daelpos.com – Pemerintah terus mempercepat program hilirisasi dan penguatan ketahanan energi nasional. Hal tersebut disampaikan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia usai mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Hambalang, Bogor, Jawa Barat.
Bahlil mengungkapkan, hilirisasi menjadi salah satu prioritas utama pemerintah. Dari 20 proyek tahap pertama, sebagian telah memasuki tahap groundbreaking, sementara sisanya dijadwalkan mulai bulan depan.
“Kemudian kita tambah lagi ada 13 item hilirisasi yang total investasinya kurang lebih sekitar Rp239 triliun dan akan kita bahas finalisasi,” ujar Bahlil.
Selain itu, pemerintah juga mendorong pengembangan energi alternatif guna mencapai ketahanan dan swasembada energi nasional. Presiden Prabowo, kata Bahlil, mengarahkan agar seluruh potensi energi domestik dioptimalkan, termasuk etanol dan biodiesel berbasis crude palm oil (CPO), serta percepatan transisi energi baru terbarukan.
“Bapak Presiden memerintahkan untuk mengoptimalkan seluruh potensi energi yang ada di kita, baik itu etanol, biodiesel dari CPO, termasuk mendorong transisi energi baru terbarukan,” jelasnya.
Dalam rapat tersebut, Bahlil juga melaporkan kondisi harga komoditas energi dan mineral seperti batu bara dan nikel yang hingga kini masih dipantau pemerintah. Ia menegaskan belum ada perubahan kebijakan, namun peluang relaksasi tetap terbuka jika harga stabil.
“Kalau harganya stabil dan bagus, kita akan buat relaksasi tapi terukur terhadap perencanaan produksi,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Presiden Prabowo juga memberikan arahan khusus agar pengelolaan sumber daya alam mengutamakan kepentingan negara. Ia menekankan pentingnya menjaga SDA sebagai aset strategis nasional sekaligus meningkatkan penerimaan negara dari sektor mineral.
“Presiden meminta agar kepentingan negara menjadi prioritas utama, serta mencari sumber-sumber pendapatan dari sektor mineral yang selama ini belum optimal,” pungkas Bahlil.








