Menkomdigi Ajak Lulusan Undiknas Gunakan Teknologi dengan Etika

Tuesday, 4 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

daelpos.com – Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengajak generasi muda Indonesia untuk tidak hanya cakap dalam memanfaatkan teknologi, tetapi juga memastikan setiap penerapannya tetap berlandaskan nilai kemanusiaan, empati, dan etika.

Pesan tersebut ia sampaikan saat memberikan orasi ilmiah pada Wisuda ke-99 Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas) di Nusa Dua, Bali, Senin (3/11/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Meutya menekankan bahwa kecepatan perkembangan kecerdasan artifisial (AI) dapat membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan manusia.

Namun, menurutnya, kemajuan tersebut harus diimbangi dengan upaya menjaga arah moral dalam proses digitalisasi.

“Saya ingin mengingatkan tentang nilai-nilai, dan saya rasa Bali menjadi tempat yang paling tepat untuk menyampaikan ini. Ketika teknologi secanggih dan secepat kecerdasan artifisial hadir, kita harus menjaga agar tidak kehilangan arah moral,” ujar Meutya.

Ia menyebut bahwa Bali, dengan tradisi dan budaya saling menghormatinya, menjadi simbol penting bahwa teknologi harus berjalan bersama etika.

“Teknologi harus kita jalankan dengan berempati dan beretika. Teknologi diciptakan untuk membantu manusia, bukan menjadi penguasa atas manusia,” lanjutnya.

Meutya menegaskan bahwa manusia tetap harus berada di posisi memimpin, bukan dikendalikan oleh perkembangan sistem teknologi yang semakin pintar.

“Karena teknologinya pintar, maka kita juga harus lebih pintar. Kita harus terus meningkatkan kapasitas diri. Tidak berhenti belajar, beradaptasi, dan berinovasi,” tegas Meutya.

Meutya juga menyampaikan bahwa perkembangan transformasi digital membawa peluang besar bagi Indonesia.

Nilai ekonomi digital Indonesia telah mencapai lebih dari USD 90 miliar dan diproyeksikan meningkat hingga USD 360 miliar pada tahun 2030.

Peluang tersebut, menurutnya, akan sangat ditentukan oleh kemampuan generasi muda dalam mengambil peran.

“Potensi sebesar itu hanya bisa terwujud kalau anak muda terlibat aktif. Kalau kalian ikut membangun, maka masa depan kalian juga ikut naik,” ujarnya.

See also  Pelajari Ketentuan Disiplin PNS Terbaru Melalui PP No. 94/2021

Mengutip laporan World Economic Forum, Menkomdigi menjelaskan bahwa pada 2030 diperkirakan akan lahir 170 juta pekerjaan baru, sementara 92 juta pekerjaan lama akan tergantikan otomatisasi.

Karena itu, Meutya mendorong lulusan untuk tidak takut pada perubahan yang dibawa oleh teknologi.

“Akan ada pekerjaan yang hilang, iya. Tapi ada lebih banyak pekerjaan baru yang tercipta. Jangan takut pada AI. Kita harus adaptif dan mampu membaca peluang,” tutur Meutya.

Berita Terkait

Mendes Tegaskan Kopdes Merah Putih di NTT Harus Serap Tenaga Kerja Lokal
PPAPP DKI Gelar Penyuluhan Keluarga di 267 Kelurahan
Menteri PANRB:Transformasi Birokrasi Harus Hadirkan Kepastian Hukum
Menuju Fungsional, Hutama Karya Catatkan Progres Signifikan Sekolah Rakyat DKI Jakarta dan Banten
Pemerintah-DPR Bahas RUU PFII
Momentum 8 Dekade BNI, Transformasi Perkuat Kinerja dan Daya Saing
Mentrans Ucapkan Selamat kepada Taufiequrachman Ruki
Dukung Konektivitas Udara Nasional: HKA Rawat Infrastruktur Bandara Halim

Berita Terkait

Saturday, 4 July 2026 - 00:29 WIB

Mendes Tegaskan Kopdes Merah Putih di NTT Harus Serap Tenaga Kerja Lokal

Friday, 3 July 2026 - 18:40 WIB

PPAPP DKI Gelar Penyuluhan Keluarga di 267 Kelurahan

Friday, 3 July 2026 - 17:57 WIB

Menteri PANRB:Transformasi Birokrasi Harus Hadirkan Kepastian Hukum

Friday, 3 July 2026 - 11:30 WIB

Menuju Fungsional, Hutama Karya Catatkan Progres Signifikan Sekolah Rakyat DKI Jakarta dan Banten

Thursday, 2 July 2026 - 18:16 WIB

Pemerintah-DPR Bahas RUU PFII

Berita Terbaru