Desy Ratnasari: Omnibus Law Kesehatan Mengandung Semangat Kolaborasi

Wednesday, 16 November 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Baleg DPR RI Desy Ratnasari / foto istimewa

Anggota Baleg DPR RI Desy Ratnasari / foto istimewa

DAELPOS.com – Badan Legislasi DPR RI saat ini sedang dalam tahapan menyerap aspirasi dari berbagai stakeholder di bidang kesehatan dalam rangka penyusunan omnibus law Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Kesehatan. Dalam tahapan ini, Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Desy Ratnasari menjelaskan bahwa penyusunan omnibus law kesehatan ini mengandung semangat kolaborasi antar tenaga kesehatan. 

Menurutnya, saat ini tenaga kesehatan di berbagai bidang baik perawat, apoteker, bidan hingga dokter telah memiliki keahlian tersendiri di bidangnya masing-masing. Namun, lintas sektor tersebut belum memiliki kolaborasi yang baik.

“Yang Indonesia belum punya adalah kolaborasi, yang Indonesia belum punya adalah bagaimana bisa berdamai smooth ataupun berjalan lancar dalam implementasi dan bersinergi, itu yang belum,” ujar Desy dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), Ikatan Bidan Indonesia (IBI) dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) dalam rangka penyusunan RUU tentang Kesehatan, Selasa (15/11/2022).

Untuk itu, Legislator Dapil Jawa Barat V ini mengingatkan bahwa penyempurnaan dalam Rancangan Undang-Undang tentang Kesehatan tersebut berupaya untuk bagaimana kekuatan yang dimiliki masing-masing bidang dapat bersinergi satu sama lain dalam sebuah undang-undang.

“Jadi kami juga bukan bermaksud untuk menghilangkan semua, pastinya masing-masing punya kekuatan, tapi bagaimana kekuatan ini bisa berkolaborasi dan bersinergi dalam sebuah undang-undang sehingga memberikan kemanfaatannya menjadi sebuah akselerasi prestasi bagi bangsa Indonesia, semangatnya itu,” imbuhnya.

Senada, Ketua Baleg DPR RI Supratman Andi Atgas juga menjelaskan bahwa RUU Kesehatan ini tidak hanya berbicara mengenai organisasi profesi tetapi lebih dari itu bahwa bidang kesehatan juga memerlukan kolaborasi yang baik, utamanya berkaca pada saat menghadapi krisis kesehatan yang terjadi saat pandemi Covid-19. 

See also  Jakarta Dibangun Semangat Kolaborasi, Libatkan Warga Kembangkan Potensi Kota

“Pada saat Covid terjadi, kita gagap dalam mengambil sebuah kebijakan, kita tidak terbiasa dengan kolaborasi, akhirnya membuat semua gagap, semua sektor jalan sendiri-sendiri. Nah inilah pentingnya omnibus salah satunya adalah menginisiasi kelahiran sebuah komite kebijakan sektor kesehatan. Ini penting dalam kondisi krisis,” ujarnya. 

Berita Terkait

BKSAP DPR RI Apresiasi Pernyataan Pers Tahunan Menlu, Siap Perkuat Sinergi
Ketum Hanura OSO Resmikan Kantor Baru DPP di Proklamasi
Viva Yoga: PAN Selalu Hadir di Tengah Masyarakat
Gunhar Gelar Optimalisasi Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Banyuasin
Yulian Gunhar Tekankan Semangat Persatuan dalam Kegiatan Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Palembang
Yulian Gunhar Ajak Masyarakat Memaknai Pancasila Melalui Aksi Nyata Pelestarian Alam
Gerindra: Kekuasaan Wajib Berpihak pada Rakyat
Aktifkan Kembali Partai Patriot

Berita Terkait

Wednesday, 14 January 2026 - 18:12 WIB

BKSAP DPR RI Apresiasi Pernyataan Pers Tahunan Menlu, Siap Perkuat Sinergi

Friday, 9 January 2026 - 09:23 WIB

Ketum Hanura OSO Resmikan Kantor Baru DPP di Proklamasi

Wednesday, 31 December 2025 - 14:05 WIB

Viva Yoga: PAN Selalu Hadir di Tengah Masyarakat

Friday, 19 December 2025 - 22:57 WIB

Gunhar Gelar Optimalisasi Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Banyuasin

Monday, 15 December 2025 - 20:31 WIB

Yulian Gunhar Tekankan Semangat Persatuan dalam Kegiatan Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Palembang

Berita Terbaru

Olahraga

Kejutan, Samator Ungguli Medan Falcons Tirta Bhagasasi

Sunday, 18 Jan 2026 - 12:08 WIB