daelpos.com – Setelah kembali dilanda banjir bandang susulan pada 2 Januari 2026, warga Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, kembali merasakan kehadiran negara. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang bergerak cepat melakukan penanganan Sungai Muara Pisang yang dipenuhi material batu dan sedimen longsoran.
Banjir susulan terjadi setelah sebelumnya wilayah tersebut terdampak banjir pada 27 November 2025. Material batu dan lumpur yang terbawa arus menyebabkan alur sungai menyempit dan meningkatkan risiko banjir kembali.
Menteri PU Dody Hanggodo menyampaikan kehadiran Kementerian PU di lokasi bencana merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk selalu bersama masyarakat dalam kondisi apapun. “Kami memahami beban yang dirasakan masyarakat ketika bencana datang berulang. Karena itu, negara hadir tidak hanya untuk menangani darurat, tetapi juga menyiapkan solusi agar risiko ke depan bisa ditekan,” kata Menteri Dody.
Direktur Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian PU tgl 3 Januari 2026 lalu telah meninjau lapangan dan menginstruksikan penambahan alat berat. Selanjutnya, BWS Sumatera V Padang segera menambah alat berat menjadi 3 unit pada tanggal 6 Januari 2025 untuk melakukan pengerukan dan perbaikan alur sungai sepanjang kurang lebih 2 km. Penanganan difokuskan untuk membuka kembali alur sungai agar air dapat mengalir dengan lancar dan tidak meluap ke permukiman warga.
“Saat ini sedang dilakukan pengerukan sedimen dan material longsor, rencananya ke depan ada pemasangan bronjong di titik-titik kritis sebagai pelindung tebing sungai,” kata salah satu Petugas Lapangan Kementerian PU Rahmadani Saputra.
Gerak cepat Kementerian PU dalam penanganan banjir bandang susulan di Tanjung Raya mendapat apresiasi dari Wali Nagari Maninjau, Harmen Yasin. Menurutnya, perhatian dan dukungan Kementerian PU sangat berarti bagi masyarakat Maninjau, terutama dalam upaya normalisasi sungai yang selama ini menjadi titik sumber terjadinya banjir di wilayahnya.
“Kami sangat terbantu dengan kehadiran dan kerja cepat Kementerian Pekerjaan Umum. Sungai yang dipenuhi batu dan sedimen kini mulai kembali normal, sehingga memberikan rasa aman bagi masyarakat kami. Sekali lagi kami mengucapkan terima kasih,” kata Hermen Yasin.
Hermen Yasin berharap upaya normalisasi sungai terus dilanjutnya dan alat berat yang telah dikerahkan tetap dipertahankan, bahkan ditambah demi mendukung penanganan bencana secara menyeluruh dan berkelanjutan di Nagari Maninjau.
“Kami mohon upaya normalisasi terus dilanjutkan, termasuk penguatan tebing sungai agar ke depan risiko banjir dapat ditekan. Masyarakat juga meminta di wilayah hulu dibangun Sabo Dam untuk menahan material banjir,” kata Herman Yasin.
Selain Sungai Muara Pisang, Kementerian PU juga melakukan penanganan beberapa sungai yang bermuara di Danau Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya seperti Sungai Batang Tumayo dengan pengerahan 2 unit alat berat, Sungai Asam, Sungai Batang Balok, serta Sungai Ranggeh yang saat ini masih dalam tahap proses pengukuran untuk penanganan lanjutan. (*)






![[19.19, 14/2/2026] Andhanto Nusantara Power: Siaran Pers No.3/II/2026/PLNNP/BidCom
PLN Nusantara Power Gandeng TNI Lindungi Pemukiman Warga Melalui Normalisasi Aliran Sungai Tondano
Minahasa, 14 Februari 2026 — PT PLN Nusantara Power (PLN NP) melalui Unit Pembangkitan (UP) Minahasa bergerak cepat mengantisipasi ancaman banjir di wilayah Sulawesi Utara dengan merampungkan pengerukan sedimen di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Tondano. Langkah nyata yang berlangsung sejak Oktober 2025 hingga Januari 2026 ini bertujuan memastikan warga di sekitar bantaran sungai dapat merasa lebih aman saat menghadapi puncak musim penghujan yang diperkirakan berlangsung pada periode Mei- Juni dan November- Desember.
Langkah strategis ini merupakan bagian dari implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) perusahaan, khususnya dalam aspek perlindungan ekosistem perairan dan pengurangan risiko banjir akibat sedimentasi. Pengerukan dilakukan guna menjaga kapasitas tampung dan kelancaran aliran air, terutama menghadapi peningkatan intensitas curah hujan pada musim penghujan.
Direktur Utama PLN Nusantara Power Ruly Firmansyah menyampaikan arah perusahaan dalam penerapan ESG di seluruh unit pembangkitnya.
“Bagi kami, keandalan listrik harus berjalan beriringan dengan rasa aman masyarakat. Pengerukan DAS Tondano ini bukan sekadar pemeliharaan rutin, melainkan upaya kami melindungi ruang hidup warga dari risiko luapan air. Kami ingin kehadiran PLTA memberikan manfaat yang bisa dirasakan langsung di setiap keluarga,](https://daelpos.com/wp-content/uploads/2026/02/WhatsApp-Image-2026-02-14-at-19.20.04-225x129.jpeg)

