Ekspedisi Patriot 2026 Difokuskan ke Papua, Kampus Dilibatkan untuk Target Dampak Nyata

Thursday, 16 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

daelpos.com – Kementerian Transmigrasi dan perguruan tinggi mitra tengah mematangkan Program Ekspedisi Patriot 2026. Pembahasan mencakup susunan tim lapangan dan alokasi anggaran Tahun 2026 agar pelibatan akademisi lebih fokus dan sesuai dengan kebutuhan pembangunan di kawasan transmigrasi.

Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menegaskan program Ekspedisi Patriot 2026 akan difokuskan pada 10 kawasan transmigrasi di Papua sebagai bagian dari langkah strategis pemerintah dalam mempercepat pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kawasan Timur Indonesia, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.

“Kenapa Papua ini juga menjadi satu keputusan yang final untuk tahun 2026 ini, mengingat fokus Bapak Presiden terkait dengan pembangunan kesejahteraan di Papua,” ucapnya dalam Rapat Koordinasi Perguruan Tinggi Mitra tentang Pembahasan Skema Tim Ekspedisi Patriot 2026 dan Konsinyering Anggaran TA 2026 di Auditorium Gedung Grand Makarti, Kantor Kementerian Transmigrasi, Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu (12/4).

Program ini diharapkan tidak hanya menargetkan output fisik, tetapi juga dampak sosial berkelanjutan mencakup aspek ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan harmoni sosial. Kolaborasi pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat menjadi kunci pembangunan inklusif di Papua.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi menekankan pentingnya sinergi lintas kementerian dan lembaga, khususnya integrasi program pertanian melalui skema CPCL (Calon Petani dan Calon Lokasi).

“Dengan strategi khusus kita akan bersinergi dan berkolaborasi dengan Kementerian dan lembaga negara yang lain, kemudian kita fokuskan untuk kalau pertanian namanya CPCL itu bisa masuk ke kawasan transmigrasi, sehingga programnya itu tidak hanya mengandalkan APBN dari Kementerian Transmigrasi, tetapi juga bisa menggandeng program-program dari Kementerian lain, tetapi lokasinya, fokusnya ada di kawasan transmigrasi,” katanya.

See also  Dampingi Wapres ke Jateng, Mendes PDTT Siapkan Jurus Jitu Tuntaskan Kemiskinan Ekstrem

Ia juga menilai keterlibatan kampus akan memberi dampak luas bagi masyarakat.

“Saya rasa kalau dipandu oleh kampus itu akan memiliki trickle down effect (dampak berkelanjutan) ke depan dan sangat bagus untuk pengembangan ekonomi, peningkatan pendapatan, menurunkan kemiskinan, dan membuka lapangan kerja,” lanjutnya.

Perwakilan Universitas Diponegoro Wiwandari Handayani menegaskan keberhasilan program harus diukur melalui indikator konkret dan terukur.

“Fokus utama program ini adalah pencapaian indikator keberhasilan yang konkret dan terukur, khususnya dalam peningkatan pendapatan masyarakat, penciptaan lapangan kerja, dan penurunan tingkat kemiskinan hingga level rumah tangga,” tegasnya.

Rapat ini dihadiri oleh jajaran pimpinan Kementerian Transmigrasi, perwakilan 10 perguruan tinggi mitra yakni Universitas Padjadjaran, IPB University, Universitas Diponegoro, Universitas Airlangga, Institut Teknologi Bandung, Universitas Gadjah Mada, Universitas Hasanuddin, Universitas Brawijaya, Universitas Indonesia, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, serta tim teknis terkait.

Melalui koordinasi ini, diharapkan seluruh pihak memiliki pemahaman yang sama sehingga Ekspedisi Patriot 2026 dapat berjalan optimal dan memberikan dampak nyata bagi pengembangan kawasan transmigrasi serta kesejahteraan masyarakat

Berita Terkait

Bank Mandiri Raih Penghargaan CX100, Dinobatkan sebagai BUMN dengan Layanan Terbaik
Kementerian PU Salurkan 20.000 Liter Bantuan Air untuk Penanganan Karhutla dan Krisis Air Bersih di Kota Tarakan
Di Forum Global OECD Paris, Indonesia Paparkan Strategi Penyederhanaan Birokrasi
Kemendes Siap Kolaborasi Lintas K/L Wujudkan Indonesia Emas 2045 Lewat Pemberdayaan
Kementerian PU Tangani Dampak Banjir pada Sejumlah SPAM di Kota Padang, Pemulihan Layanan Air Minum Jadi Prioritas
Tiongkok Usulkan Pusat Riset Padi Bersama di Merauke, Iftitah: Kita Konkretkan Kerja Samanya
53 JIAT Kementerian PU Dukung Ketersediaan Air bagi 1.307 Hektare Sawah di Indramayu
Mitigasi Galodo di Solok, Kementerian PU Pasang 3 Titik Early Warning System dan Siapkan 2 Sabo Dam Sungai Batang Baliang

Berita Terkait

Friday, 16 October 2026 - 09:21 WIB

Bank Mandiri Raih Penghargaan CX100, Dinobatkan sebagai BUMN dengan Layanan Terbaik

Friday, 16 October 2026 - 06:37 WIB

Kementerian PU Salurkan 20.000 Liter Bantuan Air untuk Penanganan Karhutla dan Krisis Air Bersih di Kota Tarakan

Thursday, 15 October 2026 - 08:15 WIB

Di Forum Global OECD Paris, Indonesia Paparkan Strategi Penyederhanaan Birokrasi

Thursday, 15 October 2026 - 08:07 WIB

Kemendes Siap Kolaborasi Lintas K/L Wujudkan Indonesia Emas 2045 Lewat Pemberdayaan

Thursday, 15 October 2026 - 08:04 WIB

Kementerian PU Tangani Dampak Banjir pada Sejumlah SPAM di Kota Padang, Pemulihan Layanan Air Minum Jadi Prioritas

Berita Terbaru