100 Hari Kerja, Ekspor Pertanian Capai Lebih Rp100 Triliun

Friday, 31 January 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menyampaikan nilai ekspor pertanian selama periode November-Desember 2019 mencapai kurang lebih 100 triliun. Angka real ini bisa jauh lebih besar jika dibandingkan data ekspor yang dimiliki Karantina Kementerian Pertanian (Kementan), yakni sekitar 160 triliun untuk semua komoditas.

“Insya Allah nanti bulan Maret akan diumumkan oleh Bapak Presiden. Jadi Alhamdulillah, selama saya dan juga seluruh jajaran di Kementan bekerja, nilai ekspor pertanian kita naik,” ujar Syahrul dalam talk show 100 hari kerja Mentan di Gedung PIA Kementan, Jakarta, Jumat, 31 Januari 2020.

Menurut Syahrul, kenaikan ini sebagian besar didorong oleh program kerja Gerakan Tiga Kali Ekspor (Geratieks) yang dilakukan para petani, eksportir dan para pengusaha. Program ini menuntut semua pegiat tani di Indonesia untuk bekerja lebih dari biasanya.

“Kalau naiknya hanya satu kali sudah pernah dicapai. Kalau naiknya dua kali, maka pejabatnya biasa-biasa saja. Tetapi kalau naiknya tiga kali itulah yang kita harapkan bersama. Tiga kali itu ukuran yang layak untuk sebuah negara kaya raya seperti Indonesia. Untuk itu, saya akan intervensi semua komoditas pertanian agar semuanya tercatat dan mampu ekspor,” katanya.

Jauh dari pada itu, Syahrul mengharapkan adanya perubahan besar dari konsep gerakan tersebut. Perubahan yang dimaksud salah satunya ialah terbukanya lapangan pekerjaan secara luas.

“Memang itu yang kita harapkan, dimana program ini mampu membuka dan membentuk lapangan kerja pasti secara luas. Intinya apa, intinya kalau kita mau membenahi lapangan kerja secara pasti, ya benahi saja melalui sektor pertanian,” katanya.

Syahrul mengatakan, sektor pertanian ke depan harus lebih maju dan mandiri secara penuh. Pertanian ke depan harus berkonsep modern dengan perlengkapan canggih seperti penggunaan artificial intelligence.

See also  Cegah Lonjakan Kasus, Masyarakat Diimbau Kurangi Mobilitas Jelang dan Saat Libur Nataru

“Bagi saya, apa saja kalau tidak maju artinya kita tertinggal. Kalau kita tidak maju hidup kita hampa. Oleh karena itu maju menjadi pilihan. Pertanian ini harus maju. Harus makin kuat dan makin bisa mandiri. Mandiri itu lebih baik memberi orang, dari pada kita meminta minta,” katanya.

Untuk menunjang data dan mengembangkan konsep tersebut, Kementan sudah membentuk kelembagaan Komando Startegi Pembangunan Pertanian (Kostratani) dengan alat utamanya Agriculture War Room (AWR). Kostratani diproyeksi menjadi pusat data dan informasi perkembangan pertanian secara real-time.

“Melalui AWR, saya bisa tau dimana ada hujan dan wilayah mana potensi hujan. Oleh karena itu tidak ada hoax yang berlebihan karena semua sudah dipersiapkan dengan real-time. AWR akan melihat luas lahan dengan satelit artificial intelligence,” katanya.

Di samping itu, Syahrul menyampaikan pentingnya membangun kesadaran bersama terakit penerapan Lahan Pertanian dan Pangan Berkelanjutan (LP2B) sebagai implementasi UU 41 tahun 2009 tentang perlindungan lahan pertanian.

“UU ini secara tegas mengatur pasal pidana bagai siapa saja yang terlibat dalam pengalihfungsian lahan. Jadi, kalau kalian mau bangun rumah atau tempat usaha, kan bisa dibuat secara bertingkat. Karena itu, saya ingatkan kalau alih fungsi lahan ini tidak ditangani dengan baik, maka 10 tahun ke depan kita tidak punya lahan lagi. Ingat juga bahwa setiap tahun ada 3 juta penduduk yang bertambah dan ini harus kita siapkan,” tandasnya. []

Berita Terkait

Jalur Pantai Selatan Jawa Tulungagung Tersambung, Hadirkan Akses pada Koridor Wisata Pesisir
Wujudkan Pendidikan yang Berkeadilan, BULD DPD RI Gelar RDPU dengan Mitra Strategis Pendidikan
Dari Kelapa Lahir 4.000 Lapangan Kerja
Menteri PANRB Apresiasi Program ASN Berintegritas KPK untuk Perkuat Nilai Antikorupsi
Hutama Karya dan Unand Resmikan Pustroib, Perkuat Infrastruktur Bawah Tanah Indonesia
Jangan Sampai Anak Lokal Jadi Penonton di Tanah Sendiri
Mitigasi Risiko, Menteri Dody Pantau Huntara Tegal
Sekolah Rakyat Jatim 1 Surabaya Disiapkan Menjadi Kawasan Pendidikan Terpadu

Berita Terkait

Thursday, 11 June 2026 - 00:24 WIB

Jalur Pantai Selatan Jawa Tulungagung Tersambung, Hadirkan Akses pada Koridor Wisata Pesisir

Wednesday, 10 June 2026 - 14:30 WIB

Dari Kelapa Lahir 4.000 Lapangan Kerja

Tuesday, 9 June 2026 - 23:18 WIB

Menteri PANRB Apresiasi Program ASN Berintegritas KPK untuk Perkuat Nilai Antikorupsi

Tuesday, 9 June 2026 - 23:05 WIB

Hutama Karya dan Unand Resmikan Pustroib, Perkuat Infrastruktur Bawah Tanah Indonesia

Monday, 8 June 2026 - 09:20 WIB

Jangan Sampai Anak Lokal Jadi Penonton di Tanah Sendiri

Berita Terbaru

Berita Terbaru

Revitalisasi Madrasah Perkuat Infrastruktur Pendidikan Keagamaan

Thursday, 11 Jun 2026 - 08:08 WIB

Berita Utama

Di Komisi V, Mendes Yandri Paparkan BUMDesa dan Desa Ekspor

Thursday, 11 Jun 2026 - 00:00 WIB