Terbukti Andal, Efisien dan Layanan Terjamin, 563 Industri dan Bisnis Beralih Jadi Pelanggan Listrik PLN

Tuesday, 25 July 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mesin-mesin di Pabrik PT Tjiwi Kimia yang berada di Jawa Timur sedang memproduksi kertas. PT Tjiwi Kimia adalah pelanggan KTT dengan daya kontrak sebesar 100 Mega Volt Ampere (MVA), saat ini telah berhasil mengurangi pemakaian dari pembangkit sendiri sebesar 30 Mega Watt (MW) dengan beralih ke listrik PLN melalui program Captive Power Acquisition. Dengan layanan ini, pelanggan yang memiliki pembangkit sendiri untuk memenuhi kebutuhan listrik, dapat beralih untuk mendapatkan pasokan listrik dari PLN.

Mesin-mesin di Pabrik PT Tjiwi Kimia yang berada di Jawa Timur sedang memproduksi kertas. PT Tjiwi Kimia adalah pelanggan KTT dengan daya kontrak sebesar 100 Mega Volt Ampere (MVA), saat ini telah berhasil mengurangi pemakaian dari pembangkit sendiri sebesar 30 Mega Watt (MW) dengan beralih ke listrik PLN melalui program Captive Power Acquisition. Dengan layanan ini, pelanggan yang memiliki pembangkit sendiri untuk memenuhi kebutuhan listrik, dapat beralih untuk mendapatkan pasokan listrik dari PLN.

DAELPOS.com – Hingga bulan Juni 2023, PT PLN (Persero) berhasil mengajak 563 pelanggan sektor bisnis dan industri yang sebelumnya menggunakan listrik secara mandiri untuk beralih ke listrik PLN. Hal ini membuat perseroan mampu meraih penjualan daya listrik sebesar 537,38 gigawatt hour (GWh) pada semester I 2023.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengungkapkan, pihaknya terus mengakselerasi program akuisi captive power yang ditujukan untuk pelanggan bisnis dan industri yang bersedia mengalihkan suplai listriknya ke PLN yang lebih andal dan terjangkau. Untuk tahun 2023, perseroan menargetkan program ini bisa menyalurkan daya hingga 590,03 GWh ke pelanggan. Sehingga, dengan capaian penjualan daya listrik akuisisi captive power semester I telah mencapai 537,38 GWh, perseroan telah berhasil mencapai 91% dari target suplai energi tahunan.

“Capaian ini tidak terlepas dari semakin baiknya layanan dan andalnya listrik PLN, sehingga membuat konsumen semakin aware bahwa menggunakan pasokan listrik dari PLN lebih ekonomis, andal, dan bisa disesuaikan dengan kebutuhan,” ujar Darmawan.

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, PLN telah memetakan potensi-potensi penambahan akuisisi captive power di tahun 2023. Terdiri pelanggan lama yang berpotensi memperpanjang layanan dan pelanggan baru yang telah melakukan kesepakatan, total potensinya mencapai 412,04 GWh.

“Ada banyak potensi pelanggan industri dan bisnis yang bisa beralih ke listrik PLN. Kami akan terus tingkatkan program ini sehingga mampu melayani lebih banyak pelanggan di sektor bisnis dan industri guna mendorong tumbuhnya perekonomian,” tutup Darmawan.

See also  Pertamina Merilis Competency Development Program

Berita Terkait

Wamen Investasi Percepat Proyek Bioetanol di Lampung
Harga Emas Antam Turun Rp31 Ribu Jadi Rp2,754 Juta per Gram
BRI Gandeng Syailendra Capital di BRImo
Dua Mesin Ekonomi Digeber, Pemerintah Paksa Perbankan Salurkan Kredit
BTN-KAI Kembangkan 5.400 Hunian TOD di Kawasan Strategis
Menkeu: Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Triwulan I-2026
TelkomGroup Resmikan Community Gateway Wamena, Tulang Punggung Utama Konektivitas Digital Papua Pegunungan
JTTS Hidupkan Ratusan UMKM, Hutama Karya Sulap Rest Area Jadi Motor Ekonomi Lokal

Berita Terkait

Wednesday, 10 June 2026 - 14:25 WIB

Wamen Investasi Percepat Proyek Bioetanol di Lampung

Thursday, 28 May 2026 - 14:43 WIB

Harga Emas Antam Turun Rp31 Ribu Jadi Rp2,754 Juta per Gram

Tuesday, 26 May 2026 - 23:17 WIB

BRI Gandeng Syailendra Capital di BRImo

Monday, 25 May 2026 - 17:32 WIB

Dua Mesin Ekonomi Digeber, Pemerintah Paksa Perbankan Salurkan Kredit

Saturday, 23 May 2026 - 22:26 WIB

BTN-KAI Kembangkan 5.400 Hunian TOD di Kawasan Strategis

Berita Terbaru

foto ist

Energy

Mulai 1 Juli, B50 Meluncur! Ketahanan Energi Nasional

Monday, 22 Jun 2026 - 05:52 WIB