Komitmen dan Bukti Nyata, Hutama Karya Hadirkan Pemerataan Fasilitas Kesehatan Di 5 Provinsi

Thursday, 13 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

daelpos.com – Menurut Profil Kesehatan Indonesia 2024 dari Kementerian Kesehatan RI, Indonesia memiliki sekitar 3.216 rumah sakit yang terdiri atas rumah sakit umum dan rumah sakit khusus. Dengan populasi sekitar 281 juta jiwa, rasio ketersediaan rumah sakit nasional berada di kisaran 1,1 hingga 1,15 unit per 100.000 penduduk, masih jauh di bawah standar ideal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebesar tiga rumah sakit per 100.000 penduduk.

Masih dari sumber informasi yang sama, sebaran proyek pembangunan rumah sakit yang dikerjakan PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) diharapkan mampu berkontribusi terhadap program pemerataan fasilitas kesehatan di Indonesia. Ketimpangan ini nyata di wilayah kerja Hutama Karya, seperti:

* Bengkulu hanya memiliki sekitar 21 rumah sakit untuk melayani lebih dari dua juta penduduk.
* Maluku Utara mencatat 14 rumah sakit dengan jarak antarfasilitas yang bisa mencapai 50 kilometer.
* Kepulauan Nias dan Bima masih banyak bergantung pada puskesmas kecil akibat kendala geografis.

Di sinilah proyek Hutama Karya berperan strategis dalam mendukung peningkatan fasilitas pelayanan kesehatan, melalui pembangunan pusat pelayanan kesehatan di daerah-daerah terpencil yang masih sangat minim, seperti di RSUD Sanana yang dibangun dengan standar Rumah Sakit tipe C.

Hutama Karya tengah mempercepat pembangunan rumah sakit strategis nasional, sebuah ikhtiar untuk menghadirkan pemerataan fasilitas kesehatan dari barat hingga timur Indonesia. Momentum ini bertepatan dengan peringatan Hari Kesehatan Nasional 2025 yang mengusung semangat “Kesehatan Merata, Indonesia Kuat.”

Lima Rumah Sakit, Satu Semangat Pemerataan

Hingga awal November 2025, progres pembangunan kelima proyek menunjukkan capaian menggembirakan:

* RS Kandau Manado di Sulawesi Utara progres struktur bangunan utama telah mencapai 49,88%. Di area ini, lebih dari 270 pekerja lokal terlibat setiap hari.
* RSUD Bengkulu Tengah telah mencapai 83,06%, dengan atap utama dan sebagian instalasi listrik sudah terpasang. Rumah sakit ini dirancang menjadi rujukan utama bagi tiga kabupaten sekitarnya.
* RSUD Tafaeri Nias Utara mencatat kemajuan pembangunan 52,44%, memanfaatkan sistem plat suspended di lantai dasar pada lahan eksisting yang kurang baik (kondisi tanah rawa).
* RSUD Kota Bima di Nusa Tenggara Barat telah menyelesaikan tahap struktur atas dengan progres 69,54% dan segera melanjutkan pekerjaan interior.
* RSUD Sanana di Maluku Utara mencapai progres 54,88%, dengan fokus pada penguatan fondasi serta sistem drainase yang tahan terhadap tanah pesisir.

See also  LaNyalla : Kebudayaan adalah Karakter dan Jati Diri Bangsa

Kelima proyek ini dibangun dengan standar efisiensi konstruksi modern, memadukan sistem modular dan material hemat energi. Pendekatan ini mempercepat waktu pelaksanaan dengan presisi dan keberlanjutan tanpa mengurangi kualitas pelayanan medis yang akan diberikan.

Mardiansyah, Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, menegaskan bahwa pemerataan layanan kesehatan harus menjadi prioritas. “Kami ingin seluruh masyarakat dapat menikmati fasilitas medis yang setara. Setiap infrastruktur yang kami bangun mencerminkan komitmen kami untuk meningkatkan kualitas hidup bangsa,” ujarnya.

Sinergi Nasional untuk Indonesia Sehat

Kelima pembangunan rumah sakit ini merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang digagas oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia sebagai upaya percepatan peningkatan kualitas layanan kesehatan di daerah tertinggal, perbatasan, dan kepulauan. Hutama Karya dipercaya sebagai kontraktor utama dalam pelaksanaan pembangunan fisik karena rekam jejaknya dalam menghadirkan infrastruktur publik yang aman, berkualitas, dan berkelanjutan.

Selain proyek yang tengah berjalan, Hutama Karya juga telah menyelesaikan sejumlah pembangunan rumah sakit yang kini telah beroperasi, antara lain RS Sardjito, RS Mata Manado, RSUD Purworejo, RSKD Duren Sawit, RSUD Tarakan, RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah Denpasar, RS Universitas Hasanuddin, RS UPT Vertikal Kupang, dan RSUD Pangandaran. Seluruh fasilitas tersebut kini menjadi pusat pelayanan kesehatan unggulan di berbagai daerah, menghadirkan infrastruktur yang lebih modern dan berorientasi pada nilai kemanusiaan

Dari Beton ke Kehidupan

Bagi Hutama Karya, pembangunan rumah sakit bukan sekadar proyek konstruksi, melainkan perjalanan panjang dalam menghadirkan infrastruktur kemanusiaan yang menyatukan harapan masyarakat di seluruh penjuru negeri.

“Setiap rumah sakit yang kami bangun merupakan bentuk dukungan kami terhadap program Kementerian Kesehatan untuk meningkatkan akses layanan medis yang layak bagi seluruh masyarakat. Kesehatan adalah hakd asar setiap warga negara, dan kami berkomitmen menghadirkan infrastruktur yang dapat menunjang pemenuhan hak tersebut hingga ke pelosok negeri,” tutup Mardiansyah.

See also  Dukung Hilirisasi, PLN Siapkan Listrik Andal Untuk Smelter Freeport Yang Baru Diresmikan Presiden Jokowi

Pembangunan lima rumah sakit oleh Hutama Karya merupakan wujud nyata dukungan terhadap Asta Cita ke-4 Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, yang menekankan penguatan pembangunan sumber daya manusia melalui peningkatan kualitas kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan rakyat. Melalui proyek-proyek rumah sakit ini, Hutama Karya berperan mendukung akses layanan kesehatan yang merata dan modern, menghadirkan fasilitas medis berstandar nasional di luar kota besar, serta memperkokoh fondasi ketahanan kesehatan bangsa sebagai bagian dari agenda pembangunan Indonesia Maju.

Berita Terkait

Sepuluh Asosiasi Desa Dukung Program MBG dan KDMP
Akses Lembah Anai Telah Dibuka 24 Jam, Progres Penanganan Capai 73% 
Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan, LaNyalla Serukan Rekonstruksi Total Arsitektur Hukum dan Ekonomi Nasional
Gorontalo Apresiasi BULOG Percepat Penyaluran Bantuan Pangan
Kementerian PU Targetkan 10 Ruas Tol Baru Siap Difungsionalkan Jelang Nataru
Kementerian PU Luncurkan Buku 500 Hari Pembangunan Infrastruktur, Menteri Dody: Bukti Kerja Nyata untuk Rakyat
Perkuat Kelembagaan di Kementerian PU, Menteri Dody Lantik Kepala Biro Hukum, Kepala BPJT dan Staf Khusus Menteri
Pascagempa M6,7 di Sulteng, Kementerian PU Lakukan Pemeriksaan Jembatan dan Kerahkan Alat Berat

Berita Terkait

Tuesday, 23 June 2026 - 18:59 WIB

Sepuluh Asosiasi Desa Dukung Program MBG dan KDMP

Monday, 22 June 2026 - 18:45 WIB

Akses Lembah Anai Telah Dibuka 24 Jam, Progres Penanganan Capai 73% 

Monday, 22 June 2026 - 18:26 WIB

Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan, LaNyalla Serukan Rekonstruksi Total Arsitektur Hukum dan Ekonomi Nasional

Sunday, 21 June 2026 - 14:10 WIB

Gorontalo Apresiasi BULOG Percepat Penyaluran Bantuan Pangan

Sunday, 21 June 2026 - 13:33 WIB

Kementerian PU Targetkan 10 Ruas Tol Baru Siap Difungsionalkan Jelang Nataru

Berita Terbaru

News

Hamawas Perkuat Standar Keselamatan di Tol Kutepat

Tuesday, 23 Jun 2026 - 19:12 WIB

Berita Utama

Sepuluh Asosiasi Desa Dukung Program MBG dan KDMP

Tuesday, 23 Jun 2026 - 18:59 WIB