daelpos.com – Presiden Prabowo Subianto mengumumkan Indonesia berhasil kembali mencapai swasembada pangan pada 2025. Dengan capaian tersebut, Indonesia tidak lagi bergantung pada impor untuk memenuhi kebutuhan pangan nasional.
Pengumuman itu disampaikan Prabowo dalam acara Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan di Karawang, Jawa Barat, Rabu, 7 Januari. Prabowo mengapresiasi kinerja jajaran pemerintah yang mampu mewujudkan swasembada pangan hanya dalam waktu satu tahun sejak ia menjabat sebagai presiden. Target awal pemerintah sebelumnya memperkirakan capaian itu baru bisa diraih dalam empat tahun.
“Ini adalah kemenangan rakyat Indonesia. Tidak ada bangsa yang merdeka kalau makan tidak tersedia untuk rakyat. Tidak mungkin bangsa merdeka kalau pangan tergantung pada bangsa lain,” kata Prabowo dalam pidatonya.
Menurut Prabowo, keberhasilan ini menegaskan potensi Indonesia sebagai negara dengan sumber daya alam yang melimpah. Ia menilai kemandirian pangan merupakan fondasi utama bagi kedaulatan nasional sekaligus prasyarat bagi pembangunan jangka panjang.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan pencapaian swasembada pangan tidak dapat dilepaskan dari kerja kolektif lintas kementerian dan lembaga di bawah kepemimpinan Prabowo. “Swasembada ini adalah kerja terbaik Kabinet Merah Putih dari gagasan besar Bapak Presiden Republik Indonesia dan seluruh penyuluh serta petani Indonesia,” ujar Amran.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Kerangka Sampel Area (KSA) amatan November 2025, produksi beras nasional pada 2025 diperkirakan mencapai 34,71 juta ton. Angka tersebut melampaui kebutuhan domestik tahunan yang berada di kisaran 30–31 juta ton.
Di sisi lain, pengadaan beras oleh Perum Bulog pada 2025 tercatat sebagai yang terbesar sepanjang sejarah. Bulog menyerap gabah langsung dari petani dengan skema any quality seharga Rp6.500 per kilogram. Cadangan beras pemerintah sempat mencapai rekor 4,2 juta ton pada Juni 2025, sebelum turun menjadi sekitar 3,25 juta ton pada awal 2026 seiring penyaluran untuk bantuan bencana serta pengendalian stok dan harga.
Capaian tersebut mencerminkan stabilitas pasokan pangan, keberpihakan harga kepada petani, serta kehadiran negara dalam tata kelola pangan nasional. Dengan jaminan harga dan kepastian serapan oleh Bulog, semangat produksi petani disebut terus meningkat.
Amran mengakui percepatan target swasembada pangan menjadi tantangan tersendiri bagi jajarannya. “Targetnya awalnya empat tahun, lalu tiga tahun, dan akhirnya satu tahun. Alhamdulillah hari ini kami bisa melihat hasilnya. Ini bukan kerja sendiri,” kata dia.
Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo menganugerahkan tanda kehormatan Bintang Jasa Utama kepada Andi Amran Sulaiman atas jasanya dalam pencapaian swasembada pangan 2025. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi negara terhadap kontribusi nyata dalam memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan nasional.
Selain itu, Prabowo juga memberikan Bintang Jasa Pratama kepada Heri Sunarto, petani dari Kelompok Tani Ngudi Luhur, Kabupaten Sukoharjo, yang mewakili empat penerima lainnya. Adapun Bintang Jasa Nararya dianugerahkan kepada Bobby Irfan Effendi, penyuluh pertanian Kabupaten OKU Timur, serta Winarto dari Kelompok Tani Sri Sedhono, Kabupaten Ngawi, yang mewakili tiga penerima lainnya.








