daelpos.com – Masyarakat Sulawesi Utara (Sulut) dan sekitarnya dikejutkan oleh gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,3 yang terjadi pada Rabu (2/4) pagi. Guncangan kuat tersebut dirasakan hingga sejumlah wilayah, seperti Ternate, Manado, Gorontalo, Bone Bolango, hingga Gorontalo Utara.
Pelaksana Tugas (Plt) Badan Geologi Kementerian ESDM, Lana Saria, mengungkapkan gempa terjadi pada pukul 05.48.14 WIB di perairan Laut Maluku.
“Berdasarkan data BMKG, pusat gempa berada di koordinat 1,21 LU dan 126,25 BT dengan kedalaman 18 kilometer. Guncangan tercatat di beberapa wilayah, seperti Dukono dan Ambang pada skala III MMI, Karangetang III-IV MMI, serta Tangkoko dan Mahawu mencapai IV-V MMI,” ujar Lana di Bandung, Rabu (2/4).
Tak hanya gempa utama, aktivitas gempa susulan juga langsung terjadi. Pada pukul 06.07.23 WIB tercatat gempa susulan berkekuatan M5,5 dengan kedalaman 10 kilometer. Selang beberapa menit, gempa kembali terjadi pada pukul 06.12.34 WIB dengan magnitudo M5,2 di kedalaman 27 kilometer.
“Jumlah gempa susulan masih berpotensi bertambah,” jelasnya.
Gempa kuat ini juga memicu gelombang tsunami di sejumlah wilayah pesisir. Di antaranya Bitung setinggi 20 cm, Gita 24 cm, Minahasa Utara mencapai 75 cm, Belang 68 cm, Bumbulan 13 cm, Halmahera Barat 30 cm, serta Sidangoli 35 cm.
Selain itu, dilaporkan adanya kerusakan bangunan serta korban meninggal dunia dan luka-luka, meski jumlah pastinya masih dalam pendataan.
Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik. Warga diminta mengikuti arahan petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta terus memantau informasi resmi dari pemerintah.
Masyarakat juga diingatkan untuk mewaspadai potensi gempa susulan dan sementara waktu menjauhi kawasan pantai hingga dinyatakan aman oleh pihak berwenang.








