daelpos.com – Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike menyambut baik revitalisasi Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Sarinah yang kini terintegrasi dengan Transjakarta Halte MH Thamrin. Ia berharap konsep serupa dapat diterapkan di JPO lainnya di Ibu Kota.
“Kita menyambut baik peresmian ini dan berharap beberapa JPO lain juga bisa dibuat seperti ini,” ujar Yuke, Selasa (3/3).
Menurutnya, integrasi JPO dengan halte Transjakarta menjadi langkah maju dalam menghadirkan fasilitas penyeberangan yang aman dan nyaman bagi masyarakat.
Yuke mengungkapkan, Komisi D juga menerima berbagai masukan dari kelompok disabilitas yang menilai belum semua JPO dan halte di Jakarta ramah bagi penyandang disabilitas. Masukan tersebut telah disampaikan kepada Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.
“Menurut Pak Gubernur, beliau menerima semua masukan dan akan mencoba membenahi halte lain, JPO lain, serta akses transportasi lainnya. Jadi ke depan, JPO Sarinah ini bisa menjadi salah satu contoh. Tadi juga sudah dicoba langsung dan cukup nyaman,” katanya.
Ia menekankan pentingnya perawatan fasilitas lift di JPO Sarinah agar tidak kerap mengalami gangguan. Sebab, lift menjadi sarana utama bagi pengguna kursi roda untuk menyeberang dengan aman.
“Pengguna kursi roda yang paling merasakan manfaatnya. Kalau tidak ada lift, mereka harus menyeberang di bawah dan itu berbahaya. Jadi akses seperti ini sudah baik, hanya pesannya lift-nya jangan sampai sering mati karena mereka sangat mengandalkan itu,” jelasnya.
Yuke juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga fasilitas publik tersebut. Menurutnya, JPO Sarinah berada di kawasan niaga yang ramai sehingga relatif lebih terpantau. Namun, pengawasan tetap perlu diperhatikan, terutama pada JPO di lokasi yang tidak seramai kawasan tersebut.
“Kita jaga bersama karena ini fasilitas umum yang dibangun dari anggaran masyarakat Jakarta. Di sini mungkin lebih aman karena kawasan ramai dan ada petugas dari Sarinah maupun Transjakarta. Tapi di lokasi lain yang lebih sepi, itu yang perlu perhatian lebih,” tandasnya.
Sebelumnya, Gubernur Pramono menyampaikan bahwa JPO Sarinah memiliki nilai historis sebagai JPO pertama di Jakarta. Revitalisasi dilakukan dengan mengusung konsep inklusivitas melalui penyediaan lift bagi penyandang disabilitas serta akses tanpa anak tangga.
Selain meningkatkan kenyamanan pejalan kaki, Pemprov DKI juga merencanakan pelebaran trotoar hingga 2,6 meter pada Mei mendatang. Pemerintah turut membuka peluang kerja sama naming rights dengan pihak swasta guna menambah pendapatan daerah.








