Menkop Teten Akan Bangun Kemitraan Eksportir Furnitur Dengan UKM

Friday, 24 January 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki berdialog dengan para Pelaku Usaha Furniture Semarang sekaligus meninjau Pabrik Philnesia Internasional di Semarang, Jawa Tengah, Jum'at(24/11/2020). Turut mendampingi Direktur Sistem Manajemen Investasi (SMI) Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan Djoko Hendratto, Wakil Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu, Perwakilan Kementerian Perindustrian, dan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Prov Jawa Tengah Ema Rachmawati.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki berdialog dengan para Pelaku Usaha Furniture Semarang sekaligus meninjau Pabrik Philnesia Internasional di Semarang, Jawa Tengah, Jum'at(24/11/2020). Turut mendampingi Direktur Sistem Manajemen Investasi (SMI) Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan Djoko Hendratto, Wakil Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu, Perwakilan Kementerian Perindustrian, dan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Prov Jawa Tengah Ema Rachmawati.

DAELPOS.com – Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menegaskan bahwa pihaknya akan mendorong terciptanya kemitraan antara para pelaku usaha furnitur yang sudah ekspor dengan yang masih kecil-kecil. “Selain itu, saya juga akan mendorong daya produksinya dan alat produksinya, sehingga produk furnitur kita bisa lebih bersaing dengan produk-produk luar”, ungkap Teten, usai berdialog dengan para pelaku usaha furnitur sekaligus meninjau pabrik furnitur Philnesia Internasional di Semarang, Jumat (24/1).

Dalam kunjungan kerja yang juga dihadiri Direktur Sistem Manajemen Investasi (SMI) Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan Djoko Hendratto, Wakil Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu, Perwakilan Kementerian Perindustrian, dan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah Ema Rachmawati, Teten menambahkan, saat ini pemerintah tengah getol mendorong ekspor untuk mengurangi defisit neraca perdagangan Indonesia. Dimana impor negeri ini masih lebih tinggi daripada ekspor. “Salah satu yang potensial untuk ekspor ini adalah produk-produk UMKM. Tadi saya mengunjungi sentra-sentra perkayuan karena memang furnitur itu permintaan dunia masih sangat tinggi dan kita baru 2% saja”, ujar Teten.

Agar produksinya meningkat, Teten mengakui ada beberapa pelaku yang ingin dimitrakan dengan usaha kecil. “Nanti kita integrasikan dengan program pelatihan, baik yang di kementerian juga di Pemerintah Provinsi, Kabupaten dan Kota”, tandas Teten.

Yang jelas, aku Teten, selama dirinya berkunjung di Semarang,  yang perlu dibereskan adalah supply chain-nya. “Rantai pasoknya, mulai dari kayu sampai pada para pengrajin untuk meningkatkan produksinya yang mana mereka tidak punya alat moderen, tidak punya alat pengolahan kayu. Sehingga, produk UMKM standar produknya di bawah usaha besar”, papar Menkop.

Oleh karena itu, Teten menjelaskan ide membangun rumah produksi bersama sehingga para UMKM bisa menggunakannya. “Nanti kita lihat sentranya. Apakah terminal kayunya bisa langsung diolah disitu”, ucap Teten.

See also  Menteri PANRB Ajak KJRI Sydney Tingkatkan Peluang Investasi Indonesia

KUR bagi UMKM

Terkait pembiayaan bagi UMKM, Menkop UKM menegaskan tidak perlu khawatir. Karena menurutnya sudah banyak pembiayaan yang bisa diakses UMKM seperti KUR dan pembiayaan lainnya.

“Untuk KUR tahun ini 190 triliun dengan bunga 6% turun 1% dari tahun sebelumnya. Pagu paling rendah tanpa jaminan, tanpa kolateral 50 juta. Selain itu ada juga kur investasi, kur khusus untuk periode yang lama”, ungkap Teten.

Lebih lanjut Teten menambahkan, “jadi sebenarnya sekarang pembiayaan untuk UMKM banyak sekali. Untuk yang mikro ada UMI, ULAM, Mekar. Lalu ada 75 BLU yang berhubungan dengan UMKM baik yang di pertanian, perikanan sampai perhutanan dan banyak sekali”.

Yang menjadi penting menurutnya adalah bagaimana model-model bisnis UMKM bisa dikembangkan agar investasi masuk kepada UMKM.

“Sekarang misalnya ada investasi puluhan juta US Dolar yang masuk warung kopi Indonesia. Karena bisnis modelnya sudah bagus , sudah meyakinkan investor bisa growing”.

“Ini yang sebenarnya kita harus perbaiki seperti warung bakso,soto. Kalau dibikin bisnis model yang pas itu bisa besar. Sehingga kita brand-brand lokal sudah siap melawan brand-brand asing. Kan ayam kita lebih enak daripada ayam brand asing, itu kata pak Jokowi”, tutupnya.[]

Berita Terkait

Hutama Karya Bangun Integrated Building di Bandara Soekarno-Hatta
Terjunkan 10 Pompa, Kementerian PU Selamatkan 300 Hektare Sawah Kekeringan di Sentra Padi Karawang
Atasi Dampak Kekeringan, Kementerian PU Salurkan 286 Ribu Liter Air Bersih ke 10 Daerah di Jawa Barat
Atasi Cuaca Tak Menentu, Inovasi Alat Pengering Pala Bantu Petani Transmigran di Papua Barat
KSP Bersama Pemprov Sumut, Kementerian PU, ATR/BPN dan Hutama Karya Bahas Penyelesaian Tol Binjai–Langsa
Komisi V DPR Dukung Kelanjutan Tol Sumsel Garapan Hutama Karya
Kementerian PU Percepat Pembangunan Fasilitas Publik untuk Masyarakat Terdampak Bencana di Sumatra
Kementerian PU Pompa Air untuk 35 Hektare Sawah Terdampak Kekeringan di Lampung Selatan

Berita Terkait

Friday, 25 September 2026 - 17:38 WIB

Hutama Karya Bangun Integrated Building di Bandara Soekarno-Hatta

Thursday, 24 September 2026 - 14:22 WIB

Terjunkan 10 Pompa, Kementerian PU Selamatkan 300 Hektare Sawah Kekeringan di Sentra Padi Karawang

Thursday, 24 September 2026 - 13:59 WIB

Atasi Dampak Kekeringan, Kementerian PU Salurkan 286 Ribu Liter Air Bersih ke 10 Daerah di Jawa Barat

Thursday, 24 September 2026 - 07:38 WIB

Atasi Cuaca Tak Menentu, Inovasi Alat Pengering Pala Bantu Petani Transmigran di Papua Barat

Wednesday, 23 September 2026 - 23:53 WIB

KSP Bersama Pemprov Sumut, Kementerian PU, ATR/BPN dan Hutama Karya Bahas Penyelesaian Tol Binjai–Langsa

Berita Terbaru