daelpos.com – Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi berkantor di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) di tengah volatilitas pasar keuangan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan koordinasi otoritas dan pelaku pasar berjalan intensif hingga kondisi perdagangan kembali normal.
Perempuan yang akrab disapa Kiki itu mengatakan OJK memperkuat pengawasan dan komunikasi dengan BEI, pelaku industri, serta pemangku kepentingan lain guna menjaga kepercayaan investor. “Kami ingin memastikan mekanisme pasar berjalan tertib, wajar, dan efisien,” ujar Friderica di Jakarta.
Menurut dia, OJK memantau pergerakan indeks, likuiditas, serta dinamika transaksi secara real time. Otoritas juga menyiapkan langkah-langkah antisipatif apabila diperlukan, termasuk penguatan komunikasi kebijakan agar pelaku pasar memperoleh kepastian di tengah sentimen global yang berfluktuasi.
Direktur Utama BEI menyambut kehadiran OJK di bursa sebagai bentuk sinergi. Ia menilai koordinasi yang lebih dekat membantu mempercepat respons terhadap dinamika pasar dan menjaga stabilitas perdagangan.
Analis pasar menilai langkah OJK tersebut dapat meredam kepanikan dan memperkuat sentimen positif. Kehadiran otoritas di pusat aktivitas perdagangan dinilai penting untuk memastikan kebijakan diterjemahkan secara cepat dan tepat oleh penyelenggara bursa.
OJK menegaskan akan terus berada di BEI sampai kondisi pasar dinilai stabil. Friderica menyatakan prioritas utama adalah perlindungan investor dan keberlanjutan pasar modal nasional di tengah ketidakpastian global.







![[19.19, 14/2/2026] Andhanto Nusantara Power: Siaran Pers No.3/II/2026/PLNNP/BidCom
PLN Nusantara Power Gandeng TNI Lindungi Pemukiman Warga Melalui Normalisasi Aliran Sungai Tondano
Minahasa, 14 Februari 2026 — PT PLN Nusantara Power (PLN NP) melalui Unit Pembangkitan (UP) Minahasa bergerak cepat mengantisipasi ancaman banjir di wilayah Sulawesi Utara dengan merampungkan pengerukan sedimen di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Tondano. Langkah nyata yang berlangsung sejak Oktober 2025 hingga Januari 2026 ini bertujuan memastikan warga di sekitar bantaran sungai dapat merasa lebih aman saat menghadapi puncak musim penghujan yang diperkirakan berlangsung pada periode Mei- Juni dan November- Desember.
Langkah strategis ini merupakan bagian dari implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) perusahaan, khususnya dalam aspek perlindungan ekosistem perairan dan pengurangan risiko banjir akibat sedimentasi. Pengerukan dilakukan guna menjaga kapasitas tampung dan kelancaran aliran air, terutama menghadapi peningkatan intensitas curah hujan pada musim penghujan.
Direktur Utama PLN Nusantara Power Ruly Firmansyah menyampaikan arah perusahaan dalam penerapan ESG di seluruh unit pembangkitnya.
“Bagi kami, keandalan listrik harus berjalan beriringan dengan rasa aman masyarakat. Pengerukan DAS Tondano ini bukan sekadar pemeliharaan rutin, melainkan upaya kami melindungi ruang hidup warga dari risiko luapan air. Kami ingin kehadiran PLTA memberikan manfaat yang bisa dirasakan langsung di setiap keluarga,](https://daelpos.com/wp-content/uploads/2026/02/WhatsApp-Image-2026-02-14-at-19.20.04-225x129.jpeg)
