PLN EPI Siapkan Infrastruktur Gas, Kebutuhan Energi Primer Diproyeksi Tumbuh 5% per Tahun

Thursday, 21 May 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Satuan Perencanaan Korporat Manajemen Energi Primer PLN EPI, Anggoro Wisaksono menyampaikan bahwa PLN EPI menyiapkan strategi besar penguatan pasokan energi primer nasional di tengah pertumbuhan kebutuhan listrik dan transisi energi nasional. Salah satunya melalui pembangunan infrastruktur gas nasional dalam sistem ketenagalistrikan Indonesia.

Kepala Satuan Perencanaan Korporat Manajemen Energi Primer PLN EPI, Anggoro Wisaksono menyampaikan bahwa PLN EPI menyiapkan strategi besar penguatan pasokan energi primer nasional di tengah pertumbuhan kebutuhan listrik dan transisi energi nasional. Salah satunya melalui pembangunan infrastruktur gas nasional dalam sistem ketenagalistrikan Indonesia.

daelpos.com – PT PLN Energi Primer Indonesia (EPI) menyiapkan strategi besar penguatan pasokan energi primer nasional di tengah pertumbuhan kebutuhan listrik dan transisi energi nasional. Salah satunya melalui pembangunan infrastruktur gas nasional dalam sistem ketenagalistrikan Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Kepala Satuan Perencanaan Korporat Manajemen Energi Primer PLN EPI, Anggoro Wisaksono, dalam Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Power Development Forum 2026 bertajuk End-to-End Energy Ecosystem to Support National Power System Reliability di Hotel Fairmont Jakarta pada Rabu (20/5).

Pada Panel Diskusi bertajuk Strategi Pembangkitan dalam Mendukung Kebijakan Ketenagalistrikan Indonesia, Anggoro mengatakan perencanaan ketenagalistrikan nasional harus dilakukan secara menyeluruh dari sisi demand listrik, pembangkit, transmisi, distribusi, hingga energi primer.

“PLN EPI ada di sektor energi primer. Kami memastikan supply fuel ke pembangkit secara sustain dan reliable,” ujarnya.

Menurutnya proyeksi kebutuhan listrik menjadi titik awal perencanaan bisnis ketenagalistrikan karena menentukan kebutuhan kapasitas pembangkit, jaringan, hingga pasokan energi primer. Sementara energi primer menjadi faktor utama yang memastikan pembangkit memiliki pasokan bahan bakar yang aman, kompetitif, dan berkelanjutan.

Dalam paparannya, PLN EPI mengacu pada RUPTL 2025–2034 yang memproyeksikan perubahan bauran energi pembangkitan nasional. Pada 2034, produksi listrik berbasis batu bara diproyeksikan mencapai 273,8 terawatt hour (TWh) atau sekitar 47% dari total bauran energi nasional. Sementara gas bumi diperkirakan mencapai 132,3 TWh atau 23%.

Adapun energi baru terbarukan (EBT) diproyeksikan mencapai 164,1 TWh atau sekitar 28% dan biomassa sebesar 8,1 TWh. Dalam skenario Accelerated Renewable Energy Development (ARED), porsi EBT bahkan diproyeksikan meningkat menjadi 190,9 TWh atau 33% pada 2034.

Meski demikian, Anggoro menegaskan batu bara dan gas masih akan menjadi tulang punggung keandalan sistem kelistrikan selama masa transisi energi berlangsung.

See also  Sukseskan Asta Cita, PHE Tegaskan Komitmen Dukung Keberlanjutan Pasokan Energi Bagi Masyarakat

“Batubara dan gas tetap berperan menjaga reliability sistem selama masa transisi, terutama untuk memenuhi stabilitas sistem,” katanya.

PLN EPI juga memproyeksikan kebutuhan energi primer sektor ketenagalistrikan akan terus meningkat hingga 2035 dengan pertumbuhan rata-rata sekitar 5% per tahun. Dalam proyeksi tersebut, batu bara masih menjadi komponen terbesar dalam bauran energi primer pembangkitan. Sementara gas bumi akan memainkan peran penting sebagai energi transisi untuk mendukung fleksibilitas pembangkit di tengah meningkatnya penetrasi EBT.

Selain itu, PLN EPI juga mulai memperluas pemanfaatan biomassa melalui skema co-firing di PLTU. Menurut Anggoro, langkah ini membuka peluang bagi pelaku usaha nasional untuk masuk dalam rantai pasok biomassa.

“Selain batu bara dan gas, nanti ada biomass. Ini opportunity juga untuk pengusaha muda,” ujarnya.

Di sisi infrastruktur, PLN EPI menyiapkan pengembangan berbagai proyek midstream gas nasional yang tersebar dari Sumatra hingga Papua. Infrastruktur tersebut mencakup pembangunan FSRU, LNG carrier, ORU, hingga proyek gasifikasi di berbagai wilayah.

Beberapa proyek strategis yang dipaparkan antara lain FSRU Jawa Barat 1 dan 2, FSRU Jawa Timur, FSRU Bali, serta FSRU Cilegon. Total kapasitas regasifikasi yang disiapkan mencapai 3.850 million standard cubic feet per day (MMSCFD) dengan kapasitas penyimpanan LNG sebesar 1,2 juta meter kubik.

Menurut Anggoro, pembangunan infrastruktur gas menjadi penting karena Indonesia merupakan negara kepulauan dengan banyak sistem kelistrikan terisolasi.

“Kita ini Negara Kepulauan, banyak sistem isolated di pulau-pulau kecil maupun besar. Ini merupakan tantangan tersendiri,” katanya.

Anggoro juga menyinggung dampak ketegangan geopolitik global, termasuk situasi di Selat Hormuz, terhadap sektor energi nasional. Meski demikian, ia memastikan kondisi pasokan energi primer PLN EPI masih relatif aman.

See also  Kuat di Domestik, Kompetitif di Pasar Global: 4.090 Pelaut Indonesia Jadi Tulang Punggung Pertamina

Sementara untuk gas, PLN EPI mengandalkan kombinasi produksi domestik dan kemitraan global. Menurut Anggoro, kerja sama dengan partner global menjadi penting karena sebagian produksi gas nasional masih terikat kontrak ekspor jangka panjang.

“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Kolaborasi dengan partner global sangat diperlukan,” katanya.

Hadir dalam acara tersebut sebagai Moderator Ahmad Adisuryo dan sebagai pembicara Vice President Business Development Generation I PLN Nusantara Power Dedy Marsetioadi dan Vice President Pengembangan Usaha PLN Nusa Daya Hery Affandi.

Berita Terkait

PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit untuk Dukung Transisi Energi
PLN Icon Plus Perkuat Komitmen Dukung Green Ecosystem Pada Hari Lingkungan Hidup
Beli Token Listrik di PLN Mobile, Nikmati Kesempatan Meraih Voucher Listrik
Tembus Medan Berat, PLN Hadirkan Listrik 24 Jam untuk 1.396 Rumah Tangga di Pegunungan Arfak, Papua Barat
PLN EPI Bersama PLN Puslitbang dan ITERA Dukung Biomassa dan Hidrogen Hijau Nasional
Menciptakan Nilai Bersama, PLN Nusantara Power Raih 22 Penghargaan TOP CSR 2026
149 Keluarga di Noemuke NTT Kini Nikmati Listrik PLN 24 Jam, Membuka Harapan Baru bagi Pendidikan dan Ekonomi Warga
Bioenergi Berpotensi Ciptakan 150 Ribu Lapangan Kerja dan Reduksi 12 Juta Ton Emisi

Berita Terkait

Saturday, 6 June 2026 - 20:39 WIB

PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit untuk Dukung Transisi Energi

Saturday, 6 June 2026 - 20:21 WIB

PLN Icon Plus Perkuat Komitmen Dukung Green Ecosystem Pada Hari Lingkungan Hidup

Friday, 5 June 2026 - 18:13 WIB

Beli Token Listrik di PLN Mobile, Nikmati Kesempatan Meraih Voucher Listrik

Friday, 5 June 2026 - 09:50 WIB

Tembus Medan Berat, PLN Hadirkan Listrik 24 Jam untuk 1.396 Rumah Tangga di Pegunungan Arfak, Papua Barat

Thursday, 4 June 2026 - 18:14 WIB

PLN EPI Bersama PLN Puslitbang dan ITERA Dukung Biomassa dan Hidrogen Hijau Nasional

Berita Terbaru

Olahraga

Voli Putri Indonesia Bungkam Iran 3-1 di AVC Cup-Women 2026

Saturday, 6 Jun 2026 - 20:44 WIB

Berita Utama

Sekolah Berasrama untuk Anak Maluku Utara Disiapkan di Halmahera

Saturday, 6 Jun 2026 - 20:24 WIB