daelpos.com – Estafet penanganan pascabencana di Aceh kini bergerak ke wilayah timur. Usai merampungkan tugas di Aceh Tamiang, PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) kini memfokuskan sumber daya ke Kabupaten Aceh Timur untuk membangun Rumah Hunian Danantara (Huntara). Dalam rencana strategisnya, Danantara akan hadir di beberapa titik di Provinsi Aceh melalui BUMN Karya. Pembangunan di titik-titik baru ini menjadi krusial untuk memastikan pemerataan bantuan hunian sementara, sekaligus menegaskan kehadiran ekosistem BUMN dalam mendampingi warga melewati masa pemulihan yang tidak mudah.
Langkah ini merupakan kelanjutan dari kolaborasi BUMN Karya di bawah koordinasi Danantara, yang menargetkan penyediaan hunian sementara yang cepat namun tetap layak huni. Di Aceh Timur, bersama dengan salah satu BUMN Karya lain, pembangunan Huntara oleh Hutama Karya dipusatkan di dua lokasi strategis. Titik pertama berada di Desa Arakundo, Kecamatan Simpang Ulim, di mana Hutama Karya menyiapkan 35 unit hunian di atas lahan seluas 960 meter persegi. Titik kedua terletak di Desa Seumatang, Kecamatan Julok Ulim, dengan pembangunan 10 unit hunian di lahan seluas 495 meter persegi.
Untuk menjamin kenyamanan warga selama masa transisi, kedua lokasi hunian tersebut dirancang tidak sekadar sebagai tempat berteduh. Hutama Karya melengkapinya dengan fasilitas umum yang memadai, meliputi toilet, musala, dan dapur umum, sehingga aktivitas sosial dan keseharian warga dapat berangsur pulih.
Terkait progres di lapangan, Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah, menyampaikan bahwa dukungan ini adalah wujud konsistensi perusahaan dalam mengawal pemulihan Aceh. Pengalaman teknis dan manajerial saat membangun Huntara di Aceh Tamiang kini diaplikasikan untuk memperkuat pola kerja di lokasi baru.
“Hingga 15 Januari, progres konstruksi Huntara di kedua desa ini sudah mencapai 97 persen. Fokus kami tetap pada mutu bangunan dan keselamatan kerja, agar hunian ini benar-benar aman saat ditempati warga nanti,” ujarnya.
Lebih lanjut, konstruksi fisik untuk 45 unit Huntara telah selesai dibangun, termasuk fasilitas toilet dan area komunal yang telah rampung. Saat ini, Hutama Karya di lapangan tengah menuntaskan pekerjaan finishing dan perapihan akhir untuk memastikan hunian siap fungsi sepenuhnya
Seperti Huntara yang telah diserahterimakan di Aceh Tamiang, Huntara Aceh Timur juga pemanfaatannya akan dikoordinasikan langsung oleh Pemerintah Daerah setempat. Pelaksanaan pembangunan Huntara di Aceh Timur turut membawa dampak ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar. Kebutuhan tenaga kerja yang tumbuh seiring bertambahnya volume pekerjaan konstruksi membuka peluang pelibatan warga lokal. Partisipasi ini tidak hanya mempercepat penyelesaian hunian, tetapi juga menghidupkan kembali denyut ekonomi warga di tengah situasi pascabencana.








