daelpos.com – Pemerintah memastikan ketahanan energi nasional tetap aman di tengah dinamika geopolitik global yang masih berfluktuasi. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan, pasokan bahan bakar minyak (BBM), LPG, hingga listrik berada dalam kondisi terkendali dan sesuai standar nasional.
Menurut Bahlil, perkembangan situasi global mulai menunjukkan sinyal positif, terutama terkait jalur distribusi energi di Selat Hormuz. Kebijakan buka-tutup yang diterapkan dinilai membuka ruang komunikasi bagi negara-negara tertentu, sehingga distribusi energi perlahan membaik.
“Kita mulai dapat angin segar. Ini perkembangan positif untuk distribusi energi global,” ujarnya di Jakarta, Selasa (17/3).
Di dalam negeri, Kementerian ESDM bersama badan usaha energi terus melakukan pemantauan stok secara harian. Pemerintah memastikan pasokan BBM, LPG, dan listrik tetap aman, termasuk untuk kebutuhan masyarakat selama periode Hari Raya.
Ia menjelaskan, stok energi nasional masih berada di atas batas minimal. Untuk LPG, tambahan pasokan juga akan masuk dalam waktu dekat. Sementara itu, cadangan batu bara untuk pembangkit listrik milik PLN berada di kisaran 14–15 hari, sesuai standar nasional.
Bahlil juga menepis kekhawatiran terkait potensi kenaikan harga BBM subsidi dalam waktu dekat. Pemerintah, kata dia, memiliki skema tersendiri dan berkomitmen menjaga daya beli masyarakat, khususnya pasca-Lebaran.
Ia menegaskan, kebijakan energi Indonesia tidak bisa disamakan dengan negara lain karena memiliki sistem subsidi dan mekanisme harga yang berbeda.
Pemerintah memastikan subsidi BBM tetap terjaga setidaknya hingga periode Hari Raya usai. Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas ekonomi masyarakat di tengah fluktuasi harga minyak dunia.
“Tugas pemerintah itu menyelesaikan masalah, bukan menghindari. Masalah rakyat adalah tanggung jawab utama kita bersama,” tegasnya.








