daelpos.com – Semangat emansipasi perempuan kembali digaungkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam peringatan Hari Kartini 2026. Melalui Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP), Pemprov DKI menggelar diskusi interaktif bertajuk “Perempuan Berdaya, Bebas Berkarya” di Balai Agung, Balai Kota Jakarta, Kamis (7/5).
Mengusung tema “Berkembang Tanpa Batas, Berdaya Tanpa Sekat”, acara ini menjadi simbol komitmen Jakarta menuju kota global yang inklusif dan ramah bagi perempuan.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menegaskan, pembangunan Jakarta ke depan harus berpihak pada kesetaraan gender dan perlindungan perempuan.
Menurutnya, perempuan memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk berkembang di berbagai bidang kehidupan.
“Momentum Hari Kartini harus menjadi pengingat bahwa perempuan memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk berkembang dan berperan di berbagai bidang kehidupan,” ujar Pramono saat membuka acara.
Ia menilai perempuan memegang peran strategis dalam pembangunan kota, mulai dari penguat keluarga, pendidik generasi masa depan, penggerak ekonomi hingga agen perubahan sosial.
Pramono juga menekankan pentingnya menghadirkan ruang aman dan suportif agar perempuan bisa tumbuh tanpa hambatan stereotip, diskriminasi maupun kekerasan.
Tak sekadar slogan, komitmen tersebut disebutnya tercermin dari capaian Indeks Pembangunan Gender (IPG) Jakarta tahun 2024 yang mencapai 95,50.
“Capaian ini menunjukkan adanya kesetaraan akses bagi perempuan dan laki-laki dalam layanan kesehatan, pendidikan hingga peluang ekonomi,” katanya.
Pemprov DKI, lanjut Pramono, akan terus memperkuat upaya perlindungan dan pemberdayaan perempuan melalui langkah pencegahan, penanganan hingga pemulihan korban kekerasan secara terpadu lintas sektor.
Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat ikut menciptakan lingkungan yang aman, inklusif dan bebas diskriminasi.
“Kami mengajak seluruh perangkat daerah, organisasi perempuan, masyarakat, termasuk laki-laki, untuk bersama menciptakan lingkungan yang aman dan ramah bagi perempuan,” tegasnya.
Senada dengan itu, Ketua TP PKK DKI Jakarta, Hani Pramono mengatakan perempuan memiliki peran penting dalam pembangunan kota.
Menurut Hani, keamanan perempuan dan anak harus diwujudkan mulai dari lingkungan keluarga, ruang publik hingga ruang digital.
“Kita harus memastikan Jakarta menjadi kota yang aman dan inklusif bagi perempuan dan anak,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas PPAPP DKI Jakarta, Dwi Oktavia menyebut peringatan Hari Kartini tahun ini tidak sekadar seremoni, tetapi juga diisi langkah konkret.
Salah satunya melalui penguatan pencegahan dan penanganan kekerasan seksual berbasis gender di lingkungan transportasi publik lewat kerja sama strategis antara Pemprov DKI Jakarta dan PT Transjakarta
Selain itu, Pemprov juga memberikan dukungan usaha bagi perempuan disabilitas pelaku UMKM serta perempuan penyintas kekerasan melalui program Jakpreneur.
Acara yang dihadiri sekitar 1.000 peserta dari kalangan pelajar, mahasiswa hingga organisasi perempuan ini turut menghadirkan talk show inspiratif bersama desainer ternama Anne Avantie dan entertainer sekaligus sociopreneur Cinta Laura Kiehl.
Dalam sesi diskusi, Anne Avantie menegaskan perempuan berdaya bukan soal popularitas, melainkan kemampuan memberi manfaat bagi sesama.
Sedangkan Cinta Laura mengajak perempuan berani meruntuhkan ekspektasi sosial dan terus belajar demi memperjuangkan kesetaraan hak perempuan di Indonesia.
Peringatan Hari Kartini 2026 juga dimeriahkan workshop literasi digital Women Go Digital, lomba Kartini Quiz Clash, games edukatif hingga bazar produk UMKM perempuan binaan Pemprov DKI Jakarta.








