Sudin PPAPP Dorong Peran Keluarga Wujudkan Lansia Mandiri

Friday, 31 July 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

daelpos.com – Memasuki usia lanjut bukan berarti berhenti berkarya. Dengan dukungan keluarga dan lingkungan yang peduli, lanjut usia (lansia) dapat tetap sehat, mandiri, aktif, serta berdaya menjalani kehidupan. Semangat tersebut menjadi landasan Suku Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu dalam menyelenggarakan Sosialisasi Bina Keluarga Lansia (BKL) secara daring melalui Zoom Meeting, pada Jumat (31/7).

Mengusung tema “Lansia Tetap Berdaya di Usia Senja”, kegiatan ini diikuti sekitar 60 peserta yang terdiri atas Penyuluh Keluarga Berencana (PKB)/Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB), Tim Penggerak PKK, kader Bina Keluarga Lansia (BKL), kader Dasa Wisma, serta Tim Pendamping Keluarga.

Kegiatan dibuka oleh Kepala Suku Dinas PPAPP Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, Simon Baginda Pardomuan Panjaitan. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa peningkatan kualitas hidup lansia memerlukan kolaborasi yang erat antara pemerintah, keluarga, kader, dan masyarakat.

“Merawat lansia bukan hanya memenuhi kebutuhan fisiknya, tetapi juga memastikan mereka tetap memiliki ruang untuk belajar, beraktivitas, dan berpartisipasi dalam kehidupan sosial. Melalui Sekolah Lansia, kami berharap para lansia di Kepulauan Seribu dapat terus hidup sehat, mandiri, aktif, dan produktif sehingga mampu menikmati masa senja dengan bahagia dan bermakna,” ujarnya.

Sosialisasi menghadirkan narasumber dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, Ferdinando Lukas, serta dr. Yulia Andanimurti, M.K.K. dari Komunitas Salimah DKI Jakarta. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman peserta mengenai konsep Bina Keluarga Lansia (BKL) dan Sekolah Lansia sebagai upaya pemberdayaan lansia berbasis keluarga.

Dalam paparannya, Ferdinando Lukas menjelaskan bahwa Sekolah Lansia merupakan bagian dari Program Lansia Berdaya yang mengintegrasikan pemeriksaan kesehatan, pembinaan keluarga, pendampingan, hingga pengembangan kewirausahaan bagi lansia. Menurutnya, pembelajaran di Sekolah Lansia mencakup tujuh dimensi lansia tangguh, yaitu intelektual, fisik, sosial, spiritual, profesional atau vokasional, emosional, dan lingkungan. Pendekatan tersebut diharapkan mampu mendukung lansia agar tetap produktif serta berdaya sesuai dengan potensi yang dimiliki.

See also  Kemendagri Harap Ada Penguatan Tata Kelola Pemerintahan Daerah, Pasca MOU dengan Lembaga Kemitraan

Sementara itu, dr. Yulia Andanimurti mengajak peserta untuk menerapkan lima pilar lansia sehat, yaitu mengonsumsi gizi seimbang, rutin beraktivitas fisik, menjaga kualitas tidur, memelihara kesehatan mental, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Ia menekankan bahwa keluarga memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang mendukung lansia agar tetap sehat, bahagia, dan memiliki kualitas hidup yang baik.

Saat ini, Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu memiliki tujuh kelompok Bina Keluarga Lansia (BKL). Namun, baru satu Sekolah Lansia yang aktif, yakni di Kelurahan Pulau Untung Jawa. Kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang untuk memperluas pembentukan Sekolah Lansia di wilayah lainnya, meskipun dihadapkan pada keterbatasan jumlah penyuluh keluarga berencana serta karakteristik geografis wilayah kepulauan.

Sebagai tindak lanjut, Suku Dinas PPAPP Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu akan melakukan monitoring dan reaktivasi kelompok BKL yang telah terbentuk serta memperkuat koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk mendukung pembentukan Sekolah Lansia di wilayah lain.

Melalui sosialisasi ini, Dinas PPAPP berharap sinergi antara pemerintah, kader, keluarga, dan masyarakat semakin kuat dalam menghadirkan lingkungan yang mendukung lansia untuk tetap sehat, mandiri, aktif, dan berdaya. Dengan demikian, para lansia dapat terus berkontribusi dalam keluarga maupun masyarakat serta menikmati masa tua dengan kualitas hidup yang lebih baik.

Berita Terkait

Prabowo Gerak Cepat, BUMN Pulihkan Layanan Vital Pascagempa NTT
Kesejahteraan Guru dan Dosen Didorong Masuk RAPBN 2027
Menteri PU Menuju NTT Bawa 50.000 Paket Sembako Presiden
BNPB Imbau Warga Jauhi Pantai Pascagempa M7,7 di NTT
Kementerian PU Salurkan 8.000 Liter Air Bersih bagi Masyarakat Terdampak Kekeringan di Pebayuran Bekasi
Hutama Karya Melalui Anak Usaha Hutama Marga Waskita Raih Rekor MURI sebagai Tempat Istirahat dan Pelayanan Jalan Tol Pertama yang Memiliki Galeri Budaya
Kejar Swasembada Pangan, Kementerian PU Perkuat Irigasi Dan Libatkan Warga Papua Selatan
Direktur Human Capital & Legal HK Tinjau Proyek Konservasi Pantai Candidasa Fase 2 Paket I, Dorong Perlindungan Pesisir dan Pariwisata Berkelanjutan

Berita Terkait

Sunday, 16 August 2026 - 22:30 WIB

Prabowo Gerak Cepat, BUMN Pulihkan Layanan Vital Pascagempa NTT

Sunday, 16 August 2026 - 12:26 WIB

Menteri PU Menuju NTT Bawa 50.000 Paket Sembako Presiden

Saturday, 15 August 2026 - 22:56 WIB

BNPB Imbau Warga Jauhi Pantai Pascagempa M7,7 di NTT

Saturday, 15 August 2026 - 10:13 WIB

Kementerian PU Salurkan 8.000 Liter Air Bersih bagi Masyarakat Terdampak Kekeringan di Pebayuran Bekasi

Friday, 14 August 2026 - 14:52 WIB

Hutama Karya Melalui Anak Usaha Hutama Marga Waskita Raih Rekor MURI sebagai Tempat Istirahat dan Pelayanan Jalan Tol Pertama yang Memiliki Galeri Budaya

Berita Terbaru

foto istimewa

Energy

Pertalite Berpotensi Dibatasi, Ini Wacananya

Sunday, 16 Aug 2026 - 18:38 WIB