Jelang Nataru, Jaga Pasokan dan Stabilitas Harga Pangan

Wednesday, 23 October 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

DAELPOS.com – Mengingat persoalan yang kerap berulang itu, Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Muhammad Taufik Zoelkifli mengimbau Pemprov menyediakan pasokan pangan yang cukup guna menjaga stabilitas harga di akhir tahun.

Pasalnya setiap jelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), permintaan warga terhadap bahan pangan pasti meroket.

“Biasanya di akhir tahun ada peningkatan kebutuhan atau permintaan, terutama daging dan bahan pangan lainnya,” ujar Taufik di Balaikota DKI Jakarta, Selasa (22/10).

Oleh karena itu, ia meminta Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) bidang pangan menyiapkan stok bahan pokok yang cukup. Sehingga tak terjadi kelangkaan dan kenaikan harga.

“Kami dari Komisi B sudah mewanti-wanti kepada dinas yang berkaitan dengan pangan, seperti Dinas KPKP dan sejumlah BUMD seperti Pasar Jaya, Perumda Darma Jaya, dan PT Tjipinang Food Station,” ucap Taufik.

Dia mengingatkan, bahan pangan dari daerah-daerah pemasok harus dijaga dengan baik. Sehingga kekhawatiran akan kelangkaan dan lonjakan harga tak terjadi.

“Kita meminta bagaimana mengamankan demand dan suplai-nya. Jadi kebutuhan akan meningkat dan sebaiknya kita menjaga ketersediaan dan juga harganya,” tutur Taufik.

Di sisi lain, aparat di sejumlah wilayah kota juga tengah mengawasi situasi dan kondisi pasar. Seperti yang dilakukan personel gabungan di Jakarta Timur.

Walikota Muhammad Anwar didampingi sejumlah pejabat mengantisipasi peredaran produk pangan yang mengandung zat kimia berbahaya.

“Kita pastikan semua produk pangan yang dijual di pasar tradisional ini bebas dari bahan zat kimia berbahaya,” kata Anwar.

Pemeriksaan produk pangan, kata Anwar, dilakukan secara rutin dengan sistem acak agar hasilnya maksimal dan alami. Jika terjadwal, khawatir ada kebocoran informasi dan hasilnya tidak maksimal.

See also  Berhasil Tranformasikan Budaya Perusahaan yang Kian Positif dan Inovatif, PLN Corporate University Raih Penghargaan Internasional

“Pemeriksaan ini sekaligus untuk mengecek harga komoditas yang ada di pasar,” imbuh dia.

Sementara itu, Plt Kasudin KPKP Jakarta Timur Iwan Indriyanto mengungkapkan, enam pasar yang dimonitoring antara lain, Pasar Ciracas, Pasar Kramat Jati, Pasar Cibubur, Pasar Cijantung, Pasar Jambul, dan Pasar Lokbin Makasar.

Sebanyak 156 sampel produk peternakan dan pertanian diambil dari enam pasar untuk diperiksa di dua mobil laboratorium yang disiagakan di Pasar Ciracas .

Sampel yang diambil terdiri dari komoditas pertanian dan peternakan. Di antaranya, sayur-sayuran, buah-buahan, beras, daging ayam, daging sapi dan kikil.

“Jenis uji yang dilakukan yaitu residu pestisida, formalin, klorin, eber,” ungkap Iwan.

Berita Terkait

Mulai 2026, OJK Buka Data Pemilik Saham
Prabowo Tegur Kepala Daerah Bali soal Sampah
Hutama Karya Grup Salurkan Bantuan Tanggap Darurat Untuk Korban Banjir dan Longsor di Jawa Barat
Polda Metro Jaya Gelar Operasi Keselamatan Jaya 2026 Selama 14 Hari
Friderica di Bursa: OJK Perkuat Kendali Pasar
Hutama Karya Perkuat Integrasi Transportasi Lewat Stasiun Glodok–Kota
Kementerian PU Percepat Pemulihan Pertanian Pascabencana di Aceh Utara
Perkuat Kolaborasi, Menpar Dorong Wisata ASEAN Ramah Lingkungan

Berita Terkait

Tuesday, 3 February 2026 - 10:18 WIB

Mulai 2026, OJK Buka Data Pemilik Saham

Tuesday, 3 February 2026 - 10:06 WIB

Prabowo Tegur Kepala Daerah Bali soal Sampah

Monday, 2 February 2026 - 17:40 WIB

Hutama Karya Grup Salurkan Bantuan Tanggap Darurat Untuk Korban Banjir dan Longsor di Jawa Barat

Monday, 2 February 2026 - 17:01 WIB

Polda Metro Jaya Gelar Operasi Keselamatan Jaya 2026 Selama 14 Hari

Monday, 2 February 2026 - 13:15 WIB

Friderica di Bursa: OJK Perkuat Kendali Pasar

Berita Terbaru

News

Pemprov DKI Pastikan Pasokan Pangan Aman Jelang Ramadan

Tuesday, 3 Feb 2026 - 14:01 WIB

Ekonomi - Bisnis

Indonesia Jadi Pusat Kolaborasi Ekonomi di IES 2026

Tuesday, 3 Feb 2026 - 13:49 WIB