daelpos.com— PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk menutup tahun buku 2025 dengan kinerja keuangan yang tetap solid di tengah volatilitas ekonomi global dan penyesuaian kebijakan moneter. Bank pelat merah ini mencatat pertumbuhan kredit 15,9 persen secara tahunan, ditopang pendanaan berbasis dana murah dan perbaikan kualitas aset.
Pertumbuhan kredit tersebut sepenuhnya didanai oleh peningkatan current account saving account (CASA) yang melonjak 28,9 persen year on year. Struktur pendanaan ini menjaga efisiensi biaya dana di tengah tekanan suku bunga dan ketidakpastian pasar.
Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan mengatakan perseroan mampu menjaga pertumbuhan yang sehat melalui disiplin risiko dan fokus pembiayaan ke sektor produktif. “Kami menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis, pendanaan yang kuat, dan kualitas aset,” ujarnya.
Dari sisi kinerja, BNI membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp20 triliun sepanjang 2025. Rasio kredit bermasalah (NPL) bruto tercatat 1,9 persen, sementara rasio kecukupan modal (CAR) mencapai 20,7 persen, jauh di atas ketentuan regulator.
Transformasi digital turut menopang kinerja. Jumlah pengguna platform wondr by BNI telah melampaui 12 juta, sementara transaksi BNIdirect untuk segmen korporasi tumbuh lebih dari 25 persen.
BNI juga menegaskan perannya sebagai agen pembangunan dengan menyalurkan pembiayaan ke sektor-sektor strategis serta memperluas pembiayaan berkelanjutan yang kini mencapai Rp197 triliun atau 22 persen dari total kredit.








