Sri Mulyani: Ada yang ‘Sakit’ Kasus Jiwasraya Diungkap

Friday, 7 February 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAELPOS.com – Kasus gagal bayar PT Asuransi Jiwasraya (Persero) membuat kalangan pengusaha merasa takut untuk berinvestasi. Termasuk untuk berinvestasi di perusahaan pelat merah.

Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Suryadi Sasmita. Dalam forum yang dihadiri sekitar 1.200 pengusaha itu, Suryadi mengeluhkan kepada Sri Mulyani mengenai kasus Jiwasraya.

“Soal kasus Jiwasraya nih bagaimana, Bu? Bahkan perusahaan BUMN saja bisa seperti ini, BUMN loh. Kami jadi takut dan insecure untuk investasi,” ujar Suryadi di Hotel Kempinski, Jakarta, Jumat (7/2).

Hal itu pun langsung dijawab oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani. Menurutnya, saat ini pemerintah dan otoritas hukum serius menyelesaikan kasus Jiwasraya. Namun menurutnya, memang ada pihak yang ‘sakit’ kasus ini diungkap.

“Jad di sini ada aspek enforcement kalau memang ada bukti yang sifatnya pidana, ada aspek memenuhi dan menghargai hak-nya, tapi juga ada aspek good corporate governance. Kita coba menata isu semuanya, yang memang saat mau mencabut ini, ada yang sakit gitu,” katanya.

Sayangnya Sri Mulyani pun tak secara spesifik menjelaskan siapa pihak yang dimaksud ‘sakit’ tersebut. Namun menurutnya, pemerintah bersama dengan BUMN dan OJK akan terus mengupayakan langkah-langkah agar kasus ini terselesaikan secara adil.

“Tapi Pak Erick sebagai Menteri BUMN dari sisi korporat melakukan langkah-langkah untuk di satu sisi melihat semua kewajiban, namun kemudian dari capacity pay-nya, kemampuan asetnya, mereka coba lakukan langkah-langkah restrukturisasi. Pasti nanti akan negosiasi terhadap polish holder-nya dan juga yang dianggap adil dan reasonable,” jelasnya.

Sri Mulyani ingin kasus Jiwasraya dijadikan pembelajaran bagi BUMN lainnya, agar kasus seperti ini tak terulang lagi. Caranya dengan memberikan efek jera berupa hukuman kepada tersangka.

See also  Tiga Hari Usai Dilantik, Kepala BNPB Mayjen Suharyanto Tinjau Banjir di Kalteng dan Kalbar

“Karena ini miliknya pemerintah apabila saya diyakinkan bahwa law enforcement terjadi. Karena kalau enggak, nanti orang akan gampang, oh ini miliknya pemerintah, jadi dirusak aja. Nantikan kemudian kalian akan bilang, kepercayaan pada pemerintah rusak, maka Kemenkeu akan bail in. Enggak gitu,” tambahnya. []

Berita Terkait

BNI Jalankan Aksi Korporasi Terukur, Fundamental Bisnis Tetap Solid
Keminveshil-Kemenhub Jajaki Investasi Terminal Purabaya dan Betan Subing
Pastikan Kenyamanan Pengguna Jalan, Hutama Karya Lakukan Pemeliharaan JTTS dan Bangun Akses Baru di Tol Terpeka
Penasihat Hukum Global Sumud Flotilla Soroti Lemahnya Hukum Internasional
Bekali Mahasiswa Keahlian Industri, ITPLN Gandeng Enerflow
TelkomGroup Perkuat Kedaulatan Digital Nasional, Dorong Indonesia Jadi Indo-Pacific Digital Hub
Mendes Yandri Paparkan 5 Isu Termasuk Penanganan Karhutla untuk Masyarakat Desa
Investasi FreeNow di Morowali Buka Peluang Kerja bagi Masyarakat Lokal

Berita Terkait

Wednesday, 21 October 2026 - 20:45 WIB

Keminveshil-Kemenhub Jajaki Investasi Terminal Purabaya dan Betan Subing

Wednesday, 21 October 2026 - 17:22 WIB

Pastikan Kenyamanan Pengguna Jalan, Hutama Karya Lakukan Pemeliharaan JTTS dan Bangun Akses Baru di Tol Terpeka

Tuesday, 20 October 2026 - 13:18 WIB

Penasihat Hukum Global Sumud Flotilla Soroti Lemahnya Hukum Internasional

Tuesday, 20 October 2026 - 13:15 WIB

Bekali Mahasiswa Keahlian Industri, ITPLN Gandeng Enerflow

Monday, 19 October 2026 - 16:28 WIB

TelkomGroup Perkuat Kedaulatan Digital Nasional, Dorong Indonesia Jadi Indo-Pacific Digital Hub

Berita Terbaru

News

ITPLN Perkuat Tridharma Lewat Kolaborasi Strategis

Thursday, 22 Oct 2026 - 09:13 WIB

Ekonomi - Bisnis

​Cermati Dinamika Pasar, Jasa Marga Buka Ruang Potensi Opsi Buyback Saham

Wednesday, 21 Oct 2026 - 22:19 WIB

Ekonomi - Bisnis

Hutama Karya Jaga Kinerja Keuangan Tetap Tumbuh hingga Triwulan III 2026

Wednesday, 21 Oct 2026 - 21:05 WIB

Ekonomi - Bisnis

Telkom Hadirkan Inovasi Pembelajaran Numerasi untuk 100 Sekolah di Wilayah 3T

Wednesday, 21 Oct 2026 - 20:58 WIB