Hutama Karya Tuntaskan 2 Jembatan Bailey di Aceh Tenggara

Wednesday, 31 December 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

daelpos.com – Saat bencana memutus akses, yang terhenti bukan hanya jalan, tetapi juga aktivitas warga. PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) mendukung pemulihan konektivitas melalui pemasangan Jembatan Bailey Mengkudu sepanjang 36 meter dan Jembatan Bailey Penanggalan sepanjang 48 meter pada Jalan Lintas Tengah ruas Kutacane–Blangkejeren di Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Aceh. Pekerjaan ini ditujukan untuk memulihkan mobilitas masyarakat serta menjaga kelancaran arus logistik dan bantuan selama masa pemulihan pascabencana.​

Pemasangan dilakukan di dua lokasi. Jembatan Mengkudu berada di Desa Katimaju, Kecamatan Darul Hasanah, sedangkan Jembatan Penanggalan berada di Desa Lawe Penanggalan, Kecamatan Ketambe. Keduanya berada pada koridor Lintas Tengah yang menjadi akses penting bagi aktivitas harian warga dan distribusi kebutuhan dasar.​ Jembatan Mengkudu mulai dapat dilintasi pada Selasa (23/12), dan Jembatan Penanggalan pada Minggu (28/12) kemarin, dengan durasi pekerjaan masing-masing 15 hari dan 6 hari.​

Secara teknis, Jembatan Mengkudu memiliki panjang 36 meter dengan lebar efektif 3,7 meter dan tinggi truss 2,4 meter. Jembatan ini memiliki kapasitas beban kendaraan maksimum 40 ton sehingga dapat dilalui kendaraan angkutan termasuk truk. Sementara itu, dengan bentang yang panjang, Jembatan Penanggalan memiliki panjang 48 meter dengan lebar efektif 3,7 meter dan tinggi truss 3,25 meter, mampu dilalui oleh kendaraa dengan kapasitas beban maksimum 40 ton sehingga mendukung kelancaran angkutan logistik.​

Jembatan Mengkudu dipasang di atas box culvert pada aliran air pegunungan menuju Sungai Alas. Sementara itu, Jembatan Penanggalan berada pada aliran air pegunungan menuju Sungai Alas. Sebelum jembatan berfungsi, akses sempat terputus dan masyarakat mengandalkan lintasan darurat, termasuk akses sementara di sisi box culvert di Mengkudu serta melintas di atas box culvert eksisting di Penanggalan.

See also  Menteri Bahlil Resmikan 31 Penyalur BBM Satu Harga

Pemulihan Akses Jalan

Pembuatan tanggul dan pengalihan aliran sungai dilakukan di sekitar Sungai Jembatan Natam untuk mengurangi risiko luapan yang kembali memutus akses. Pada titik ini, pengalihan aliran dilakukan ke bawah jembatan lama. Setelah itu, akses darat disiapkan dengan timbunan. Tujuannya menghubungkan jalan dari Kecamatan Badar menuju Kecamatan Darul Hasanah. Akses tersebut sempat terputus akibat jembatan rusak.

Normalisasi sungai juga dikerjakan di Simpur Jaya guna memperlancar aliran dan mempercepat pembersihan material bawaan banjir. Di sisi konektivitas, Hutama Karya membuka jalan akses baru pada ruas Kutacane–Gayo Lues, serta melakukan pembersihan lumpur dan longsoran pada Jalan Akses Ketambe dan Jalan Naga Kesiangan. Pembukaan akses juga dilakukan pada sejumlah titik permukiman, antara lain Tangsaran, Tetumpun, Ise-ise, dan Rikit Gaib, agar mobilitas warga dan distribusi kebutuhan dasar dapat kembali berjalan.

Dalam pelaksanaan, pekerjaan meliputi perakitan modul Bailey, pembentukan oprit, pemasangan lantai jembatan, pengujian beban, serta pemasangan rambu. Hutama Karya mengerahkan crane 50 ton dan excavator, didukung 10 personel dengan pola kerja 12 jam untuk menjaga ketepatan waktu pekerjaan di lapangan. Arus lalu lintas selama pekerjaan diatur secara bergiliran tanpa pembatasan jam lintas, disertai pengamanan area kerja dan penempatan rambu untuk menjaga keselamatan pengguna jalan.

Pada kesempatan terpisah, Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah, menyampaikan bahwa pemasangan Bailey ini menjadi bagian dari upaya pemulihan akses darat pascabencana di Aceh. “Kembali berfungsinya ruas Lintas Tengah di dua titik tersebut, mobilitas warga dan distribusi logistik diharapkan kembali lancar pada masa tanggap darurat hingga transisi pemulihan.” tutupnya.

Berita Terkait

Kementerian PU Tangani Jalan Lingkar Krayan Untuk Dorong Aksesibilitas
Hutama Karya Serahkan Kendaraan Pengangkut Sampah dan Tanam Mangrove di Pesisir Marunda
Hutama Karya Resmi Kantongi Sertifikat Persetujuan Laik Fungsi Struktur Jembatan Musi V Tol Palembang–Betung
Melalui IJD, Warga Aceh Tenggara Kini Lebih Nyaman Ambil Hasil Panen di Ladang
HAN 2026 di LRT Jakarta, Anak Belajar Naik Transportasi Umum Sambil Bermain
Salurkan Air Minum di Tengah Kekeringan, Kementerian PU Beri Bantuan ke Desa Terdampak di Kabupaten Banjar
Peringati Hari Anak Nasional, Hutama Karya dan Yayasan KAKAK Perkuat Perlindungan Anak di Karanganyar
Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Provinsi Bali Mulai Dimanfaatkan untuk Dukung MPLS dan Persiapan Kegiatan Belajar

Berita Terkait

Tuesday, 28 July 2026 - 19:59 WIB

Kementerian PU Tangani Jalan Lingkar Krayan Untuk Dorong Aksesibilitas

Tuesday, 28 July 2026 - 17:02 WIB

Hutama Karya Serahkan Kendaraan Pengangkut Sampah dan Tanam Mangrove di Pesisir Marunda

Tuesday, 28 July 2026 - 12:16 WIB

Hutama Karya Resmi Kantongi Sertifikat Persetujuan Laik Fungsi Struktur Jembatan Musi V Tol Palembang–Betung

Sunday, 26 July 2026 - 01:23 WIB

Melalui IJD, Warga Aceh Tenggara Kini Lebih Nyaman Ambil Hasil Panen di Ladang

Saturday, 25 July 2026 - 17:08 WIB

HAN 2026 di LRT Jakarta, Anak Belajar Naik Transportasi Umum Sambil Bermain

Berita Terbaru

News

Purbaya Soal Bursa Gubernur BI: Saya Ikuti Arahan Presiden

Wednesday, 29 Jul 2026 - 12:58 WIB

News

DPD RI Desak Penertiban ODOL untuk Jaga Kualitas Jalan Daerah

Wednesday, 29 Jul 2026 - 08:23 WIB

Berita Terbaru

Kementerian PU Terus Perkuat Infrastruktur KSPEAN Wanam Merauke

Wednesday, 29 Jul 2026 - 00:01 WIB