daelpos.com – PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) terus mengakselerasi pembangunan Jalan Tol Palembang–Betung sebagai salah satu ruas strategis Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) di wilayah Sumatra Selatan. Ruas yang nantinya, apabila telah terhubung secara penuh, akan terbentang sepanjang 69,2 km ini menjadi bagian penting dalam memperkuat konektivitas Palembang menuju wilayah sekitarnya, sekaligus mendukung kelancaran mobilitas masyarakat dan distribusi logistik.
Hingga April 2026, progres pengadaan lahan Jalan Tol Palembang–Betung telah mencapai 87,45%, sementara progres konstruksi mencapai 81,99%. Secara keseluruhan, ruas ini terbagi menjadi beberapa bagian, yakni Palembang–Rengas sepanjang 21,5 km dengan progres lahan 95,43% dan konstruksi 92,07%; Rengas–Pangkalan Balai sepanjang 33,0 km dengan progres lahan 95,58% dan konstruksi 89,88%; serta Pangkalan Balai–Betung sepanjang 14,7 km dengan progres lahan 89,09% dan konstruksi 57,17%.
Jalan Tol Palembang–Betung merupakan kelanjutan dari Jalan Tol Kayu Agung–Palembang yang telah beroperasi. Ke depan, ruas ini akan menjadi bagian penting dari jaringan penghubung antara Provinsi Sumatra Selatan dan Jambi, sehingga diharapkan dapat memperkuat konektivitas antardaerah, memperlancar mobilitas masyarakat, serta mendukung pertumbuhan ekonomi di wilayah Sumatra bagian selatan.
Dalam mendukung percepatan progres tersebut, Direktur Operasi III Hutama Karya, Iwan Hermawan, Plt. Executive Vice President (EVP) Divisi Pembangunan Jalan Tol Dwi Aryono Bayuaji beserta jajaran turut meninjau langsung Proyek Tol Palembang–Betung pada Kamis (7/5). Peninjauan dilakukan ke sejumlah titik pekerjaan, antara lain area vacuum, Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP), serta Interchange Pangkalan Balai, untuk memastikan setiap tahapan pekerjaan berjalan sesuai rencana dan kebutuhan percepatan di lapangan dapat segera ditindaklanjuti.
“Pembangunan Tol Palembang–Betung terus kami dorong agar dapat berjalan sesuai target, dengan tetap mengutamakan aspek mutu, keselamatan, dan tata kelola konstruksi yang baik. Ruas ini memiliki peran strategis dalam memperkuat konektivitas di Sumatra Selatan, termasuk sebagai bagian dari jaringan yang nantinya menghubungkan Sumatra Selatan dengan Jambi,” ujar Iwan.
Melalui peninjauan langsung tersebut, Hutama Karya juga memperkuat koordinasi antara manajemen, tim proyek, serta seluruh pemangku kepentingan terkait. Langkah ini dilakukan agar berbagai tantangan teknis di lapangan dapat diidentifikasi lebih cepat dan ditangani secara tepat, sehingga progres pembangunan tetap terjaga.
“Kami ingin memastikan setiap tahapan pekerjaan berjalan efektif dan sesuai standar. Koordinasi terus kami perkuat agar hambatan di lapangan dapat segera ditangani dan percepatan penyelesaian proyek dapat berjalan optimal,” tambah Iwan.
Hutama Karya berharap pembangunan Jalan Tol Palembang–Betung dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, mulai dari memperlancar mobilitas harian, mendukung distribusi logistik, hingga membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru di Sumatra Selatan. Dengan akses yang semakin mudah dan waktu tempuh yang lebih singkat, ruas ini diyakini dapat menjadi salah satu penggerak konektivitas dan ekonomi daerah.
“Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan infrastruktur yang tidak hanya membangun konektivitas, tetapi juga membawa perubahan positif bagi kehidupan masyarakat. Kehadiran setiap ruas tol diharapkan dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat dan memberikan kontribusi bagi kemajuan daerah,” tutup Iwan.








