DAELPOS.com – Hari kelima pasca bencana gempa bumi yang melanda Cianjur pada Senin (21/11) yang juga diikuti sejumlah gempa susulan lainnya, PT Jasa Marga (Persero) Tbk selaku Koordinator Satgas Bencana BUMN Jawa Barat terus berkolaborasi dengan BUMN lainnya dalam menangani masyarakat yang terdampak. Hingga saat ini sebanyak 58 BUMN dan Anak Perusahaan BUMN telah mendonasikan berbagai kebutuhan pokok dan darurat yang dibutuhkan oleh masyarakat melalui Posko Satgas BUMN Jawa Barat yang dibangun di Kantor Perhutani Kabupaten Cianjur.
Menteri BUMN turut meninjau aktivitas penyaluran bantuan, proses evakuasi hingga penanganan masyarakat di posko pengungsi pada Jumat (25/11) yang didampingi oleh Staf Khusus III Menteri BUMN Arya M. Sinulingga, Direktur Utama Jasa Marga Subakti Syukur dan Direktur Human Capital dan Transformasi Jasa Marga Bagus Cahya A.B.
Dalam tinjauannya, Menteri BUMN Erick Thohir akan fokuskan bantuan yang dilakukan oleh 58 BUMN ke 40 desa dari 131 desa yang terdampak bencana gempa Cianjur. Erick menyampaikan bahwa dalam situasi bencana ada kebutuhan yang dibutuhkan saat itu juga tapi juga ada bantuan paska bencana sehingga penyaluran bantuan dapat di distribusikan secara optimal ke masyarakat yang terdampak.
“Selanjutnya untuk bantuan paska gempa, kita juga akan membangun puskemas tahan gempa yang dapat dimaksimalkan sebagai posko kesehatan dan penyaluran obat-obatan ke depannya. Selain kolaborasi 58 BUMN, kita juga mendorong sinergitas dengan Kementerian dan Lembaga lain, semoga bantuan dapat kami maksimalkan dan meringankan masyarakat yang terdampak,” jelas Erick.
Dalam laporannya, Direktur Utama Jasa Marga Subakti Syukur menjelaskan, Jasa Marga bersama 349 orang relawan dari 31 BUMN yang dikelompokkan dalam 12 Divisi Satgas Bencana BUMN Jawa Barat akan bertugas sampai dengan 30 hari ke depan untuk penanganan masyarakat yang terdampak. Total hingga saat ini ada 131 desa yang terdampak bencana gempa Cianjur, dengan jumlah pengungsi mencapai 62.545 orang.
“Hingga saat ini Satgas Bencana BUMN Jawa Barat juga telah mendirikan 1 posko utama untuk menampung seluruh bantuan logistik, 2 posko bencana untuk evakuasi korban, menampung pengungsi, penyaluran bantuan, penanganan kesehatan hingga trauma healing, 19 posko bantuan untuk menyalurkan bantuan dari posko utama dan 4 posko kesehatan untuk merawat korban luka ringan dan luka berat. Tidak hanya itu, kami juga mencatat adanya 4 Dapur Umum yang saat ini telah beroperasi,” ujar Subakti.
Subakti juga menyebutkan, dalam mendistribusikan bantuan logistik saat ini juga telah tersedia 27 mobil untuk memenuhi kebutuhan seluruh desa. Proses evakuasi korban saat ini juga terus dilakukan dengan bantuan 33 unit alat berat dari 7 BUMN yang terdiri dari dump truck, loader dan exvacator). Saat ini, dua posko bencana yang terletak di Lapangan Bola Ciarma dan Lapangan Masjid Al-Mukhtar Desa Limbangansari sudah menampung 500 kepala keluarga.
“Saat ini Posko Kesehatan Bencana BUMN Jawa Barat juga telah memiliki 61 orang tenaga kesehatan yang terdiri dari dokter spesialis, dokter umum dan perawat serta dilengkapi dengan ambulans sebanyak 17 unit. Jasa Marga juga mencatat adanya bantuan 168 unit tenda dan 23 unit genset dari para BUMN Donatur,” tutup Subakti.
Tim Satgas Bencana BUMN Jawa Barat akan terus berjaga di lokasi bencana dan terus berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur untuk mengidentifikasi serta menyerahkan langsung bantuan tersebut agar tepat sasaran dan tepat guna.






![[19.19, 14/2/2026] Andhanto Nusantara Power: Siaran Pers No.3/II/2026/PLNNP/BidCom
PLN Nusantara Power Gandeng TNI Lindungi Pemukiman Warga Melalui Normalisasi Aliran Sungai Tondano
Minahasa, 14 Februari 2026 — PT PLN Nusantara Power (PLN NP) melalui Unit Pembangkitan (UP) Minahasa bergerak cepat mengantisipasi ancaman banjir di wilayah Sulawesi Utara dengan merampungkan pengerukan sedimen di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Tondano. Langkah nyata yang berlangsung sejak Oktober 2025 hingga Januari 2026 ini bertujuan memastikan warga di sekitar bantaran sungai dapat merasa lebih aman saat menghadapi puncak musim penghujan yang diperkirakan berlangsung pada periode Mei- Juni dan November- Desember.
Langkah strategis ini merupakan bagian dari implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) perusahaan, khususnya dalam aspek perlindungan ekosistem perairan dan pengurangan risiko banjir akibat sedimentasi. Pengerukan dilakukan guna menjaga kapasitas tampung dan kelancaran aliran air, terutama menghadapi peningkatan intensitas curah hujan pada musim penghujan.
Direktur Utama PLN Nusantara Power Ruly Firmansyah menyampaikan arah perusahaan dalam penerapan ESG di seluruh unit pembangkitnya.
“Bagi kami, keandalan listrik harus berjalan beriringan dengan rasa aman masyarakat. Pengerukan DAS Tondano ini bukan sekadar pemeliharaan rutin, melainkan upaya kami melindungi ruang hidup warga dari risiko luapan air. Kami ingin kehadiran PLTA memberikan manfaat yang bisa dirasakan langsung di setiap keluarga,](https://daelpos.com/wp-content/uploads/2026/02/WhatsApp-Image-2026-02-14-at-19.20.04-225x129.jpeg)

