Kejagung Tetapkan Tiga Eks Pejabat BGN Tersangka Korupsi MBG

Thursday, 4 June 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

foto ist

foto ist

daelpos.com — Kejaksaan Agung resmi menetapkan tiga mantan pejabat Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) periode 2025–2026. Penetapan tersangka tersebut diumumkan setelah tim penyidik menemukan adanya dugaan penyimpangan dalam pengelolaan anggaran program strategis nasional tersebut.

Tiga mantan pejabat yang ditetapkan sebagai tersangka masing-masing adalah mantan Kepala BGN Dadan Hindayana (DH), mantan Wakil Kepala BGN Bidang Pengembangan Organisasi dan Dukungan Kelembagaan Lodewyk Pusung (LP), serta mantan Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi Sony Sonjaya (SS).

Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) menjelaskan, ketiganya diduga memiliki peran berbeda dalam proses pengadaan, pengelolaan anggaran, hingga pelaksanaan program MBG yang menimbulkan kerugian negara dalam jumlah besar.

“Penyidik telah menemukan alat bukti yang cukup untuk menetapkan tiga orang sebagai tersangka terkait dugaan tindak pidana korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis pada Badan Gizi Nasional tahun anggaran 2025–2026,” ujar sumber di lingkungan Kejaksaan Agung, Selasa (3/6).

Program MBG sebelumnya digadang-gadang sebagai salah satu program prioritas pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi anak sekolah dan menekan angka stunting nasional. Namun dalam pelaksanaannya, penyidik menemukan sejumlah dugaan penyimpangan, mulai dari penggelembungan anggaran, pengadaan barang yang tidak sesuai spesifikasi, hingga distribusi bantuan yang diduga tidak tepat sasaran.

Berdasarkan hasil penyidikan sementara, dugaan korupsi tersebut terjadi dalam beberapa proyek pengadaan bahan makanan, kerja sama distribusi, serta pengadaan fasilitas penunjang program MBG di berbagai daerah. Penyidik menduga terdapat praktik pengaturan pemenang proyek dan penyalahgunaan kewenangan yang dilakukan secara sistematis.

Dalam proses penyidikan, Kejaksaan Agung telah memeriksa puluhan saksi dari unsur pejabat BGN, pihak swasta, vendor pengadaan, hingga sejumlah penerima manfaat program. Penyidik juga melakukan penggeledahan di beberapa lokasi serta menyita berbagai dokumen dan barang bukti elektronik yang berkaitan dengan aliran dana program.

See also  Kecelakaan Beruntun di Tol MBZ, Polisi Lakukan Contra Flow Arah Cikampek

Ketiga tersangka disebut telah menjalani pemeriksaan intensif sebelum akhirnya resmi ditahan untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut. Mereka akan ditahan di rumah tahanan berbeda selama 20 hari pertama.

Kasus ini menjadi sorotan publik karena Program MBG selama ini diproyeksikan sebagai salah satu program unggulan pemerintah dengan nilai anggaran mencapai triliunan rupiah. Publik pun menilai dugaan korupsi dalam program yang menyangkut kebutuhan gizi masyarakat tersebut sangat memprihatinkan.

Pengamat kebijakan publik menilai kasus ini harus menjadi momentum pembenahan sistem pengawasan program sosial pemerintah. Selain transparansi anggaran, mekanisme distribusi dan pengadaan dinilai perlu diawasi lebih ketat agar program bantuan benar-benar tepat sasaran.

“Program yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat seperti pangan dan gizi seharusnya menjadi prioritas pengawasan. Kalau sampai terjadi korupsi, dampaknya bukan hanya kerugian negara tetapi juga menyangkut masa depan generasi,” ujar seorang pengamat antikorupsi.

Sementara itu, Kejaksaan Agung menegaskan proses hukum akan berjalan transparan dan tidak menutup kemungkinan adanya tersangka baru. Penyidik saat ini masih mendalami keterlibatan pihak lain, termasuk kemungkinan aliran dana kepada sejumlah pihak di luar BGN.

“Kami akan terus mengembangkan perkara ini dan menelusuri seluruh pihak yang diduga terlibat,” tegas penyidik.

Kasus dugaan korupsi MBG diperkirakan akan terus berkembang seiring pendalaman penyidikan dan audit kerugian negara yang saat ini masih dilakukan oleh lembaga terkait. Publik kini menunggu langkah tegas aparat penegak hukum untuk menuntaskan kasus yang dinilai mencederai kepercayaan masyarakat terhadap program bantuan pemerintah tersebut.

Berita Terkait

Operasi ODOL Digelar, 46 Truk Diperiksa, 12 Kena Tilang
Bank Mandiri Buka Blokir Rekening Aktivis Pati Botok
Mas Botok Dibawa Polisi dari Depan DPR, Warga Sempat Kepung Petugas
OTT KPK Bongkar Dugaan Korupsi Penerimaan Mahasiswa Baru Unsoed
KPK Tahan Eks Pejabat Pajak, Tersangka Gratifikasi di Lingkungan DJP
KPK Tahan Eks Kakanwil DJP Jakarta Khusus Muhammad Haniv
KPK Tahan 4 Tersangka Korupsi Iklan Bank BJB, Negara Rugi Rp223,6 Miliar
Kejagung Tetapkan Febrie Adriansyah Tersangka TPPU

Berita Terkait

Friday, 28 August 2026 - 15:30 WIB

Operasi ODOL Digelar, 46 Truk Diperiksa, 12 Kena Tilang

Wednesday, 26 August 2026 - 17:05 WIB

Bank Mandiri Buka Blokir Rekening Aktivis Pati Botok

Monday, 24 August 2026 - 18:42 WIB

Mas Botok Dibawa Polisi dari Depan DPR, Warga Sempat Kepung Petugas

Monday, 24 August 2026 - 18:34 WIB

OTT KPK Bongkar Dugaan Korupsi Penerimaan Mahasiswa Baru Unsoed

Friday, 21 August 2026 - 18:56 WIB

KPK Tahan Eks Pejabat Pajak, Tersangka Gratifikasi di Lingkungan DJP

Berita Terbaru

News

Dukcapil Pastikan Warga Berkebutuhan Khusus Terlayani

Friday, 11 Sep 2026 - 11:17 WIB

ilustrasi / foo ist

News

269 Siswa di Pati Keracunan MBG, Pemkab Tetapkan KLB

Friday, 11 Sep 2026 - 09:14 WIB