JIAT Kementerian PU Dongkrak Produktivitas Petani Gunungkidul

Sunday, 5 October 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

daelpos.com – Kehadiran Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) Kementerian Pekerjaan Umum (PU) di Dukuh Bulak Blimbing, Kelurahan Karangrejek, Kapanewon Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, membawa perubahan besar bagi petani setempat. Sistem irigasi yang bersumber dari air tanah ini menjadi tumpuan baru dalam menjaga produktivitas lahan pertanian di wilayah karst Gunungkidul yang selama ini bergantung pada air hujan.

Keberadaan JIAT Blimbing telah memberikan manfaat untuk meningkatkan luas tambah tanam (LTT) hingga 32 hektar, berkat tersedianya sistem pompa air tanah dengan sumur dalam sedalam 100 meter. Selain itu, tersedia pula jaringan distribusi sepanjang 4,67 kilometer, serta rumah genset dan panel pompa yang berfungsi menjaga suplai air stabil sepanjang tahun dengan debit produksi mencapai 30 liter per detik.

Siswo Mulyono, petani asal Dukuh Bulak Blimbing RT 13, menuturkan bahwa sejak pompa air tanah mulai beroperasi, lahan sawah di desanya menjadi lebih produktif.

“Airnya lancar, cukup untuk empat hektare sawah di blok kami. Sekarang kami bisa tanam tiga kali setahun—padi dan palawija seperti jagung atau kacang setelah panen padi. Kadang kalau masih sempat, lanjut lagi dengan sayuran,” ujarnya sambil tersenyum.

Menurut Siswo, sistem irigasi berbasis pompa ini jauh lebih efektif dibanding sebelumnya menunggu musim hujan. Dengan biaya operasional sekitar Rp80 ribu per jam, air dapat disalurkan merata ke seluruh lahan tanpa harus menunggu musim hujan. “Kalau dulu kami sebut ‘pupuk Jawa’, artinya andalan kami cuma hujan. Sekarang tidak lagi. Panen jadi pasti,” katanya.

Hal senada disampaikan Atmo Wijoyo, petani anggota Perkumpulan Petani Pemakai Air Tanah (P3AT) Desa Blimbing. Menurut Atmo, pompa air tanah menjadi penyelamat bagi para petani di wilayahnya. “Kalau gak ada sumur bor, bisa gagal panen,” ungkapnya.

See also  Biaya Haji 1446 H/2025 M Turun, Ini Penjelasan Kemenag

Atmo menambahkan, berkat JIAT, petani kini bisa menanam padi, bawang, dan cabai secara bergantian sepanjang tahun. “Bawang itu 60 hari sudah bisa panen. Masih ada untung, bisa buat sekolahkan anak,” ujarnya penuh semangat.

Kehadiran JIAT Blimbing terbukti tidak hanya meningkatkan kepastian panen, tetapi juga menekan biaya irigasi pribadi dan memperluas peluang tanam bagi petani. Sejumlah petani saat beraudiensi dengan Menteri PU Dody Hanggodo, Minggu (5/10/2025) menceritakan bahwa produktivitas gabah meningkat hingga 20–30 persen per musim tanam, sementara lahan yang dulu tergolong kering kini mulai diolah menjadi lahan hortikultura bernilai ekonomi tinggi.

Menteri PU Dody Hanggodo menyampaikan bahwa pembangunan JIAT merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional melalui pemanfaatan sumber daya air tanah yang berkelanjutan.

“Harapannya program ini bukan hanya meningkatkan hasil panen, tapi juga menumbuhkan ekonomi pedesaan dan memperkuat ketahanan pangan bangsa,” ujar Menteri Dody.

Kementerian PU melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air terus memperluas pembangunan JIAT di berbagai daerah potensial di Indonesia, khususnya di wilayah dengan keterbatasan sumber air permukaan. Diharapkan JIAT memberikan manfaat lebih untuk membuka peluang tanam pada sektor pertanian, meningkatkan kesejahteraan petani, dan memperkuat ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan. (*)

Berita Terkait

BNI dan Pajakind Integrasikan Layanan Perbankan dan Perpajakan Digital bagi UMKM
Wamen Todotua Resmikan Bioethanol Development Center di Lampung
Tandatangani SKB 3 Menteri, Mendes Yandri Dorong Perempuan Jadi Subjek Pembangunan
Dengar Aspirasi Warga Momiwaren, Mentrans Dorong Pengembangan Hasil Laut
Teknologi Kedirgantaraan Buka Keterisolasian Kawasan Transmigrasi, Dorong Industri dan Lapangan Kerja Baru
Bangun Desa di Bengkulu, Kemendes Kolaborasi dengan Kopassus
HKI Perkuat Reputasi Infrastruktur Berkelanjutan melalui Capaian Tiga Penghargaan IQSA 2026
Mama-mama Kampung Sahari Sulap Ikan Tak Laku Jadi Produk Bernilai Ekonomi Tinggi

Berita Terkait

Wednesday, 16 September 2026 - 13:03 WIB

BNI dan Pajakind Integrasikan Layanan Perbankan dan Perpajakan Digital bagi UMKM

Tuesday, 15 September 2026 - 10:26 WIB

Wamen Todotua Resmikan Bioethanol Development Center di Lampung

Monday, 14 September 2026 - 13:11 WIB

Tandatangani SKB 3 Menteri, Mendes Yandri Dorong Perempuan Jadi Subjek Pembangunan

Monday, 14 September 2026 - 13:03 WIB

Dengar Aspirasi Warga Momiwaren, Mentrans Dorong Pengembangan Hasil Laut

Saturday, 12 September 2026 - 16:58 WIB

Teknologi Kedirgantaraan Buka Keterisolasian Kawasan Transmigrasi, Dorong Industri dan Lapangan Kerja Baru

Berita Terbaru

foto ist

Energy

BPH Migas Ajak Mahasiswa Kawal Subsidi BBM Tepat Sasaran

Thursday, 17 Sep 2026 - 15:20 WIB

foto ist

Megapolitan

Prabowo Resmikan LRT Kelapa Gading-Manggarai

Thursday, 17 Sep 2026 - 14:39 WIB