Batam Bentuk Desk Investasi, Genjot Target Kementerian Investasi

Thursday, 26 June 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

foto Istimewa

foto Istimewa

DAELPOS.com – Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Perkasa Roeslani dan Wali Kota Batam sekaligus Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Amsakar Achmad menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) mengenai Pengembangan Investasi di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam siang ini (24/6). MoU antara Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM dengan Pemerintah Kota Batam dan BP KPBPB Batam ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat fasilitasi investasi, mempercepat proses perizinan, peningkatan iklim investasi dan membangun tata kelola kawasan yang lebih responsif terhadap kebutuhan pelaku usaha.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani menekankan pentingnya investasi yang merupakan salah satu pilar utama dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8% pada tahun 2029, sesuai arahan Presiden Prabowo.

“Kontribusi investasi merupakan yang terbesar kedua (29-30%) setelah konsumsi dalam negeri, yang saat ini berada pada kisaran 53-55%. Oleh karena itu, peran investasi tidak dapat dipandang sebelah mata,” ujar Rosan.

Rosan menyebut bahwa MoU ini bertujuan untuk meningkatkan iklim investasi, khususnya di Batam, agar menjadi lebih baik, lebih cepat, lebih transparan, dan lebih terbuka. Salah satu langkah konkretnya dituangkan dalam MoU ini berupa pembentukan kembali Desk Peningkatan Realisasi Investasi di KPBPB Batam. Rosan berkomitmen untuk menempatkan tim dari Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM di KPBPB Batam untuk memperkuat pelayanan investasi yang akan masuk ke Batam serta mempercepat sinkronisasi kebijakan investasi di pusat dengan Batam.

“Dengan adanya Desk Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM yang akan ditempatkan di Batam, tentu hal ini akan mempercepat proses fasilitasi investasi. BP Batam memiliki otoritas tersendiri terkait perizinan berusaha dan kami akan memfasilitasi kewenangan BP Batam tersebut melalui sistem OSS yang dikelola oleh Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM. Dengan demikian, proses perizinan dan penerbitan izin dapat berjalan lebih cepat,” tambahnya.

See also  Pertamina dan GAPULIMGI Bangun Ekosistem Nasional Minyak Jelantah Berkelanjutan

Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam Amsakar Achmad menegaskan bahwa langkah ini merupakan respons atas aspirasi pelaku usaha yang selama ini menghadapi tantangan birokrasi yang panjang. Amsakar menyampaikan terima kasih atas dukungan pemerintah pusat yang menempatkan pejabat Kementerian Investasi dan Hilirisasi secara permanen di Batam.

“Melalui penandatanganan Nota Kesepahaman antara Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM ini pemerintah kota Batam dan BP Batam, kita memperkuat fondasi kerja sama. Semua langkah ini merupakan manifestasi komitmen kita bersama, untuk tidak hanya menciptakan kawasan yang ramah investasi, tetapi juga adaptif dan responsif terhadap perkembangan global,” kata Amsakar.

Amsakar juga memaparkan sejumlah proyek yang kini tengah menjadi pusat perhatian investor, antara lain Nongsa Digital Park di sektor artificial intelligence (AI) dan digital, proyek Solar Home System, serta KEK Kesehatan Sekupang yang bekerja sama dengan Mayapada.

Solar Home System, peminatnya banyak sekali, dan sekarang setidaknya sudah ada dua (perusahaan) yang merencanakan akan berinvestasi di sana. Kalau dua proyek strategis ini saja masuk, dampaknya akan luar biasa,” jelas Amsakar.

Nota Kesepahaman ini memuat kesepakatan untuk pertukaran data, sinkronisasi perencanaan, percepatan perizinan, pengembangan peluang investasi, serta pembentukan Desk Peningkatan Realisasi Investasi sebagai kanal respons cepat terhadap hambatan di lapangan. Kolaborasi ini dipandang sebagai fondasi penting dalam membangun kawasan yang tidak hanya ramah investasi, tetapi juga adaptif dan tangguh menghadapi perubahan global.

Berdasarkan data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, selama periode tahun 2020-triwulan I 2025 realisasi investasi di Batam mencapai Rp100,5 triliun. Dari total investasi tersebut, lima sektor terbesar yaitu Industri Mesin dan Elektronik sebesar Rp23,93 triliun; Perumahan, Kawasan Industri, dan Perkantoran sebesar Rp15,78 triliun; Industri Kimia dan Farmasi sebesar Rp9,33 triliun; Industri Makanan sebesar Rp8,33 triliun; dan Jasa Lainnya sebesar 6,92 triliun. Negara yang menjadi sumber Penanaman Modal Asing (PMA) terbesar di Batam adalah Singapura dengan total investasi sebesar Rp33,78 triliun pada periode yang sama.

See also  Livoli Divisi Utama 2025: Indomaret ke Final Four, Samator Bekuk TNI AU

Turut hadir dalam kegiatan ini, Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM Todotua Pasaribu serta Wakil Wali Kota Batam sekaligus Wakil Kepala Badan Pengusahaan KPBPB Batam Li Claudia Chandra.(*)

Berita Terkait

Wamen Investasi Percepat Proyek Bioetanol di Lampung
Harga Emas Antam Turun Rp31 Ribu Jadi Rp2,754 Juta per Gram
BRI Gandeng Syailendra Capital di BRImo
Dua Mesin Ekonomi Digeber, Pemerintah Paksa Perbankan Salurkan Kredit
BTN-KAI Kembangkan 5.400 Hunian TOD di Kawasan Strategis
Menkeu: Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Triwulan I-2026
TelkomGroup Resmikan Community Gateway Wamena, Tulang Punggung Utama Konektivitas Digital Papua Pegunungan
JTTS Hidupkan Ratusan UMKM, Hutama Karya Sulap Rest Area Jadi Motor Ekonomi Lokal
Tag :

Berita Terkait

Wednesday, 10 June 2026 - 14:25 WIB

Wamen Investasi Percepat Proyek Bioetanol di Lampung

Thursday, 28 May 2026 - 14:43 WIB

Harga Emas Antam Turun Rp31 Ribu Jadi Rp2,754 Juta per Gram

Tuesday, 26 May 2026 - 23:17 WIB

BRI Gandeng Syailendra Capital di BRImo

Monday, 25 May 2026 - 17:32 WIB

Dua Mesin Ekonomi Digeber, Pemerintah Paksa Perbankan Salurkan Kredit

Saturday, 23 May 2026 - 22:26 WIB

BTN-KAI Kembangkan 5.400 Hunian TOD di Kawasan Strategis

Berita Terbaru

Berita Terbaru

Gunakan Pendekatan Octahelix, Mendes Libatkan UMMI dalam Pembangunan Desa

Saturday, 13 Jun 2026 - 12:14 WIB