berakhir, interaksi kekuatan besar dunia yang sedang berubah, dan perkembangan teknologi digital serta kecerdasan buatan.

See also  Selamat Menempuh Hidup Baru Wahyu

“Fenomena-fenomena ini harus kita persiapkan dan menjadi perhatian di masa depan. Dinamika yang beragam ini juga menciptakan situasi VUCA (volatile, uncertain, complex and ambiguous/bergejolak, tidak pasti, kompleks, dan ambigu),” terangnya.

Menurut Sarwono, untuk menghadapi apa yang sedang terjadi, dan dapat terlepas dari gejala VUCA ini, tidak cukup hanya mengandalkan komunitas sains, dunia usaha, dan pemerintah, terutama kaitannya dengan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim. Kondisi saat ini, mengharuskan bentuk-bentuk partisipasi yang sama sekali baru, yang mempunyai tujuan sangat tajam dan melibatkan masyarakat hingga ke tingkat tapak.

Lebih lanjut, Sarwono mengungkapkan dalam upaya mencari solusi pengendalian perubahan iklim, seringkali dihadapkan pada pilihan dan kemungkinan yang tidak terbatas. Oleh karena itu, kita harus menciptakan kemungkinan dan solusi baru, yang merupakan bagian dari adaptasi, yang dapat diterapkan dalam satuan sosial yang compact atau kecil. Selain itu, bagaimana kita fokus agar mampu memenuhi kebutuhan pokok manusia untuk bertahan hidup yaitu makanan (food) dalam arti luas, energi (energy) dan air (water).

“Mari kita menyesuaikan diri, untuk tidak menyerah terhadap keruwetan zaman sekarang. Kita bangkitkan kiat-kiat untuk keluar dari suasana VUCA ini, dengan adaptasi fase (normal) baru di tingkat akar rumput,” ujar Sarwono.

Selanjutnya, Senior Advisor Yayasan Kehati, Diah Suradiredja menyampaikan bagaimana konteks normal baru di era post-pandemi ini, berkaitan dengan generasi muda. Diah juga menjelaskan upaya pelibatan generasi muda dalam konteks keanekaragaman hayati supaya lestari, dan bisa mendukung pembangunan berkelanjutan, melalui Biodiversity Warriors.

Yayasan Kehati menginisiasi Biodiversity Warriors, gerakan anak muda yang bertujuan memopulerkan keanekaragaman hayati Indonesia dari segi keunikan, pelestarian, pemanfaatan secara berkelanjutan, baik melalui aksi nyata maupun dunia maya.

See also  Kunci Optimalisasi Otsus untuk Kesejahteraan Rakyat di Papua dan Papua Barat

“Biodiversity Warriors telah menjadi sebuah gerakan pemberdayaan kaum muda menuju adaptasi fase baru. Pemikiran, karya, dan aksi mereka di lapangan telah memberikan pembelajaran dan keyakinan bahwa Indonesia dapat mencapai FoLU Net Sink 2030,” katanya.

Forum webinar ini juga memberikan porsi kepada dunia usaha dan korporasi dalam mempresentasikan program kerja dan kebijakannya. Dari unsur korporasi disampaikan oleh Ardi Nugroho, Kabid Pengembangan
Teknologi Kelistrikan PT. PEMBANGKITAN JAWA BALI, yang mengetengahkan materi “Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim Dalam Upaya Transisi Energi Bersih (Energy Transition Mechanism)”. Sementara dari dunia usaha disampaikan oleh Fitrawan Yusran–Environment and Sustainability Development SAMPOERNA KAYOE dengan tema “Pemberdayaan Perubahan Iklim Terpadu: Pengelolaan Hutan Lestari & Hutan Rakyat”.

Berita Terkait

Syukuran HUT Ke-22 DPD RI Bersama OKD Sulut
DPD RI Dorong Diplomasi Parlemen Perkuat Kepentingan Daerah melalui FSAT
Tepat Waktu dan Bermutu, Hutama Karya Tuntaskan Pekerjaan Tanggap Darurat Sumber Daya Air di Aceh
DPD RI Perjuangkan RUU Daerah Kepulauan, Hentikan Ketimpangan Layanan Pendidikan dan Kesehatan
Inventarisasi Masalah di Lampung Demi Perubahan UU Perlindungan Nelayan
Pelajar Wonosobo: Indonesia Tak Kekurangan Orang Pintar, Tapi Butuh Integritas.
Dari Lingga, Pelajar Serukan Anak Muda Jangan Jadi Penonton Indonesia Emas
Rakornas Dukcapil 2026, Dukcapil Kepulauan Seribu Sabet Peringkat Tertinggi Capaian IKD

Berita Terkait

Sunday, 11 October 2026 - 10:24 WIB

Syukuran HUT Ke-22 DPD RI Bersama OKD Sulut

Friday, 25 September 2026 - 14:45 WIB

DPD RI Dorong Diplomasi Parlemen Perkuat Kepentingan Daerah melalui FSAT

Thursday, 24 September 2026 - 16:30 WIB

Tepat Waktu dan Bermutu, Hutama Karya Tuntaskan Pekerjaan Tanggap Darurat Sumber Daya Air di Aceh

Thursday, 10 September 2026 - 16:21 WIB

DPD RI Perjuangkan RUU Daerah Kepulauan, Hentikan Ketimpangan Layanan Pendidikan dan Kesehatan

Monday, 7 September 2026 - 13:56 WIB

Inventarisasi Masalah di Lampung Demi Perubahan UU Perlindungan Nelayan

Berita Terbaru

Suroso Isnandar / foto ist

Energy

Tongkat Estafet Dirut PLN Beralih ke Suroso Isnandar

Wednesday, 14 Oct 2026 - 21:51 WIB

Olahraga

FIVB Gelar Kursus Pelatih Level I dan II di Sentul

Wednesday, 14 Oct 2026 - 17:15 WIB