Jumhur Tancap Gas! Menteri LH Baru Fokus Bereskan Sampah, Bidik Standar Global

Tuesday, 28 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

daelpos.com – Menteri Lingkungan Hidup (LH) yang baru dilantik, Mohammad Jumhur Hidayat, langsung tancap gas. Ia menegaskan komitmennya untuk membenahi berbagai persoalan lingkungan hidup yang selama ini menjadi sorotan publik, mulai dari krisis sampah hingga penguatan tata kelola berbasis standar global.

Dalam pernyataan perdananya usai pelantikan, Jumhur menyampaikan bahwa persoalan sampah di Indonesia sudah berada pada tahap yang tidak bisa lagi ditangani secara biasa. Ia menilai, pendekatan lama yang cenderung parsial dan tidak terintegrasi harus segera ditinggalkan.

“Masalah sampah ini bukan sekadar isu kebersihan, tapi sudah menjadi isu lingkungan, kesehatan, bahkan ekonomi. Kita harus melihatnya sebagai sistem yang utuh,” ujar Jumhur.

Ia menekankan bahwa pemerintah akan mendorong transformasi besar dalam pengelolaan sampah nasional, dengan mengacu pada praktik terbaik internasional. Menurutnya, standar global bukan hanya soal teknologi, tetapi juga menyangkut tata kelola, regulasi, hingga perubahan perilaku masyarakat.

Jumhur mengungkapkan, salah satu fokus utama adalah memperkuat sistem pengelolaan sampah dari hulu ke hilir. Artinya, penanganan tidak hanya dilakukan di tempat pembuangan akhir (TPA), tetapi dimulai sejak tahap produksi dan konsumsi.

“Ke depan, kita akan dorong pengurangan sampah dari sumbernya. Industri harus bertanggung jawab, masyarakat juga harus terlibat aktif. Ini kerja bersama,” tegasnya.

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya penerapan prinsip ekonomi sirkular. Dalam konsep ini, sampah tidak lagi dipandang sebagai limbah semata, melainkan sebagai sumber daya yang memiliki nilai ekonomi jika dikelola dengan baik.

Menurut Jumhur, Indonesia memiliki potensi besar dalam mengembangkan industri daur ulang. Namun, potensi tersebut belum dimanfaatkan secara optimal karena keterbatasan infrastruktur dan lemahnya koordinasi antar pihak.

“Kita ingin membangun ekosistem yang memungkinkan sampah bisa kembali ke rantai produksi. Ini bukan hanya baik untuk lingkungan, tapi juga membuka lapangan kerja,” katanya.

See also  PLN Berhasil Pulihkan 100% Kelistrikan Bali, Seluruh Pelanggan Kembali Menyala

Di sisi lain, Jumhur juga menegaskan akan memperkuat penegakan hukum terhadap pelanggaran lingkungan. Ia memastikan tidak akan ragu memberikan sanksi tegas kepada pihak-pihak yang terbukti mencemari lingkungan, termasuk perusahaan besar.

“Standar global itu salah satunya adalah kepastian hukum. Tidak boleh ada kompromi terhadap pelanggaran yang merusak lingkungan,” ujarnya.

Tak hanya itu, kementerian yang dipimpinnya juga akan meningkatkan kolaborasi dengan pemerintah daerah. Jumhur menyadari bahwa keberhasilan pengelolaan lingkungan sangat bergantung pada implementasi di tingkat lokal.

Ia menyebut, banyak daerah yang sebenarnya sudah memiliki inisiatif baik, namun masih terkendala dalam hal pendanaan dan kapasitas teknis. Karena itu, pemerintah pusat akan hadir untuk memperkuat dan mensinergikan upaya-upaya tersebut.

“Daerah adalah ujung tombak. Kita akan bantu dengan kebijakan, pendanaan, dan teknologi,” imbuhnya.

Dalam jangka panjang, Jumhur berharap Indonesia bisa menjadi salah satu negara yang diperhitungkan dalam pengelolaan lingkungan global. Ia optimistis, dengan komitmen yang kuat dan kerja sama semua pihak, target tersebut bukan hal yang mustahil.

“Ini bukan pekerjaan satu-dua tahun. Tapi kalau kita konsisten, saya yakin Indonesia bisa sejajar dengan negara-negara maju dalam hal pengelolaan lingkungan,” tutupnya.

Langkah awal Jumhur ini pun mendapat perhatian luas. Publik kini menanti realisasi konkret dari berbagai komitmen yang telah disampaikan, terutama dalam mengatasi persoalan sampah yang selama ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi bangsa.

Berita Terkait

Prabowo Saksikan Penyelamatan Rp13,24 Triliun dan 259 Ribu Hektare Hutan
Bappisus Bakal Bersihkan 532 Lapas dan Rutan
Guru Besar ITPLN Dorong PLTS 100 GWp Ciptakan 5,52 Juta Kerja
Hari Batik Nasional, Pertamina Buka Ruang Berkarya dan Kemandirian Ekonomi
Sawah Kekurangan Air, Pompa Dikerahkan di Bekasi hingga Cirebon
Dorong Ketahanan Pangan, Transmigran Gerbang Mas Perkasa dan TEP UI Sulap Lahan Tandus Jadi Pekarangan
Gunhar: Kekayaan Alam Harus Digunakan Sebesar-besarnya untuk Kesejahteraan Rakyat
Menteri Dody Sisir Titik Kekeringan, Perjuangkan Air bagi Petani demi Swasembada Pangan

Berita Terkait

Wednesday, 7 October 2026 - 12:50 WIB

Prabowo Saksikan Penyelamatan Rp13,24 Triliun dan 259 Ribu Hektare Hutan

Monday, 5 October 2026 - 13:04 WIB

Bappisus Bakal Bersihkan 532 Lapas dan Rutan

Saturday, 3 October 2026 - 13:53 WIB

Guru Besar ITPLN Dorong PLTS 100 GWp Ciptakan 5,52 Juta Kerja

Saturday, 3 October 2026 - 10:54 WIB

Hari Batik Nasional, Pertamina Buka Ruang Berkarya dan Kemandirian Ekonomi

Friday, 2 October 2026 - 12:41 WIB

Sawah Kekurangan Air, Pompa Dikerahkan di Bekasi hingga Cirebon

Berita Terbaru

Nasional

Mendes Yandri Ajak ISSF dan Perusahaan Mitra Perluas Desa Binaan

Wednesday, 7 Oct 2026 - 18:48 WIB

Energy

Fasilitasi OTA Wolbachia di Kampus, ITPLN Aktif Berantas DBD

Wednesday, 7 Oct 2026 - 16:39 WIB