Pemerintah Lelang Sukuk Rp12 Triliun, Siapkan Opsi Serap Hingga Dua Kali Lipat

Friday, 17 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ilustrasi / foto ist

ilustrasi / foto ist

daelpos.com – Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan akan menggelar lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau Sukuk Negara pada Selasa (21/4). Langkah ini ditempuh guna memenuhi target pembiayaan dalam APBN Tahun Anggaran 2026.

Dalam lelang kali ini, pemerintah menetapkan target indikatif sebesar Rp12 triliun. Namun, jumlah yang dimenangkan berpotensi mencapai hingga 200 persen dari target, menyesuaikan dengan kondisi pasar. Sementara itu, setelmen hasil lelang dijadwalkan berlangsung pada 23 April 2026 (T+2).

Adapun seri SBSN yang ditawarkan mencakup tiga seri Surat Perbendaharaan Negara Syariah (SPN-S) dan lima seri Project Based Sukuk (PBS). Rinciannya yakni SPNS01062026, SPNS12102026, SPNS03022027, PBS030, PBS040, PBSG002, PBS034, dan PBS038. Seluruh seri tersebut merupakan reopening, dengan tenor jatuh tempo bervariasi dari Juni 2026 hingga Desember 2049.

Menariknya, pemerintah kembali menghadirkan instrumen Green Sukuk melalui seri PBSG002 di pasar perdana domestik. Penerbitan ini menjadi kelanjutan komitmen pembiayaan proyek ramah lingkungan, melengkapi langkah serupa yang sebelumnya telah dilakukan di pasar global maupun domestik.

Lelang akan dilaksanakan secara terbuka (open auction) dengan metode harga beragam (multiple price), serta diselenggarakan oleh Bank Indonesia sebagai agen lelang. Proses penawaran dibuka pukul 09.00 WIB dan ditutup pukul 11.00 WIB, dengan hasil diumumkan pada hari yang sama.

Partisipasi lelang terbuka bagi investor individu maupun institusi melalui Dealer Utama yang telah ditunjuk pemerintah. Selain itu, Bank Indonesia dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) juga dapat mengikuti lelang sesuai ketentuan.

Dalam pelaksanaannya, pemerintah menggunakan akad syariah Ijarah Sale and Lease Back untuk seri SPN-S serta Ijarah Asset to be Leased untuk seri PBS. Skema ini mengacu pada fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI). Sementara underlying asset SBSN berasal dari Barang Milik Negara serta proyek dalam APBN 2026 yang telah mendapat persetujuan DPR.

See also  Prabowo Resmikan Ekosistem Baterai, BUMN Siap Kawal Hilirisasi Energi Hijau

Pemerintah menegaskan memiliki fleksibilitas dalam menentukan jumlah penerbitan. Besaran yang diserap bisa lebih tinggi maupun lebih rendah dari target indikatif, dengan mempertimbangkan dinamika pasar dan kebutuhan pembiayaan negara.

Berita Terkait

Mahasiswa ITPLN Ciptakan ARUNIKA, Deteksi Banjir Bertenaga Surya
Tindaklanjuti Arahan Presiden Prabowo, Menteri PU Percepat Penanganan Jalan Perbatasan di Kalimantan
Hari Santri Nasional 2026, Mendes Tegaskan Peran Santri di Tengah Krisis Keteladanan
HKA Siagakan Petugas dan Perkuat Koordinasi Antisipasi Dampak Karhutla di Ruas Kelolaan JTTS
Kementerian PU Bangun 10 Sumur Bor Sebagai Sumber Air Bagi 150 Hektare Lahan Pertanian di Lampung
Menkomdigi Tinjau Peran Strategis NeutraDC dalam Ekosistem AI Nasional di BTW 2026
Kementerian PU Perkuat Pasokan Air Bersih Masyarakat, 127.650 Liter Disalurkan di Kalbar Hingga Maluku Utara
ITPLN Perkuat Tridharma Lewat Kolaborasi Strategis

Berita Terkait

Saturday, 24 October 2026 - 07:40 WIB

Mahasiswa ITPLN Ciptakan ARUNIKA, Deteksi Banjir Bertenaga Surya

Saturday, 24 October 2026 - 07:36 WIB

Tindaklanjuti Arahan Presiden Prabowo, Menteri PU Percepat Penanganan Jalan Perbatasan di Kalimantan

Friday, 23 October 2026 - 08:45 WIB

Hari Santri Nasional 2026, Mendes Tegaskan Peran Santri di Tengah Krisis Keteladanan

Friday, 23 October 2026 - 08:41 WIB

HKA Siagakan Petugas dan Perkuat Koordinasi Antisipasi Dampak Karhutla di Ruas Kelolaan JTTS

Friday, 23 October 2026 - 08:39 WIB

Kementerian PU Bangun 10 Sumur Bor Sebagai Sumber Air Bagi 150 Hektare Lahan Pertanian di Lampung

Berita Terbaru