Pertamina: Swasembada Energi dan Ekonomi Hijau Lewat SAF

Friday, 24 October 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

daelpos.com  – PT Pertamina (Persero) menegaskan komitmennya untuk mendorong pengembangan bahan bakar pesawat terbang ramah lingkungan Sustainable Aviation Fuel (SAF). Pertamina juga mewujudkan Indonesia sebagai pusat pasokan bahan bakar penerbangan berkelanjutan di kawasan Asia Tenggara.

Komitmen ini disampaikan oleh Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis PT Pertamina (Persero) Agung Wicaksono, saat menjadi pembicara dalam ajang 15th International Sustainability & Carbon Certification (ISCC) Regional Stakeholder Meeting Southeast Asia yang berlangsung di Jakarta, Kamis, 23 Oktober 2025.

“Peluang pengembangan SAF ini berawal dari visi Presiden kita, Presiden Prabowo Subianto, yang tertuang dalam ASTA CITA, delapan prinsip dasar pembangunan nasional,” jelas Agung.

Dalam paparannya bertajuk Advancing Indonesia’s Sustainability Commitment through Pertamina’s Sustainable Aviation Fuel Ecosystem, Agung menekankan bahwa pengembangan SAF bukan hanya langkah bisnis, melainkan wujud kontribusi Pertamina terhadap visi nasional menuju ekonomi hijau dan swasembada energi.

Agung menambahkan, hal tersebut juga sejalan dengan strategi transisi energi Pertamina, yakni Strategi Pertumbuhan Ganda. Di mana, strategi ini menyeimbangkan antara bisnis utama Pertamina saat ini, mulai dari sektor hulu, kilang, hingga bisnis ritel bahan bakar, dengan pengembangan bisnis rendah karbon atau energi hijau.

“Pada satu sisi, Pertamina tetap mengembangkan bisnis warisan seperti sektor hulu migas, kilang, dan ritel bahan bakar sebagai sumber bisnis utama. Sedangkan pada sisi lain, kami membangun bisnis rendah karbon untuk memastikan keberlanjutan energi di masa depan,” jelasnya.

Dalam kerangka tersebut, Pertamina fokus pada pengembangan ekosistem biofuel yang mencakup produksi SAF, energi panas bumi (geothermal), serta penerapan teknologi Carbon Capture and Storage (CCS). Upaya ini mendukung target Pemerintah Indonesia dalam Net Zero Emission (NZE).

See also  Pertamina Peduli Hadir Nyata, Ringankan Beban Korban Bencana di Kabupaten Agam

Agung menekankan, Indonesia memiliki posisi strategis dalam pengembangan SAF karena potensi sumber bahan bakunya sangat besar, terutama dari minyak jelantah (Used Cooking Oil/UCO). Pertamina juga telah membangun ekosistem terintegrasi dalam pengembangan SAF, dimulai dari pengumpulan UCO hingga proses pengolahan dan penggunaannya untuk pesawat terbang.

Terkait ini, Subholding PT Kilang Pertamina International (KPI) menyediakan fasilitas co-processing untuk mengubah minyak jelantah menjadi SAF, PT Pertamina Patra Niaga berperan dalam distribusi bahan bakar dan PT Pelita Air Service sebagai maskapai penerbangan milik Pertamina, berperan sebagai pengguna.

“Dengan demikian, kami memiliki rantai ekosistem lengkap. Mulai dari pengumpulan minyak jelantah hingga produksi SAF, lalu penggunaannya dalam penerbangan. Suplai UCO berpotensi meningkat seiring dengan meningkatnya permintaan dari kawasan, Eropa, dan Amerika Serikat,” paparnya.

Pertamina juga terus berupaya memperluas kapasitas produksi SAF melalui dua kilang utama, yakni Kilang Cilacap dan Kilang Plaju. Di mana, Kilang Cilacap saat ini telah mampu memproduksi sekitar 238 ribu kiloliter SAF per tahun melalui teknologi co-processing (2,4 persen UCO), dan akan ditingkatkan seiring penambahan fasilitas baru.

Lebih lanjut Agung menegaskan bahwa keberhasilan pengembangan SAF merupakan bukti nyata ekonomi sirkular dapat berjalan di Indonesia dan Asia Tenggara.

“Dampaknya, SAF dapat mengurangi hingga 84 persen emisi karbon dari penerbangan internasional. Kami berharap dapat terus bekerja sama untuk mengembangkan SAF bagi Indonesia dan dunia,” pungkas Agung.

Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dengan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan penerapan Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina.**

Berita Terkait

Melalui Lisdes dan BPBL, Pemerintah Bersama PLN Perluas Akses Listrik untuk Masyarakat
PLN Percepat Pemulihan Pembangkit dan Akselerasi Penguatan Pasokan Energi Primer
Pertagas Ambil Bagian dalam Pertamina Berkah, Salurkan Santunan Sosial di Berbagai Daerah
PLN EPI Dorong Bioenergi Jadi Pilar Ketahanan Energi Nasional, Target Serap 10 Juta Ton Biomassa pada 2030
PLN Icon Plus Hadirkan Nonton Bareng Bola Gembira TVRI di Seluruh Indonesia
Pertagas Group Perkuat Dukungan Energi bagi Industri di KEK Sei Mangkei
PLN EPI Selesaikan Hot Tap WNTS-Pemping, Gas Natuna Siap Mengalir ke Dalam Negeri
RUPS PLN Tetapkan Perubahan Susunan Direksi Perseroan, Berikut Rinciannya

Berita Terkait

Sunday, 21 June 2026 - 01:24 WIB

PLN Percepat Pemulihan Pembangkit dan Akselerasi Penguatan Pasokan Energi Primer

Saturday, 20 June 2026 - 12:49 WIB

Pertagas Ambil Bagian dalam Pertamina Berkah, Salurkan Santunan Sosial di Berbagai Daerah

Friday, 19 June 2026 - 17:49 WIB

PLN EPI Dorong Bioenergi Jadi Pilar Ketahanan Energi Nasional, Target Serap 10 Juta Ton Biomassa pada 2030

Friday, 19 June 2026 - 17:43 WIB

PLN Icon Plus Hadirkan Nonton Bareng Bola Gembira TVRI di Seluruh Indonesia

Friday, 19 June 2026 - 08:28 WIB

Pertagas Group Perkuat Dukungan Energi bagi Industri di KEK Sei Mangkei

Berita Terbaru

foto ist

Berita Terbaru

PLN Gerak Cepat Atasi Pemadaman Bergilir

Sunday, 21 Jun 2026 - 08:31 WIB