daelpos.com – Sekretaris Komisi C DPRD DKI Jakarta, Ismail, mengingatkan Pemprov DKI Jakarta untuk memastikan ketersediaan serta menjaga stabilitas harga pangan menjelang Ramadan dan Idulfitri 1447 H/2026.
Menurut Ismail, peningkatan konsumsi masyarakat menjelang hari besar keagamaan harus diantisipasi sejak dini agar tidak memicu lonjakan harga di pasaran. Salah satu langkah yang perlu dilakukan adalah dengan melakukan tinjauan langsung ke lapangan.
“Selain laporan dalam rapat kerja, kami juga biasanya melakukan tinjauan langsung ke lapangan,” ujar Ismail, Rabu (28/1).
Ia menjelaskan, Komisi C DPRD DKI secara rutin menggelar rapat koordinasi tahunan dengan sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) serta tiga BUMD pangan, yakni Perumda Dharma Jaya, PT Food Station Tjipinang Jaya, dan Perumda Pasar Jaya. Rapat tersebut bertujuan untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kesiapan Pemprov DKI dalam menghadapi potensi peningkatan kebutuhan pangan selama Ramadan.
“Dari rapat itu kita bisa melihat apakah persiapannya sudah cukup baik atau belum,” katanya.
Ismail menambahkan, kunjungan lapangan penting dilakukan untuk memastikan ketersediaan stok serta keterjangkauan harga pangan bagi masyarakat. Ia mengingatkan, jika kedua aspek tersebut tidak terkontrol dengan baik, dikhawatirkan akan terjadi lonjakan harga yang tidak diinginkan.
Namun hingga saat ini, Komisi C DPRD DKI belum menerima laporan khusus dari dinas terkait mengenai persiapan menyambut Ramadan. Karena itu, pihaknya akan mengusulkan rapat khusus membahas kesiapan Ramadan dan Idulfitri.
“Nanti akan kita usulkan rapat khusus persiapan menyambut Ramadan dan Idulfitri,” ucapnya.
Ismail juga menyoroti tantangan baru dalam persiapan pangan tahun ini, yakni dampak dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program tersebut dinilai berpotensi memengaruhi ketersediaan bahan baku pangan, khususnya di kota-kota besar.
“Dampaknya sudah terasa. Saat ini cukup sulit mendapatkan beberapa bahan baku karena stok di daerah produsen lebih dulu terserap untuk kebutuhan program tersebut,” jelasnya.
Kondisi tersebut berpotensi menjadi salah satu faktor pemicu kenaikan harga sejumlah komoditas. Oleh sebab itu, Ismail meminta Pemprov DKI memperhitungkan variabel baru tersebut dalam menyusun strategi pengendalian stok dan harga pangan.
“Ini tidak lagi linear seperti biasanya. Ada variabel baru yang harus diantisipasi. Di satu sisi program ini positif, tapi di sisi lain tetap perlu diwaspadai, terutama menjelang Ramadan dan Lebaran,” tandasnya.








