daelpos.com – Presiden RI Prabowo Subianto resmi meresmikan operasional LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai, Rabu (16/9).
Peresmian berlangsung di Stasiun LRT Manggarai, Jakarta Selatan. Jalur sepanjang 12,2 kilometer dengan 11 stasiun ini menjadi bagian penting dalam penguatan konektivitas transportasi publik di Jakarta.
Prabowo mengatakan, pengoperasian LRT Jakarta menjadi bukti bahwa pembangunan sistem transportasi Indonesia terus bergerak maju secara bertahap.
“Hari ini adalah hari yang membanggakan, bahwa bangsa kita terus selangkah demi selangkah menuju cita-cita kita. Indonesia punya suatu sistem transportasi yang teratur. Mungkin tidak fantastis, tapi kita maju. Setapak demi setapak,” ujar Prabowo di Stasiun LRT Jakarta Manggarai.
Menurut Prabowo, kawasan Manggarai kini memiliki peran strategis sebagai transport hub karena mengintegrasikan sejumlah moda transportasi publik.
Di kawasan tersebut, masyarakat dapat mengakses LRT, KRL, Transjakarta, Transjabodetabek, hingga kereta bandara.
Prabowo juga mengapresiasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang terus mendorong peningkatan konektivitas transportasi.
Presiden bahkan menyatakan dukungannya terhadap rencana pengembangan lanjutan LRT Jakarta melalui investasi Danantara.
“Saya ucapkan terima kasih dan saya menyampaikan penghargaan kepada semua pihak yang membuat ini berhasil. Dan tadi ada sedikit harapan ya dari Gubernur, Danantara untuk ikut membantu. Saya kira Danantara wajib membantu,” kata Prabowo.
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan pembangunan transportasi terintegrasi merupakan bagian dari upaya memperkuat transformasi Jakarta menuju kota global.
“Kami terus memperkuat transformasi Jakarta menuju kota global yang berdaya saing. Salah satunya dengan membangun sistem transportasi yang lebih baik, terintegrasi, dan sekaligus menimbulkan produktivitas dan juga ekonomi yang lebih baik bagi Jakarta,” ujar Pramono.
Investasi Rp12,1 Triliun
LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai dibangun oleh PT Jakarta Propertindo (Jakpro) sebagai BUMD dengan dukungan APBD Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Nilai investasi pembangunan jalur tersebut mencapai sekitar Rp12,1 triliun. Layanan ini ditargetkan secara bertahap mampu melayani sekitar 80 ribu penumpang per hari.
Untuk tahap awal setelah peresmian, Pemprov DKI memberikan tarif khusus selama delapan hari sebagai bagian dari sosialisasi kepada masyarakat.
Tarif perjalanan diberlakukan Rp8 selama periode tersebut. Setelah masa promosi, tarif sementara diberlakukan Rp5.000 untuk perjalanan Kelapa Gading-Manggarai, dengan ketentuan tarif tertentu untuk segmen Velodrome-Manggarai, sampai tarif reguler ditetapkan.
“Hanya dikenakan Rp8 selama delapan hari. Mudah-mudahan ini sebagai bagian juga dari sosialisasi, dan setelah itu tarif yang kita kenakan masih flat 5.000, dan nantinya akan kami putuskan pada bulan Oktober berapa tarif itu,” kata Pramono.
LRT Bakal Diperpanjang
Pengembangan LRT Jakarta tidak berhenti di Manggarai.
Pemprov DKI berencana melanjutkan pembangunan jalur menuju Dukuh Atas sepanjang sekitar dua kilometer dengan nilai investasi sekitar Rp2,7 triliun.
Kawasan Dukuh Atas juga tengah dikembangkan sebagai kawasan integrasi transportasi yang menghubungkan MRT, KRL, Transjakarta, LRT Jabodebek, serta kereta bandara.
Selain itu, pengembangan LRT juga diarahkan dari Kelapa Gading menuju Jakarta International Stadium (JIS) serta dari Velodrome menuju kawasan Stasiun Kereta Cepat Whoosh.
Pramono mengatakan konektivitas transportasi publik di Jakarta terus mengalami peningkatan. Pengembangan jaringan transportasi tersebut diharapkan turut mendorong produktivitas masyarakat dan aktivitas ekonomi.
Dalam kesempatan tersebut, Pramono juga melaporkan perkembangan ekonomi Jakarta kepada Presiden Prabowo.
Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Jakarta mencapai 5,52 persen pada periode yang dilaporkan, sementara inflasi berada di angka 2,5 persen. Jakarta juga disebut berkontribusi 16,32 persen terhadap perekonomian nasional.
“Artinya bahwa ekonomi di Jakarta tumbuh dengan baik dan itu tidak mungkin terjadi tanpa ada rasa aman, nyaman, dan juga kepercayaan investor dari mana pun tentang Jakarta,” kata Pramono.








