Nusron Fokus Tata Ruang demi Swasembada Pangan dan Energi

Monday, 11 November 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) terus mengoptimalkan perbaikan tata kelola pertanahan guna mendukung program strategis pemerintah, termasuk swasembada pangan.

Hal itu disampaikan oleh Menteri ATR/BPN Nusron Wahid dalam acara Nation Building Conference “Beyond Tomorrow-Shaping Indonesia’s Future 5.0” di Balai Sarbini, Jakarta.

“Mewujudkan swasembada pangan adalah bagian dari visi Asta Cita Kabinet Merah Putih yang dicanangkan oleh Bapak Presiden. Untuk mencapainya, sistem pertanahan yang baik sangat diperlukan. Tidak mungkin ada swasembada pangan tanpa ketersediaan sawah yang cukup,” ujar Menteri Nusron dalam siaran pers yang diterima InfoPublik, Minggu (10/11/2024).

Menteri Nusron menekankan bahwa pengelolaan tanah dan tata ruang adalah komponen vital dalam mendukung kemandirian bangsa, termasuk di sektor energi. “Bapak Presiden ingin Indonesia tidak bergantung pada energi dari migas, tetapi beralih ke bahan bakar nabati seperti kelapa sawit dan jagung. Ini semua memerlukan lahan yang memadai, sehingga tata ruang menjadi sangat mendesak dan krusial,” ungkapnya.

Untuk mendukung hal ini, Kementerian ATR/BPN melanjutkan upaya penataan pertanahan, termasuk melalui program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Menjelang akhir 2024, program ini telah mendaftarkan 119 juta bidang tanah. “Kita patut berterima kasih kepada Bapak Jokowi yang menginisiasi program PTSL sejak 2017, membawa dampak besar sebelum masa jabatannya berakhir,” ujar Nusron.

Menteri Nusron juga menyoroti progres One Spatial Planning Policy atau Kebijakan Satu Rencana Tata Ruang yang mencakup ruang udara, darat, laut, dan dalam bumi. Kebijakan ini bertujuan memanfaatkan ruang secara optimal untuk kepentingan ekonomi dan umat manusia.

“Ruang udara, misalnya, bisa diatur untuk perhubungan dan telekomunikasi satelit. Namun, kita juga harus mencegah lahan sawah yang dilindungi (LSD) dari alih fungsi menjadi properti. Bawah tanah dan bawah laut juga harus ditata dengan jelas: mana yang bisa digunakan untuk menangkap ikan, kabel telekomunikasi, atau transmisi listrik bawah laut. Semua ini demi ekosistem tata ruang yang terkelola dengan baik,” jelas Nusron.

See also  Kementerian PUPR Lanjutkan Pembangunan 35 Bendungan dan 10.035 Ha Daerah Irigasi pada Tahun 2022

Menteri Nusron Wahid mengakhiri pidatonya dengan harapan besar bahwa rakyat Indonesia bisa menikmati kemakmuran yang merata. “Rakyat harus memiliki tanah air dan bumi Indonesia seluas-luasnya, jangan sampai hanya menjadi indekos atau bahkan pendatang di tanah kelahirannya sendiri,” tegasnya.

Berita Terkait

Indonesia Resmi Gabung Kampanye Digital Global 50-in-5
Rayakan Idul Adha di Kramat Watu, Mendes Ajak Warga Jaga Kebersamaan dan Kekompakan
Menteri Dody Pastikan Pemulihan Infrastruktur Pascabencana Sumatra Terus Dipercepat
Program Padat Karya Tunai: Menteri Dody Targetkan 23.000 Titik di Aceh Tamiang Pulih
Sambung Rasa Transmigran Kalimantan Timur, Wamen Viva Yoga: Kita Tuntaskan Sengketa Lahan
Kementerian PU Kebut Perencanaan Teknis Jalan Tol Serpong–Bogor via Parung
TEP 2026 Ditutup, 10.359 Anak Muda Siap Bangun Kawasan Transmigrasi
Transformasi Digital Pemerintah Harus Berpihak Kepercayaan Publik

Berita Terkait

Friday, 29 May 2026 - 16:48 WIB

Indonesia Resmi Gabung Kampanye Digital Global 50-in-5

Wednesday, 27 May 2026 - 15:00 WIB

Rayakan Idul Adha di Kramat Watu, Mendes Ajak Warga Jaga Kebersamaan dan Kekompakan

Tuesday, 26 May 2026 - 18:17 WIB

Menteri Dody Pastikan Pemulihan Infrastruktur Pascabencana Sumatra Terus Dipercepat

Monday, 25 May 2026 - 10:51 WIB

Program Padat Karya Tunai: Menteri Dody Targetkan 23.000 Titik di Aceh Tamiang Pulih

Sunday, 24 May 2026 - 14:18 WIB

Sambung Rasa Transmigran Kalimantan Timur, Wamen Viva Yoga: Kita Tuntaskan Sengketa Lahan

Berita Terbaru

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno / foto ist

Megapolitan

Jakarta Gelar Indonesia World Dance Festival 2026

Saturday, 30 May 2026 - 16:46 WIB