Terapkan Keadilan Restoratif, Kejari Sleman Hentikan Penuntutan Tiga Perkara

Thursday, 3 February 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Sepanjang tahun 2021 Kejari Sleman ternyata telah menghentikan penuntut terhadap tiga perkara tindak pidana umum. Alasannya, penghentian ini berdasarkan keadilan restoratif atau restorative justice (RJ).

“Tiga perkara yang dihentikan penuntutannya tersebut terjadi pada bulan Februari dan September 2021,” kata Kepala Kajari Sleman Bambang Marsana didampingi Kasi Pidum Kejari Sleman Andika Romadona kepada TIMES Indonesia di kantornya, Rabu (2/2/2022).

Tiga perkara itu adalah kasus kecelakaan lalu lintas dengan korban mengalami luka-luka berat. Pelaku dinilai melanggar Pasal 310 ayat (3) UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Kemudian, perkara tindak pidana penganiayaan dengan korban mengalami luka-luka. Pelaku dinilai melanggar Pasal 351 ayat (1) KUHP. Ketiga adalah perkara penganiayaan secara bersama-sama, sang pelaku di sangka melanggar pasal 351 ayat (1) KUHP Jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

“Tentu, penghentian penuntutan ini sesuai perundang-undangan yang berlaku. Tidak asal dihentikan,” tandas Bambang.

Bambang menerangkan, Keadilan Restoratif yang diterapkan Kejari Sleman sesuai dengan Peraturan Kejaksaan RI Nomor 15 Tahun 2020 tertanggal 21 Juli 2020 tentang Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif. Bahwa, penuntutan dapat dilakukan apabila pelaku belum pernah dipidana (bukan residivis) dan ancaman pidana tidak lebih dari 5 (lima) tahun. “Juga nilai kerugian yang diderita korban di bawah Rp2,5 juta,” papar Bambang.

Bambang menerangkan, Keadilan Restoratif yang diterapkan Kejari Sleman sesuai dengan Peraturan Kejaksaan RI Nomor 15 Tahun 2020 tertanggal 21 Juli 2020 tentang Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif. Bahwa, penuntutan dapat dilakukan apabila pelaku belum pernah dipidana (bukan residivis) dan ancaman pidana tidak lebih dari 5 (lima) tahun. “Juga nilai kerugian yang diderita korban di bawah Rp2,5 juta,” papar Bambang.

See also  Tim Tabur Kejati Kalteng Bersama Kejari Katingan Amankan Wanto Sripo Buronan Kasus Korupsi Rp 1,1Miliar

Selain itu, penghentian penuntutan juga atas kesepakatan perdamaian antara pelaku dan korban. Nah, Jaksa Penuntut Umum berperan sebagai fasilitator yang tidak memihak kepada salah satu pihak.

“Penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif diprioritaskan terhadap masyarakat miskin untuk menjamin tegaknya rasa keadilan masyarakat,” terang Bambang.

Kasi Pidum Kejari Sleman, Andika Romadona menambahkan sebelum menerbitkan surat penghentikan penuntutan, terlebih dahulu jaksa meneliti berkas perkara. Kemudian, jaksa meneliti apakah perkara dimaksud memenuhi syarat untuk dilakukan penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif.

Setelah dilakukan penerimaan tersangka dan barang bukti dari tim penyidik, tahap berikutnya jaksa melakukan upaya perdamaian. Proses perdamaian antara tersangka dan korban dilakukan di Kantor Kejaksaan Negeri Sleman dan dihadiri oleh kedua belah pihak tersangka, korban dan keluarganya. Juga ada tokoh masyarakat dan tokoh agama serta Jaksa Penuntut Umum (JPU) selaku fasilitator atau mediator.

“Apabila terwujud kesepakatan perdamaian diantara para pihak, maka Kepala Kejaksaan Negeri melaporkan hal tersebut kepada Kepala Kejaksaan Tinggi, untuk selanjutnya dilaksanakan ekspose secara virtual dengan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum),” jelas Andika.

Nah, apabila usulan penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif disetujui Jampidum. Maka, Kepala Kejaksaan Negeri menerbitkan Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan.

Dengan adanya kebijakan penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restroatif ini, lanjut Andika, maka sudah ada tiga mekanisme penghentian penuntutan, disamping penghentian penuntutan demi hukum serta pengesampingan perkara demi kepetingan umum (seponering).

Mekanisme RJ merupakan salah satu dari tujuh Prioritas Program Jaksa Agung RI tahun 2021, yakni prioritas kelima, penegakan hukum yang berkeadilan, serta memberikan kemanfaatan, khususnya dalam upaya memulihkan korban kejahatan dan memperbaiki pelaku.

Kajari Sleman Bambang Marsana kembali mengingatkan, keberadaan Peraturan Kejaksaan Nomor 15 tahun 2020 tersebut sebagai paradigma baru dari model penyelesaian perkara pidana yang sudah lama ditunggu dan diharapkan masyarakat kecil.

See also  Operasi Gabungan Tangkap Pelaku Perdagangan Ilegal Satwa Dilindungi Senilai Rp 6,3 Milyar di Aceh

Kedepan, Kejari Sleman akan terus melanjutkan pelaksanaan penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif terhadap perkara yang memenuhi syarat.

Sebagaimana diberitakan, sepanjang tahun 2021 Kejagung RI telah menghentikan pentuntutan sebanyak 53 kasus. Diantaranya penghentian penuntutan tiga perkara oleh Kejari Sleman dalam rangka menerapkan keadilan restoratif.(*)

Berita Terkait

Kejagung Tetapkan Febrie Adriansyah Tersangka TPPU
KPK OTT Bupati Sukoharjo, Diduga Peras OPD dan Potong Insentif Pegawai
Febrie Adriansyah Jadi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi dan TPPU PT ASABRI
OJK Sita 41 Aset Terkait Dugaan Tindak Pidana Perbankan Syariah di BPRS GP
Kejagung Tetapkan Tiga Eks Pejabat BGN Tersangka Korupsi MBG
Pertamina Dukung Penegakan Hukum Penyalahgunaan BBM dan Elpiji
Kementerian PU Tegaskan Sikap Kooperatif dan Hormati Proses Hukum
Satgas Sikat Tambang Ilegal, 1.699 Hektare Lahan PT AKT Diselamatkan

Berita Terkait

Saturday, 25 July 2026 - 09:19 WIB

Kejagung Tetapkan Febrie Adriansyah Tersangka TPPU

Monday, 13 July 2026 - 22:59 WIB

KPK OTT Bupati Sukoharjo, Diduga Peras OPD dan Potong Insentif Pegawai

Saturday, 11 July 2026 - 18:23 WIB

Febrie Adriansyah Jadi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi dan TPPU PT ASABRI

Monday, 22 June 2026 - 17:04 WIB

OJK Sita 41 Aset Terkait Dugaan Tindak Pidana Perbankan Syariah di BPRS GP

Thursday, 4 June 2026 - 00:04 WIB

Kejagung Tetapkan Tiga Eks Pejabat BGN Tersangka Korupsi MBG

Berita Terbaru

Ekonomi - Bisnis

Transformasi BUMN Dikebut, Dony Oskaria Matangkan Roadmap Lima Tahun

Monday, 3 Aug 2026 - 16:56 WIB

Nasional

Menkeu Kantongi Tugas Khusus, Duit Sekolah Rakyat Siap!

Monday, 3 Aug 2026 - 16:50 WIB

Berita Utama

Dirut Bulog Ajak Penggilingan Padi Perkuat Mutu Beras Nasional

Monday, 3 Aug 2026 - 16:39 WIB