daelpos.com – Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Wibi Andrino mendukung langkah Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung yang akan membongkar tiang-tiang monorel terbengkalai di sepanjang Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan.
Wibi menilai, pembongkaran tersebut merupakan langkah tepat mengingat tiang monorel telah terbengkalai selama sekitar 20 tahun dan merusak estetika kota.
“Kita mendukung apa yang sudah dicanangkan Pak Gubernur. Ini langkah yang baik karena tiang monorel sudah terbengkalai cukup lama, hampir 20 tahun, dan menjadi pemandangan yang kurang layak,” ujar Wibi, Selasa (6/1).
Meski demikian, Wibi mengingatkan Pemprov DKI Jakarta agar mengutamakan aspek keamanan dalam proses pembongkaran guna mencegah munculnya persoalan baru, seperti gangguan keselamatan dan kemacetan lalu lintas (lalin).
Ia pun meminta agar pelaksanaan pembongkaran diatur dengan cermat, termasuk mempertimbangkan waktu pelaksanaan agar tidak menghambat aktivitas masyarakat.
“Faktor keamanan itu penting, baik untuk pekerja maupun pengguna jalan. Jangan sampai proses pembersihan ini justru menimbulkan permasalahan lain. Yang kedua masalah kemacetan. Kalau bisa, pembongkaran dilakukan pada malam hari atau jangan pada jam sibuk,” jelasnya.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung memastikan, proyek pembongkaran tiang monorel akan segera dieksekusi oleh Dinas Bina Marga pada pekan ketiga Januari 2026. Keputusan tersebut diambil setelah PT Adhi Karya tidak merespons hingga batas waktu yang ditetapkan dalam surat peringatan sebelumnya.
Meski menggunakan alat berat, Pramono menjamin proses pembongkaran akan dilakukan tanpa penutupan jalan sehingga tidak mengganggu arus lalu lintas.






![[19.19, 14/2/2026] Andhanto Nusantara Power: Siaran Pers No.3/II/2026/PLNNP/BidCom
PLN Nusantara Power Gandeng TNI Lindungi Pemukiman Warga Melalui Normalisasi Aliran Sungai Tondano
Minahasa, 14 Februari 2026 — PT PLN Nusantara Power (PLN NP) melalui Unit Pembangkitan (UP) Minahasa bergerak cepat mengantisipasi ancaman banjir di wilayah Sulawesi Utara dengan merampungkan pengerukan sedimen di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Tondano. Langkah nyata yang berlangsung sejak Oktober 2025 hingga Januari 2026 ini bertujuan memastikan warga di sekitar bantaran sungai dapat merasa lebih aman saat menghadapi puncak musim penghujan yang diperkirakan berlangsung pada periode Mei- Juni dan November- Desember.
Langkah strategis ini merupakan bagian dari implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) perusahaan, khususnya dalam aspek perlindungan ekosistem perairan dan pengurangan risiko banjir akibat sedimentasi. Pengerukan dilakukan guna menjaga kapasitas tampung dan kelancaran aliran air, terutama menghadapi peningkatan intensitas curah hujan pada musim penghujan.
Direktur Utama PLN Nusantara Power Ruly Firmansyah menyampaikan arah perusahaan dalam penerapan ESG di seluruh unit pembangkitnya.
“Bagi kami, keandalan listrik harus berjalan beriringan dengan rasa aman masyarakat. Pengerukan DAS Tondano ini bukan sekadar pemeliharaan rutin, melainkan upaya kami melindungi ruang hidup warga dari risiko luapan air. Kami ingin kehadiran PLTA memberikan manfaat yang bisa dirasakan langsung di setiap keluarga,](https://daelpos.com/wp-content/uploads/2026/02/WhatsApp-Image-2026-02-14-at-19.20.04-225x129.jpeg)

