Kepulauan Seribu Pacu Inovasi Warga Jadi Penggerak Ekonomi

Wednesday, 2 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

daelpos.com — Inovasi tidak selalu lahir dari teknologi yang rumit dan mahal. Di tengah kehidupan masyarakat Kepulauan Seribu, solusi sederhana yang mampu menjawab kebutuhan sehari-hari justru dapat menjadi langkah penting untuk meningkatkan kesejahteraan dan membuka peluang ekonomi baru.

Semangat tersebut menjadi bagian dari Temu Inovator dan Gelar Produk Hasil Binaan Teknologi Tepat Guna Tingkat Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu yang diselenggarakan oleh Suku Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu melalui Zoom Meeting.

Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Suku Dinas PPAPP Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, Simon Baginda Pardomuan Panjaitan, dan diikuti oleh perwakilan kecamatan, kelurahan, Tim Penggerak PKK, serta Dasawisma Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu.

Simon mengatakan, teknologi tepat guna pada dasarnya adalah tentang bagaimana sebuah inovasi dapat hadir dekat dengan masyarakat dan memberikan manfaat yang nyata.

“Yang terpenting adalah teknologi tersebut sederhana, mudah diterapkan, terjangkau, dan mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat. Melalui kegiatan ini, kami mendorong lahirnya inovasi yang aplikatif, bermanfaat, dan bernilai ekonomi bagi masyarakat Kepulauan Seribu.”

Menurutnya, potensi inovasi di Kepulauan Seribu sangat besar karena tumbuh dari pengalaman dan kebutuhan masyarakat itu sendiri. Karena itu, ruang pertemuan dan berbagi pengetahuan seperti ini penting untuk mempertemukan ide, pengalaman, serta peluang pengembangan usaha.
Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi para peserta untuk mengenal lebih jauh berbagai peluang inovasi, bertukar pengalaman, sekaligus membangun jejaring dan kolaborasi dalam mendukung pemberdayaan masyarakat.

Salah satu materi yang menarik perhatian peserta disampaikan David Larumunde dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengenai Skema Pendanaan Startup BRIN. Para peserta mendapatkan pemahaman mengenai mekanisme dan persyaratan pendanaan, penyusunan proposal, hingga peluang yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha maupun inovator yang ingin mengembangkan gagasannya menjadi startup berbasis penelitian dan teknologi.

See also  Terkait Pembangunan Daerah Perbatasan, LaNyalla Sampaikan 3 Rekomendasi Fundamental

Sementara itu, Ajat Sudrajat mengajak peserta melihat inovasi dari hal-hal yang dekat dengan kehidupan masyarakat melalui materi mengenai inovasi akar rumput.

Menurutnya, teknologi yang baik tidak harus selalu canggih. Justru, teknologi yang sederhana, terjangkau, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dapat memberikan dampak yang lebih langsung.

Salah satu potensi yang dibahas adalah pengolahan hasil laut. Dengan kekayaan sumber daya kelautan yang dimiliki Kepulauan Seribu, hasil tangkapan nelayan, rumput laut, dan berbagai hasil kelautan lainnya memiliki peluang untuk diolah menjadi produk dengan nilai tambah yang lebih tinggi.

Dengan pengolahan yang tepat, hasil laut tidak hanya berhenti sebagai bahan konsumsi, tetapi dapat berkembang menjadi produk usaha yang memiliki daya saing, memperluas pasar, sekaligus membuka peluang pendapatan baru bagi keluarga dan masyarakat.

Dalam sesi diskusi, peserta juga menggali berbagai kemungkinan pemanfaatan teknologi untuk mendukung aktivitas masyarakat, mulai dari membantu nelayan, mengolah hasil perikanan, meningkatkan kualitas dan kemasan produk, hingga memperluas pemasaran.

Pertukaran gagasan tersebut menunjukkan bahwa inovasi dapat dimulai dari persoalan yang sederhana: bagaimana hasil tangkapan memiliki nilai jual lebih tinggi, bagaimana produk UMKM tampil lebih menarik, atau bagaimana teknologi dapat membantu masyarakat bekerja dengan lebih efektif.

Ke depan, Suku Dinas PPAPP Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu akan mendorong pendataan UMKM dan calon startup potensial, pendampingan dalam penyusunan proposal pendanaan, serta penguatan kolaborasi antara masyarakat, akademisi, pemerintah, dan dunia usaha.
Langkah tersebut diharapkan dapat membuka lebih banyak ruang bagi masyarakat Kepulauan Seribu untuk mengembangkan ide dan potensi yang mereka miliki.

Sebab, pada akhirnya, teknologi tepat guna bukan hanya tentang menciptakan sebuah alat atau produk baru. Lebih dari itu, teknologi tepat guna adalah tentang mengubah gagasan sederhana menjadi solusi, mengubah potensi menjadi peluang, dan menghadirkan manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat

Berita Terkait

Sudin PPAPP Kepulauan Seribu Dorong Solusi Air Siap Minum Berkelanjutan
Pramono Tegaskan Tarif Parkir Rp60 Ribu Per Jam Bukan Usulan Pemprov DKI
Pramono Anung Minta Satpol PP Tindak Tegas Kendaraan Terobos CFD Jakarta
LRT Jakarta Velodrome-Manggarai Rampung 100 Persen, Siap Diresmikan
26 Agustus, Prabowo Dijadwalkan Resmikan LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai
Kepulauan Seribu Perkuat Hak Sipil Warga Lewat Inovasi Terpadu “Lantas Samudera”
Workshop “Tentang Kita” Perkuat Peran Remaja Dan PIK-R Di Jakarta Barat
Sambut HUT RI, HKI Bawa Semangat Kemerdekaan Untuk Anak Panti Asuhan Jaksel

Berita Terkait

Wednesday, 2 September 2026 - 00:07 WIB

Kepulauan Seribu Pacu Inovasi Warga Jadi Penggerak Ekonomi

Thursday, 27 August 2026 - 10:57 WIB

Sudin PPAPP Kepulauan Seribu Dorong Solusi Air Siap Minum Berkelanjutan

Tuesday, 25 August 2026 - 09:46 WIB

Pramono Tegaskan Tarif Parkir Rp60 Ribu Per Jam Bukan Usulan Pemprov DKI

Monday, 24 August 2026 - 14:50 WIB

Pramono Anung Minta Satpol PP Tindak Tegas Kendaraan Terobos CFD Jakarta

Monday, 24 August 2026 - 14:39 WIB

LRT Jakarta Velodrome-Manggarai Rampung 100 Persen, Siap Diresmikan

Berita Terbaru

Megapolitan

Kepulauan Seribu Pacu Inovasi Warga Jadi Penggerak Ekonomi

Wednesday, 2 Sep 2026 - 00:07 WIB

News

DKI Tegur 23 Bangunan yang Belum Kantongi SLF

Tuesday, 1 Sep 2026 - 22:40 WIB