daelpos.com — Pemerintah memastikan ketersediaan energi nasional dalam kondisi aman menjelang Idulfitri 1447 H. Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung, menyebut cadangan bahan bakar minyak (BBM) nasional saat ini mencapai 27–28 hari, cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode mudik Lebaran 2026.
“Untuk ketersediaan BBM, cadangan minimal justru sudah jauh terlewati. Masyarakat bisa dengan aman menikmati mudik Lebaran tahun ini,” ujar Yuliot saat meninjau Rest Area KM 379A Batang, Rabu (18/3).
Ia menjelaskan, pasokan energi baik untuk sektor transportasi maupun kelistrikan berada dalam kondisi terkendali. Pemerintah pun meminta masyarakat tidak perlu khawatir, termasuk menghindari aksi pembelian berlebihan atau panic buying.
Yuliot menegaskan, tidak ada kebijakan pembatasan pembelian BBM selama periode libur Lebaran, baik oleh pemerintah pusat maupun daerah. Artinya, masyarakat tetap bisa mendapatkan BBM sesuai kebutuhan.
“Kita belum ada pembatasan, baik dari pemerintah pusat maupun daerah,” tegasnya.
Meski demikian, ia mengimbau masyarakat tetap tertib saat mengisi BBM di SPBU, terutama ketika terjadi antrean. “Tolong bersabar, jangan sampai terjadi kericuhan. Kami berupaya melayani secepat mungkin,” tambahnya.
Selain BBM, pasokan listrik juga dipastikan aman. Saat ini, daya mampu sistem kelistrikan mencapai sekitar 52 gigawatt, dengan beban puncak di kisaran 35 persen. Kondisi tersebut memberikan cadangan daya atau risk margin sekitar 48 persen.
“Artinya, sistem kelistrikan kita sangat cukup. Masyarakat tidak perlu khawatir,” ujarnya.
Pemerintah, lanjut Yuliot, terus bekerja menjaga stabilitas pasokan energi di seluruh wilayah Indonesia, dari Sabang hingga Merauke. Hal ini menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran arus mudik dan perayaan Idulfitri tahun ini.
“Kami pastikan ketersediaan energi tetap terjaga agar masyarakat bisa merayakan Idulfitri dengan nyaman,” pungkasnya.








