Maudy Ayunda: Hadapi Dunia Kerja Harus Punya Nilai Diri dengan Layak

Saturday, 25 June 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

foto istimewa

foto istimewa

DAELPOS.com – Tim Juru Bicara G20 Maudy Ayunda mengatakan dalam dunia kerja di masa depan membutuhkan orang yang memiliki unique selling point.

“Kita sebagai manusia juga harus bisa berpikir bahwa kita juga memerlukan unique selling point semacam a personal value proposition juga. Karena dunia kerja kedepannya bukan lagi yang penting keterampilan, uniformity gitu. Karena adanya keterampilan, akan berubah terus gitu,” kata Maudy dalam dalam diskusi daring yang digelar Forum Merdeka Barat 9 bertema “Pendidikan Berkualitas Hadapi Dunia Kerja Pasca Pandemi” pada Kamis, (23/6/22)

Menurutnya, dunia kerja di masa depan menuntut pribadi-pribadi yang memiliki semangat dan kemauan yang besar untuk terus melakukan self customize, self exploration dalam menunjang pendidikan diri sendiri.

“Pada saat itu yang dibutuhkan, perlu sekali self customize, self exploration dalam pendidikan diri sendiri,” terangnya.

Untuk mencapai hal ini, jelas Maudy, dasarnya adalah semangat dan kemauan yang besar untuk terus belajar. Ini penting untuk dimiliki setiap anak-anak Indonesia tambahnya.

“Karena memang foundation-nya itu ingin terus belajar, itu precisely satu hal yang saya percaya, itu dibutuhkan di setiap anak muda dan juga anak-anak Indonesia bahwa kemerdekaan dan kemandirian itu sangat penting nantinya,” ujarnya.

Perubahan Sistem Pendidikan

Bicara mengenai pendidikan secara general, Maudy menegaskan, dirinya tertarik soal assessment (penilaian) sebagai driving force dalam menciptakan perubahan dalam sistem pendidikan kita.

“Maksudnya adalah sering sekali kita membahas kurikulum dan guru, walaupun kurikulum juga ada assessment di dalamnya, tapi assessment sebenarnya bisa menjadi big source of change pada saat assessment itu defining apa yang harus dipelajari,” ungkapnya.

Assessment yang dimaksud, Maudy mencontohkan, adalah ketika sang guru memberikan pertanyaan yang mengarah pada penggalian opini pada peserta didik. Dalam hal ini, Maudy menjelaskan, anak-anak terpacu untuk bisa berpikir mandiri dan kritis karena diimingi nilai.

See also  Kementerian PUPR Lanjutkan Pembangunan Sarana dan Prasarana Pendukung Zona Inti PLBN Terpadu Napan, Akhir 2023 Tuntas

Selain itu, para guru juga termotivasi untuk mengajarkan anak-anak dengan menanyakan pendapat mereka akan suatu hal. Yang terjadi dalam sistem pendidikan Indonesia, terang Maudy, para guru lebih banyak dibebankan dengan penilaian administratif.

“Ini pengalaman saya di beberapa sekolah,  merasa sekali ketika bentuk ujiannya berubah, itu sebenarnya mindset stakeholder-nya juga ikut berubah-ubah,” ungkapnya.

Kompleksnya Pendidikan Indonesia

Pada kesempatan itu, Maudy mengatakan masalah pendidikan merupakan isu yang sangat kompleks. Hal ini dikatakan Maudy ketika ditanya penyebab adanya kesenjangan dan rendahnya tingkat pendidikan di beberapa wilayah di Indonesia.

Menurutnya, performa seorang anak dalam pendidikan tergantung pada banyak hal seperti para orang tua, guru dan motivasi diri. Selain itu, juga tergantung pada sumber daya penunjang lainnya seperti sekolah, akses terhadap teknologi dan informasi dan lain sebagainya.

“Saya rasa kalau kita berbicara tentang pendidikan, itu adalah isu yang sangat kompleks. Whether or not seorang anak itu perform, itu dependent on tadi stakeholder guru, orang tua, motivasi diri sendiri, tapi juga resources, sekolah, teknologi, akses terhadap informasi dan sebagainya,” ungkap Maudy.

Maka dari itu, Maudy menegaskan, rendahnya mutu pendidikan seseorang tidak bisa dilihat dari satu faktor saja. Namun belajar dari kondisi selama pandemi covid-19, Maudy menjelaskan, hal yang diperlukan adalah komitmen.

“Saya rasa di manapun kita berada, kalau ada motivasi intrinsik yang sangat besar dari anak tersebut untuk belajar, ada caranya gitu dengan self learning, mencari sendiri, lewat internet, berbicara dengan orang lain,” terangnya.

Sehingga, harap Maudy, menjadi pekerjaan rumah bersama saat ini adalah bagaimana membangun budaya mau belajar. Ia menambahkan, kemauan bukan hanya pada anaknya saja, namun juga pada stakeholder di sekitarnya yang ingin melayani anak tersebut.

See also  Kementerian PUPR Dorong Pengembangan SDM Melalui Program Beasiswa Tugas Belajar ASN

Pada kesempatan itu, Maudy juga mengajak anak-anak muda Indonesia untuk update mengikuti pembahasan G20, utamanya di sesi education working group. Sebab pada sesi ini, katanya, banyak isu-isu penting yang dibahas.

“Saya ingin mengingatkan lagi teman-teman di sana dan juga anak-anak muda dengan presidensi G20. Karena banyak sekali isu-isu penting kedepannya yang dibahas dan sudah dibahas. Jadi ikuti terus activities-nya ke depan,” ajak Maudy.

Berita Terkait

JIAT Jadi Andalan Petani di Banjar Hadapi El Nino, Puluhan Hektare Lahan Terairi
Kemenko Polkam, BSSN, dan Telkom Perkuat Kolaborasi Nasional Hadapi Ancaman Era Komputasi Kuantum
Kick Off Festival Merah Putih, Wamen Viva Yoga Ajak Rakyat Rayakan HUT Ke-81 RI Dengan Semangat dan Riang Gembira
Mendes Yandri Akan Gandeng New Hope Fintech untuk Berikan Akses Pembiayaan ke BUM Desa
Empat Langkah Pemberdayaan Perempuan untuk Transformasi Digital Inklusif
BNI Dukung Danantara Housing Expo 2026, Perluas Akses KPR
PNBP Jebol Target, Kementerian ESDM Kembali Sabet Opini WTP
Potensi Ekonomi Biru Diburu, KKP Gandeng Tim Ekspedisi Patriot

Berita Terkait

Wednesday, 12 August 2026 - 13:08 WIB

JIAT Jadi Andalan Petani di Banjar Hadapi El Nino, Puluhan Hektare Lahan Terairi

Tuesday, 11 August 2026 - 15:09 WIB

Kemenko Polkam, BSSN, dan Telkom Perkuat Kolaborasi Nasional Hadapi Ancaman Era Komputasi Kuantum

Monday, 10 August 2026 - 16:49 WIB

Kick Off Festival Merah Putih, Wamen Viva Yoga Ajak Rakyat Rayakan HUT Ke-81 RI Dengan Semangat dan Riang Gembira

Monday, 10 August 2026 - 14:02 WIB

Mendes Yandri Akan Gandeng New Hope Fintech untuk Berikan Akses Pembiayaan ke BUM Desa

Saturday, 8 August 2026 - 10:19 WIB

Empat Langkah Pemberdayaan Perempuan untuk Transformasi Digital Inklusif

Berita Terbaru

Ekonomi - Bisnis

wondr by BNI Bantu Nasabah Kelola Keuangan Keluarga

Thursday, 13 Aug 2026 - 17:59 WIB