Kementerian PU Percepat Bendungan Cijurey dan Cibeet, Perkuat Pengendalian Banjir di Karawang dan Bekasi

Wednesday, 15 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

daelpos.com – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat pembangunan Bendungan Cijurey dan Bendungan Cibeet sebagai upaya memperkuat pengendalian banjir di wilayah hilir Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum, khususnya Kabupaten Karawang dan Bekasi.

Dalam tujuh tahun terakhir, kerugian akibat banjir di wilayah Citarum Hilir tercatat mencapai Rp5,6 triliun atau rata-rata sekitar Rp800 miliar per tahun. Kondisi ini menunjukkan perlunya solusi struktural jangka panjang untuk mengurangi risiko dan dampak banjir berulang.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa percepatan penyelesaian pembangunan bendungan menjadi penting untuk menekan risiko banjir di wilayah tersebut.

“Saya berharap bisa selesai paling tidak 2027–2028. Dengan mata kepala, saya sendiri melihat kalau itu tidak segera diselesaikan, saya khawatir Karawang dan Bekasi banjir lagi,” kata Menteri Dody dalam jumpa pers di kantor Kementerian PU, Jumat (10/4/2026).

Penyelesaian Bendungan Cijurey dan Cibeet diproyeksikan mampu mereduksi banjir hingga 80% untuk periode ulang 5 tahunan, serta menekan potensi kerugian hingga Rp16 triliun dalam periode 25 tahun.

Bendungan Cijurey yang berlokasi di Kabupaten Bogor memiliki kapasitas tampung sekitar 14,37 juta m³ dengan tinggi bendungan 78 meter dan panjang 614 meter. Bendungan ini diproyeksikan mampu mereduksi banjir sebesar 59,33% atau setara 172,94 m³/detik dengan luas area terdampak sekitar 72 hektare, serta mendukung layanan irigasi seluas 2.047 hektare di wilayah Kecamatan Cariu, Sukamakmur, dan Tanjungsari.

Hingga 10 April 2026, progres fisik Bendungan Cijurey telah mencapai 37,20% dengan realisasi keuangan sebesar 32,84%.

Sementara itu, Bendungan Cibeet dirancang sebagai bagian dari sistem pengendalian banjir DAS Citarum Hilir yang terintegrasi bersama Bendungan Cijurey dan Bendungan Cipamingkis.

Bendungan Cibeet memiliki kapasitas tampung sekitar 83,28 juta m³ dan diproyeksikan mampu mereduksi banjir pada area terdampak seluas 5.822 hektare atau setara pengurangan debit banjir sebesar 297,97 m³/detik.

See also  Menkomdigi Ajak Lulusan Undiknas Gunakan Teknologi dengan Etika

Selain fungsi pengendalian banjir, Bendungan Cibeet juga mendukung ketahanan air, energi, dan pangan melalui layanan Daerah Irigasi Tarum Barat seluas 7.800 hektare serta pengembangan irigasi baru sekitar 1.036,97 hektare di wilayah Jawa Barat.

Namun demikian, pembangunan Bendungan Cibeet masih menghadapi tantangan pembebasan lahan. Hingga April 2026, realisasi pembebasan lahan baru mencapai sekitar 7,9% dari total kebutuhan 1.700,26 hektare.

Kementerian PU terus mempercepat penyelesaian kedua proyek tersebut melalui penguatan koordinasi lintas sektor, percepatan pembebasan lahan, serta optimalisasi pelaksanaan konstruksi di lapangan.

Pembangunan Bendungan Cijurey dan Cibeet merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menghadirkan solusi komprehensif terhadap persoalan banjir yang berulang di kawasan Karawang dan Bekasi.(*)

Berita Terkait

PJJ di Jakarta Diperpanjang, Antisipasi Abu Vulkanik
Anak Krakatau Erupsi, MBG Disetop Sementara
Kementerian PU Suplai Air dari Saluran Tersier Dukung Pemadaman Karhutla di Kapuas
BNI Ajak Generasi Muda Cakap Kelola Keuangan di Era Digital
Drone Pertanian Pangkas Biaya Penyemprotan Petani Merauke hingga 90 Persen
Dari Jalan hingga Air Bersih, Hutama Karya Percepat Pemulihan Aceh Pascabencana
Kementerian PU Tangani Longsor Susulan di Jalan Poros Tenggarong–Samarinda
Bandara Soetta Ditutup Sementara Imbas Aktivitas Gunung Anak Krakatau

Berita Terkait

Tuesday, 8 September 2026 - 09:47 WIB

PJJ di Jakarta Diperpanjang, Antisipasi Abu Vulkanik

Tuesday, 8 September 2026 - 09:30 WIB

Anak Krakatau Erupsi, MBG Disetop Sementara

Tuesday, 8 September 2026 - 07:59 WIB

Kementerian PU Suplai Air dari Saluran Tersier Dukung Pemadaman Karhutla di Kapuas

Monday, 7 September 2026 - 15:12 WIB

BNI Ajak Generasi Muda Cakap Kelola Keuangan di Era Digital

Monday, 7 September 2026 - 13:42 WIB

Drone Pertanian Pangkas Biaya Penyemprotan Petani Merauke hingga 90 Persen

Berita Terbaru

Berita Utama

Hilirisasi Kelapa Masuki Babak Baru, 2.900 Tenaga Kerja Siap Diserap

Tuesday, 8 Sep 2026 - 19:02 WIB